Strategi LDII Riau dalam Membangun SDM Unggul dan Pelestarian Lingkungan Menuju Indonesia Emas 2045

Strategi LDII Riau dalam Membangun SDM Unggul dan Pelestarian Lingkungan Menuju Indonesia Emas 2045
foto: ilustrasi

Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Provinsi Riau secara resmi meluncurkan langkah strategis ganda untuk mendukung perwujudan visi Indonesia Emas 2045. Inisiatif tersebut difokuskan pada peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) profesional sekaligus implementasi nyata dalam menjaga kelestarian lingkungan. Komitmen ini ditegaskan dalam Rapat Koordinasi (Rakor) yang berlangsung di Masjid Baitu Atiq, Rokan Hulu, pada Rabu (9/9/2026).

Penguatan Organisasi dan Aksi Nyata untuk Negeri

Pertemuan strategis ini menjadi tindak lanjut penting dari hasil Musyawarah Nasional (Munas) LDII ke-X yang telah diselenggarakan pada April 2026 lalu di Jakarta. Fokus utama dari konsolidasi ini adalah memperkuat peran organisasi hingga ke tingkat akar rumput, mencakup Pimpinan Cabang (PC) dan Pimpinan Anak Cabang (PAC), agar delapan klaster kontribusi LDII bagi bangsa dapat diimplementasikan dengan optimal di seluruh wilayah.

Ketua DPW LDII Provinsi Riau, Dr. Imam Suprayogi, MT, menyatakan bahwa rapat koordinasi ini merupakan fondasi vital bagi organisasi dalam mendukung agenda pembangunan jangka panjang daerah. "Rakorwil ini merupakan langkah konkret organisasi dalam mendukung pembangunan jangka panjang daerah. LDII diberi amanah penting untuk mengangkat isu-isu strategis, khususnya mengenai ketahanan pangan serta pelestarian lingkungan hidup," ujar Dr. Imam Suprayogi.

Sinergi Kemitraan dan Edukasi Lingkungan

Selain fokus pada penguatan struktur, Rakorwil ini juga memberikan pembekalan teknis yang mendalam bagi para pengurus. Langkah ini bertujuan agar organisasi memiliki kapasitas yang mumpuni untuk menjalin kemitraan strategis dengan pemerintah daerah. Salah satu poin yang menjadi perhatian utama adalah sosialisasi mengenai Program Kampung Iklim (Proklim) sebagai instrumen solusi atas tantangan pengelolaan lingkungan lokal.

Awaldi Hasibuan, narasumber dalam kegiatan tersebut, menekankan bahwa kapabilitas SDM di tingkat daerah merupakan kunci keberhasilan berbagai program organisasi. "Pentingnya pembekalan sumber daya manusia yang strategis di tingkat daerah dinilai krusial agar pengurus organisasi di semua tingkatan mampu membangun kemitraan nyata dengan pemerintah. Pengetahuan mengenai Proklim nanti membantu bagaimana mencari solusi atau menyelesaikan tantangan tentang sampah," ungkap Awaldi.

Para peserta menyatakan kesiapan penuh untuk mengimplementasikan hasil konsolidasi organisasi di tingkat daerah. Melalui pembekalan yang diterima, kami optimis dapat memperkuat kemitraan dengan pemerintah setempat, khususnya dalam menyukseskan program ketahanan pangan dan pelestarian lingkungan hidup.

Dalam kesempatan tersebut, para pengurus DPD, PC, hingga PAC se-Kabupaten Rokan Hulu berkomitmen penuh untuk menyelaraskan program kerja lokal dengan visi Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) Riau 2025–2045. Forum ini mendapat apresiasi dari tokoh masyarakat dan penggiat Proklim karena mampu memperkuat jembatan komunikasi antara ormas keagamaan dan pihak pemerintah, yang pada akhirnya memberikan dampak positif bagi kesejahteraan warga di Rokan Hulu.

📖 Glosarium Istilah

  • Proklim: Program Kampung Iklim, inisiatif nasional untuk meningkatkan keterlibatan masyarakat dalam melakukan adaptasi dan mitigasi perubahan iklim.
  • Indonesia Emas 2045: Visi pembangunan jangka panjang Indonesia untuk menjadi negara maju dan memiliki kualitas SDM yang unggul pada usia seabad kemerdekaan.
  • 8 Klaster Kontribusi: Bidang-bidang pengabdian LDII untuk bangsa yang meliputi kebangsaan, keagamaan, pendidikan, ekonomi syariah, kesehatan, ketahanan pangan, teknologi digital, dan energi baru terbarukan.
  • RPJPD: Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah, dokumen perencanaan pembangunan strategis daerah untuk periode 20 tahun.

Baca juga artikel menarik lainnya di situs kami.