Sebanyak 47 siswa kelas 9 dari SMP Alkarima Boarding School, yang berada di bawah naungan Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII), berpartisipasi aktif dalam rangkaian Apel Besar Hari Pramuka 2026. Kegiatan upacara tingkat kabupaten ini diselenggarakan dengan khidmat di Lapangan Trirenggo, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, pada Senin (31/8/2026).
Partisipasi Aktif Siswa dalam Momen Kebangsaan
Para siswa hadir di lokasi sejak pagi hari, yakni pukul 08.00 WIB untuk mengikuti serangkaian prosesi apel bersama anggota Kwartir Ranting Pramuka se-Kabupaten Bantul. Sebelum upacara puncak dimulai, delegasi SMP Alkarima mengikuti sesi gladi resik untuk memastikan ketertiban barisan. Seluruh rangkaian kegiatan, termasuk sesi defile, diikuti dengan antusias oleh para siswa di hadapan Bupati Bantul serta jajaran pejabat daerah setempat.
Komitmen Pembinaan Generasi Muda melalui Kepramukaan
Bertindak sebagai pembina upacara, Ketua Mabicab Gerakan Pramuka Bantul sekaligus Bupati Bantul, Abdul Halim Muslih, menekankan pentingnya peran organisasi ini dalam mencetak kader bangsa yang tangguh. Dalam arahannya, ia menyoroti relevansi tema tahun ini terhadap kemandirian pangan nasional.
"Apel Besar Hari Pramuka 2026 mengusung tema 'Berkreasi, Berinovasi, Terampil dan Mandiri untuk Mendukung Swasembada Pangan'. Tema ini mendorong kegiatan Pramuka berkembang dari konsep learning by doing menuju learning, creating, and solving," ujar Abdul Halim Muslih.
Pengembangan Karakter dan Pengalaman Lapangan
Senada dengan hal tersebut, Ketua DPD LDII Bantul, Nanang Dwi Antoro, menyatakan bahwa keterlibatan siswa dalam kegiatan kepramukaan merupakan bagian krusial dari upaya pembentukan karakter di luar lingkungan akademik. Menurutnya, interaksi langsung di lapangan mampu melatih jiwa korsa serta tanggung jawab para peserta didik.
"Pramuka memberikan pengalaman langsung kepada anak-anak. Mereka belajar disiplin, bekerja sama, mandiri, dan berani mengambil peran dalam kegiatan bersama," ujar Nanang Dwi Antoro.
Lebih lanjut, Nanang menambahkan bahwa dengan terlibat dalam agenda berskala kabupaten, para siswa memiliki kesempatan lebih luas untuk berinteraksi dengan pelajar dari sekolah lain. Hal ini dinilai sebagai simulasi nyata dalam dunia sosial di mana anak-anak dituntut mampu beradaptasi dan menjalankan tugas sesuai dengan tanggung jawab yang diamanahkan, yang secara konsisten menjadi fokus pembinaan di sekolah berbasis komunitas seperti SMP Alkarima.
📖 Glosarium Istilah
- Mabicab: Majelis Pembimbing Cabang, badan yang memberikan bimbingan dan bantuan moral serta organisatoris bagi kwartir cabang Pramuka.
- Kwartir Ranting: Satuan organisasi yang mengelola gerakan Pramuka di tingkat kecamatan.
- Defile: Kegiatan berbaris secara teratur yang dilakukan di depan pejabat atau publik sebagai bentuk penghormatan.
- Learning by doing: Metode pembelajaran melalui pengalaman langsung atau praktik nyata.
Baca juga artikel menarik lainnya di situs kami.