TARAKAN – Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Provinsi Kalimantan Utara menyatakan komitmen penuh dalam mendukung upaya Badan Intelijen Negara Daerah (BINDA) Kalimantan Utara serta Pemerintah Kota Tarakan untuk menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas). Komitmen tersebut disampaikan dalam forum silaturahim strategis yang berlangsung di Room Pavilion Bukit Bintang, Tarakan, pada Sabtu (19/9/2026).
Penguatan Kolaborasi Tokoh Lintas Sektor
Kegiatan ini menjadi momentum penting bagi para pemangku kepentingan di Kalimantan Utara untuk duduk bersama. Pertemuan tersebut dihadiri langsung oleh Kepala BINDA Kaltara, Andri Mirhadi, beserta Sekretaris Daerah Kota Tarakan, Abdul Aziz Hasan. Hadir pula jajaran Kesbangpol, Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) KH. Zainuddin Dalila, serta perwakilan dari 14 ketua paguyuban dan tokoh adat setempat, termasuk Ketua DPW LDII Kaltara, Jaet Ahmad Fatoni.
Mitigasi Ancaman Keamanan Berbasis Literasi Digital
Dalam arahannya, Kepala BINDA Kaltara, Andri Mirhadi, menyoroti kerentanan ruang digital sebagai pintu masuk konflik sosial. Menurutnya, penyebaran hoaks di media sosial menjadi ancaman nyata yang dapat memicu ketidakstabilan daerah. Andri menegaskan bahwa stabilitas keamanan adalah fondasi utama ekonomi daerah.
"Kondusivitas harus dijaga bersama terutama akan berdampak pada perekonomian, misalnya berkurangnya investor jika daerah terlibat konflik," ujar Andri Mirhadi.
Menanggapi tantangan tersebut, Sekda Kota Tarakan, Abdul Aziz Hasan, mengusulkan langkah preventif berupa penguatan komunikasi antar tokoh melalui pertemuan rutin bersama Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda). Upaya ini mencakup pembuatan wadah klarifikasi cepat dan penertiban oknum yang kerap mengatasnamakan kepentingan adat demi agenda pribadi.
Implementasi Edukasi Berkelanjutan di Lingkungan Masyarakat
Ketua DPW LDII Kaltara, Jaet Ahmad Fatoni, menyambut positif inisiatif tersebut. Sebagai bentuk dukungan konkret, LDII Kaltara berkomitmen mengoptimalkan peran organisasi sebagai perekat sosial melalui pendekatan edukatif kepada warga mengenai etika berkomunikasi di ruang digital.
"Kami dari LDII Kaltara siap menjadi perekat. Kami sepakat keamanan bermula dari medsos. LDII akan terus mengedukasi warga untuk bijak bermedsos dan siap bergabung untuk sinergi lanjutan terkait Dewan Pertimbangan Kota yang diusulkan untuk antisipasi konflik," ujar Jaet Ahmad Fatoni.
Sebagai langkah tindak lanjut, LDII Kaltara akan mengintegrasikan edukasi mengenai bijak bermedia sosial ke dalam materi pengajian rutin di seluruh majelis taklim binaan mereka. Hal ini dilakukan agar pesan perdamaian dan kerukunan dapat tersampaikan secara efektif melalui nasihat-nasihat keagamaan yang menyejukkan.
📖 Glosarium Istilah
- Kamtibmas: Keamanan dan ketertiban masyarakat, sebuah kondisi dinamis yang menjadi prasyarat terlaksananya pembangunan nasional.
- BINDA: Badan Intelijen Negara Daerah, instansi pemerintah yang bertanggung jawab dalam pemetaan dan deteksi dini ancaman keamanan di wilayah tingkat provinsi.
- Forkopimda: Forum Komunikasi Pimpinan Daerah, wadah koordinasi antara unsur pemerintah daerah, TNI, dan Polri dalam menjaga stabilitas wilayah.
- Hoaks: Berita atau informasi bohong yang berpotensi memicu perpecahan dan konflik di tengah masyarakat.
Baca juga artikel menarik lainnya di situs kami.