Sinergi Pengabdian Masyarakat, LDII Kabupaten Bandung Perkuat Konsolidasi Organisasi di Tingkat PAC

Sinergi Pengabdian Masyarakat, LDII Kabupaten Bandung Perkuat Konsolidasi Organisasi di Tingkat PAC
foto: ilustrasi

KABUPATEN BANDUNG – Memasuki pengujung Agustus 2026, Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Kabupaten Bandung mengambil langkah strategis dengan memperkokoh konsolidasi internal melalui kunjungan resmi ke lima Pimpinan Anak Cabang (PAC). Langkah ini merupakan manifestasi dari upaya organisasi untuk memastikan bahwa setiap gerak langkah pengurus di tingkat akar rumput selaras dengan pilar pengabdian kepada masyarakat luas.

Agenda kunjungan yang berlangsung secara maraton pada Senin (31/8/2026) ini melibatkan sejumlah jajaran pengurus harian DPD yang ditugaskan secara khusus ke beberapa titik wilayah strategis. Langkah proaktif ini tidak hanya bertujuan untuk meninjau administrasi organisasi, melainkan juga untuk menyerap aspirasi dan dinamika sosial yang berkembang di masing-masing kecamatan.

Distribusi Pengurus DPD LDII ke Wilayah Strategis Kabupaten Bandung

Dalam pelaksanaan konsolidasi kali ini, DPD LDII Kabupaten Bandung membagi tim ke beberapa zona wilayah untuk memastikan jangkauan koordinasi yang optimal. Drs. H. Andi Mulya bersama Ahmad Fauzan terpantau menyambangi PAC LDII Cileunyi Wetan di Kecamatan Cileunyi untuk berdialog langsung dengan pengurus setempat.

Di zona lainnya, Iqbal Abdul Kabir, S.T. dan Muhammad Chaidir Tarmidzi melakukan koordinasi mendalam ke PAC LDII Linggar yang terletak di wilayah Kecamatan Rancaekek. Sementara itu, Angga Rudiana, S.Pd.I. bersama Mulki Zulkarnaen Nurfalah, S.Kom. bertugas melakukan penguatan organisasi di PAC LDII Rancaekek Wetan.

Gerakan konsolidasi ini juga menyentuh wilayah Kecamatan Cikancung melalui kehadiran Finda Kurnia Ramadhan, S.Pd., M.Pd. dan Kiki Fahd Baihaqi di PAC LDII Cikasungka. Melengkapi rangkaian kunjungan tersebut, Wahyu Surya Gumelar, S.Pd. dan Abroron Angra Abdul Aziz mendatangi PAC LDII Rancaekek Kencana guna memastikan koherensi program kerja tingkat kabupaten dan desa berjalan beriringan.

Implementasi Prinsip Karya Kontribusi dan Komunikasi di Tengah Masyarakat

Salah satu poin krusial yang ditekankan dalam rangkaian pertemuan tersebut adalah pentingnya pengurus PAC untuk bertransformasi menjadi motor penggerak kebaikan di lingkungan tempat tinggalnya. Fokus utamanya adalah memastikan kehadiran LDII memberikan dampak positif yang nyata bagi warga sekitar.

"Kami terus mendorong PAC agar tidak hanya aktif secara internal, tetapi juga mampu menghadirkan karya dan kontribusi yang nyata bagi masyarakat. Karena itu, 3K, yaitu Karya, Kontribusi, dan Komunikasi, perlu terus diperkuat," ujar Drs. H. Andi Mulya.

Beliau menambahkan bahwa penguatan organisasi tidak boleh dipandang sebagai rutinitas administratif semata. Sebaliknya, hal tersebut merupakan fondasi bagi pengurus untuk lebih tanggap terhadap isu-isu sosial dan mampu memberikan solusi konkret melalui program-program keagamaan maupun sosial kemasyarakatan yang inklusif.

Penguatan Sinergi dengan Elemen Pemerintah dan Tokoh Lokal

Membangun narasi positif organisasi di tengah kemajemukan masyarakat memerlukan keterbukaan dan kolaborasi dengan berbagai pihak. Hal ini menjadi bahasan hangat dalam setiap sesi diskusi di tingkat PAC. Pengurus DPD mengingatkan bahwa LDII merupakan bagian integral dari komponen bangsa yang harus saling bahu-membahu dalam membangun daerah.

"LDII tidak bisa berjalan sendiri. Hubungan yang baik dengan pemerintah, tokoh agama, tokoh adat, dan seluruh elemen masyarakat merupakan bagian penting dalam pembinaan umat," tegas Andi Mulya.

Melalui pola komunikasi yang harmonis, setiap PAC diharapkan mampu beradaptasi dengan kearifan lokal di wilayah masing-masing. Respon positif pun datang dari para ketua PAC yang hadir. Mereka menilai bahwa kehadiran pengurus DPD secara langsung memberikan suntikan motivasi serta kejelasan visi dalam menjalankan amanah organisasi ke depan.

Sebagai tindak lanjut dari konsolidasi ini, DPD LDII Kabupaten Bandung akan terus memantau implementasi program 3K di lapangan. Harapannya, setiap karya yang dihasilkan pengurus dapat menjadi kontribusi nyata yang memperkuat kerukunan dan kemajuan masyarakat di Kabupaten Bandung secara berkelanjutan.

"Kami berharap konsolidasi ini tidak berhenti pada pertemuan, tetapi dilanjutkan dengan karya dan kontribusi nyata di masing-masing wilayah. Dengan komunikasi yang baik, kita bisa membangun sinergi dengan pemerintah, tokoh agama, tokoh adat, dan masyarakat untuk bersama-sama memberikan manfaat yang lebih luas," ujar Andi Mulya menutup pernyataannya.

📖 Glosarium Istilah

  • PAC (Pimpinan Anak Cabang): Struktur kepengurusan organisasi LDII di tingkat desa atau kelurahan.
  • 3K (Karya, Kontribusi, Komunikasi): Prinsip kerja LDII yang menekankan pada hasil nyata, sumbangsih sosial, dan hubungan harmonis dengan masyarakat.
  • Konsolidasi: Upaya untuk memperkuat, menyatukan, dan memperteguh hubungan antar elemen dalam organisasi.
  • DPD (Dewan Pimpinan Daerah): Tingkat kepengurusan organisasi LDII di wilayah kabupaten atau kota.

Baca juga artikel menarik lainnya di situs kami.