Sinergi Pemkab Mimika dan LDII Pacu Akselerasi Koperasi dan UMKM Menembus Ekosistem Digital

Sinergi Pemkab Mimika dan LDII Pacu Akselerasi Koperasi dan UMKM Menembus Ekosistem Digital
foto: ilustrasi / istimewa
  • Langkah nyata mendorong kemandirian ekonomi masyarakat terus diperkuat di wilayah timur Indonesia. Dewan Pimpinan Daerah Lembaga Dakwah Islam Indonesia (DPD LDII) Kabupaten Mimika menggandeng Pemerintah Kabupaten Mimika melalui Dinas Koperasi dan UMKM menyelenggarakan seminar ekonomi di Gedung Serbaguna DKM Miftahul Huda, Mimika, Papua Tengah. Pertemuan strategis ini mempertemukan para pelaku usaha mikro dan warga dengan misi tunggal: mengakselerasi koperasi lokal agar semakin tangguh dan membawa produk UMKM naik kelas secara terstruktur.

    Mengusung tema “Koperasi Kuat, UMKM Naik Kelas: Membangun Kemandirian dan Kesejahteraan Ekonomi Masyarakat Mimika”, agenda ini dirancang sebagai wadah pembekalan teknis sekaligus inkubasi gagasan. Pasar lokal di Kabupaten Mimika terus bergeliat, menuntut kesiapan para pelaku usaha kecil agar tidak hanya menjadi penonton dalam perputaran modal yang kian dinamis.

    Penguatan Basis Data Pelaku Usaha Lewat Sistem Digital Daerah

    Pemerintah Kabupaten Mimika menyambut baik inisiatif komunitas masyarakat yang proaktif membangun daya tahan ekonomi anggotanya. Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Mimika, Samuel Yogi, menegaskan bahwa kemitraan lintas sektor merupakan kunci utama percepatan pemberdayaan ekonomi kerakyatan. Keterbukaan instansi pemerintah dalam merangkul lembaga kemasyarakatan dinilai krusial untuk menjembatani program-program bantuan tepat sasaran.

    Samuel memberikan apresiasi khusus terhadap inisiatif DPD LDII Mimika yang secara mandiri memetakan serta mendata jejaring koperasi dan unit usaha binaannya. Bagi pemerintah daerah, validitas data di tingkat akar rumput merupakan instrumen paling esensial dalam menentukan intervensi kebijakan.

    "Kami dari Pemda Mimika sangat berterima kasih dan mengapresiasi LDII Kabupaten Mimika. Melalui sosialisasi dan pendataan yang tersistem ini, kami berharap seluruh pelaku UMKM dan koperasi binaan LDII segera mendaftarkan usahanya ke dalam aplikasi UMKM Go Digital dan Online Data System (ODS) Koperasi milik Diskop UMKM Mimika," ujar Samuel Yogi.

    Ketepatan data usaha bukan semata urusan formalitas administratif di atas kertas. Pemkab Mimika memerlukan basis data faktual untuk menganalisis kebutuhan riil pelaku usaha di lapangan, menyusun skema pendampingan teknis, memberikan fasilitas perizinan, hingga mengarahkan para pegiat usaha lokal agar siap bermutasi ke ranah ekonomi digital.

    Ruang Terbuka Pengembangan Usaha Inklusif bagi Seluruh Elemen Masyarakat

    Percepatan ekonomi tidak boleh berjalan eksklusif. Samuel memandang kolaborasi terpadu antara institusi pemerintah dan ormas keagamaan seperti LDII dapat menjadi percontohan bagi entitas kepemudaan serta paguyuban lainnya di Papua Tengah untuk turut mengambil peran aktif membina para pengusaha pemula.

    Kesetaraan akses menjadi fondasi penting dalam iklim berusaha di Mimika. Menurut Samuel, peluang pertumbuhan terbuka lebar bagi seluruh strata sosial tanpa membedakan latar belakang kedaerahan.

    "Tidak ada waktu lagi, ini saatnya kita harus bersaing dalam dunia usaha. Kesempatan ini terbuka lebar bagi seluruh masyarakat, baik Orang Asli Papua (OAP) seperti suku Amungme dan Kamoro, warga Nusantara, maupun anak cucu perintis (Labeti) yang ada di Kabupaten Mimika. Semuanya memiliki hak yang sama untuk maju," tegas Samuel Yogi.

    Pandangan tersebut menegaskan bahwa kompetisi usaha di kawasan industri dan penyangga ini membutuhkan kompetensi, ketekunan, serta kemampuan merespons tren pasar secara adil dan merata.

    Seminar Ekonomi DPD LDII Mimika bersama Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Mimika

    Membangun Ekosistem Mandiri Melalui Peningkatan Kualitas Produk Lokal

    Pada kesempatan yang sama, Ketua DPD LDII Mimika La Ode M. Norris Ashara menggarisbawahi urgensi penguatan unit koperasi bersama sektor riil mikro sebagai pilar pertahanan ekonomi keluarga. Mimika memiliki potensi melimpah, mulai dari daya cipta masyarakat, komoditas khas, hingga kapasitas sumber daya manusianya yang terus berkembang.

    Norris memotivasi para peserta agar berani mengambil langkah ekspansif dalam berusaha tanpa melupakan pemanfaatan platform digital modern untuk menjangkau pangsa pasar yang lebih luas.

    "Kami mendorong masyarakat membuka usaha, mengembangkan usaha yang telah berjalan, meningkatkan kualitas produk, memperluas pemasaran, hingga memanfaatkan teknologi digital," ujar La Ode M. Norris Ashara.

    Aktivitas niaga, menurut Norris, harus dimaknai lebih dari sekadar perburuan laba finansial semata. Kegiatan ekonomi yang sehat memikul dimensi sosial yang luas: menghidupi keluarga, menyerap tenaga kerja lokal, menghidupkan roda perdagangan di perkampungan, serta menyumbang kontribusi nyata bagi pembangunan daerah.

    Prinsip kerja "berdaya, berkarya, dan bermanfaat" menjadi landasan moral para kader usaha binaan LDII. Berdaya diwujudkan melalui peningkatan kapasitas manajerial, berkarya lewat produk bermutu tinggi, dan bermanfaat dengan membagikan nilai positif kepada lingkungan sosial sekitar.

    Selain kapasitas produksi, kepedulian terhadap konsumsi produk lokal disuarakan secara lantang. Gerakan membeli barang hasil produksi sesama warga dinilai sebagai mekanisme paling konkret dalam menjaga likuiditas pasar lokal tetap berputar di Kabupaten Mimika.

    📖 Glosarium Istilah

    • Online Data System (ODS) Koperasi: Sistem pendataan daring resmi milik kementerian/dinas yang digunakan untuk mencatat, memperbarui, dan memantau status kelembagaan serta operasional koperasi secara nasional.
    • UMKM Go Digital: Program strategis terpadu yang memfasilitasi transformasi usaha mikro, kecil, dan menengah untuk memanfaatkan kanal transaksi digital serta ekosistem e-commerce.
    • Orang Asli Papua (OAP): Istilah legal-formal untuk masyarakat adat yang berasal dari rumpun ras Melanesia yang mendiami wilayah Papua, termasuk suku Amungme dan Kamoro di Mimika.
    • Labeti (Anak Cucu Perintis): Sebutan sosiologis di Mimika bagi generasi keturunan warga perintis yang telah lama bermukim, beranak-pinak, dan ikut membangun daerah tersebut bersama masyarakat asli.

    Penguatan simpul ekonomi tidak mungkin bertumpu pada satu sektor saja. Keterpaduan antara jajaran regulator, kalangan swasta, lembaga keuangan perbankan, akademisi, organisasi kemasyarakatan, dan para pelaku UMKM diharapkan melahirkan kesepakatan riil pasca-seminar demi terwujudnya kemandirian ekonomi yang berkelanjutan di tanah Papua.

  • Baca juga artikel menarik lainnya di situs kami.