Sinergi LDII Magelang dan Polresta Perkuat Stabilitas Kamtibmas Melalui Pembinaan Karakter Generasi Muda

Sinergi LDII Magelang dan Polresta Perkuat Stabilitas Kamtibmas Melalui Pembinaan Karakter Generasi Muda
foto: ilustrasi
  • Kapolresta Magelang, Kombes Pol. Edy Bagus Sumantri, secara khusus melakukan kunjungan silaturahim ke jajaran Dewan Pimpinan Daerah (DPD) LDII Kabupaten Magelang guna memperkokoh kolaborasi dalam menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas). Pertemuan yang berlangsung di Pondok Pesantren Sabilul Muttaqin, Magelang, Jawa Tengah, pada Selasa (11/8) tersebut menjadi momentum penting bagi kedua belah pihak untuk menyelaraskan langkah dalam menciptakan lingkungan yang kondusif di wilayah Kabupaten Magelang.

    Dalam pertemuan hangat yang juga dihadiri oleh pejabat utama Polresta Magelang, Kombes Pol. Edy Bagus Sumantri memberikan apresiasi tinggi atas peran aktif warga LDII dalam mendukung tugas-tugas kepolisian di tingkat akar rumput. Menurutnya, partisipasi masyarakat merupakan pilar utama dalam menjaga ketertiban umum yang tidak bisa hanya ditangani oleh aparat penegak hukum semata.

    Apresiasi Kepolisian terhadap Peran Aktif Ormas dalam Menjaga Ketertiban

    Kombes Pol. Edy Bagus Sumantri menegaskan bahwa kehadiran organisasi kemasyarakatan seperti LDII memiliki dampak signifikan terhadap pencegahan konflik dan gangguan keamanan. Ia memandang dukungan warga dalam menjaga harmoni di lingkungannya telah membantu meringankan beban kepolisian dalam memelihara ketenangan di tengah masyarakat yang heterogen.

    “Kami menyampaikan apresiasi kepada warga LDII yang selama ini turut membantu Polri menjaga kamtibmas. Dukungan masyarakat sangat penting untuk menciptakan lingkungan yang aman dan nyaman,” ujar Kombes Edy saat memberikan sambutan di hadapan pengurus LDII.

    Ia menambahkan bahwa komunikasi intensif antara Polri dengan elemen organisasi keagamaan perlu terus dirawat. Hal ini bertujuan agar potensi persoalan keamanan dapat dideteksi dan diselesaikan secara persuasif sebelum berkembang menjadi masalah yang lebih besar. Pendekatan berbasis komunitas dinilai lebih efektif dalam menjaga kohesi sosial jangka panjang.

    Penguatan Kesadaran Hukum dan Wawasan Kebangsaan bagi Generasi Muda

    Fokus kerja sama antara LDII Magelang dan Polresta tidak hanya terbatas pada patroli fisik, melainkan juga menyasar pada ranah edukasi. Kombes Pol. Edy mendorong para tokoh agama dan jajaran pengurus organisasi untuk senantiasa memberikan literasi kepada warga, khususnya kelompok milenial dan Z, agar tidak terjebak dalam tindakan yang melanggar hukum.

    “Pencegahan tidak hanya dilakukan melalui tindakan kepolisian. Edukasi dan komunikasi juga memiliki peran penting. Kami berharap kerja sama dengan LDII dapat terus dikembangkan melalui berbagai kegiatan di masyarakat,” tutur Kombes Edy menegaskan komitmennya.

    Gayung bersambut, Ketua DPD LDII Kabupaten Magelang, Gunawan Budi Sulistiyo, menyambut positif inisiatif penguatan hubungan tersebut. Baginya, kunjungan Kapolresta menjadi validasi atas kemitraan strategis yang selama ini telah terajut erat. Ia meyakini bahwa keterbukaan komunikasi lintas lembaga akan menjamin kelancaran berbagai program sosial dan keagamaan yang dijalankan organisasi.

    “Kami menyambut positif kunjungan Kapolresta Magelang. Hubungan dengan Polri selama ini berjalan baik dan kami ingin terus menjaga komunikasi tersebut agar semakin bermanfaat bagi masyarakat,” ungkap Gunawan Budi Sulistiyo.

    Implementasi Sinergi Pembinaan Santri di Berbagai Tingkatan Organisasi

    Gunawan memaparkan bahwa sinergi antara LDII dan kepolisian selama ini telah diwujudkan secara konkret melalui pembinaan generasi muda. Personel kepolisian seringkali hadir sebagai narasumber dalam kegiatan pelatihan yang diselenggarakan mulai dari tingkat Pimpinan Anak Cabang (PAC) di kelurahan, Pimpinan Cabang (PC) di kecamatan, hingga tingkat kabupaten.

    Materi yang disampaikan jajaran Polri mencakup aspek-aspek krusial seperti kesadaran hukum sejak dini, kedisiplinan, teknik keamanan lingkungan mandiri, hingga wawasan kebangsaan. Hal ini diharapkan mampu membentuk karakter pemuda yang taat hukum sekaligus memiliki rasa nasionalisme yang tinggi.

    “Generasi muda perlu memahami hukum sejak dini. Mereka juga perlu mengetahui hak dan kewajiban sebagai warga negara serta memahami konsekuensi dari setiap tindakan yang dilakukan,” tegas Gunawan saat menjelaskan urgensi keterlibatan kepolisian dalam kurikulum pembinaan santri.

    Ke depan, LDII berharap kolaborasi ini dapat diperluas melalui format-format kegiatan yang lebih variatif, seperti seminar penyuluhan hukum terpadu dan pembinaan kebangsaan yang lebih intensif bagi para santri di pondok pesantren. Dengan wawasan praktis dari kepolisian, para santri diharapkan tidak hanya unggul dalam ilmu agama, tetapi juga menjadi warga negara yang teladan dan sadar hukum.

    📖 Glosarium Istilah

    • Kamtibmas: Akronim dari Keamanan dan Ketertiban Masyarakat, merujuk pada suatu kondisi dinamis masyarakat sebagai salah satu prasyarat terselenggaranya proses pembangunan nasional.
    • DPD LDII: Dewan Pimpinan Daerah Lembaga Dakwah Islam Indonesia, struktur kepengurusan organisasi LDII di tingkat kabupaten/kota.
    • Polresta: Kepolisian Resor Kota, unit komando kepolisian di wilayah hukum kabupaten atau kota besar yang dipimpin oleh seorang Komisaris Besar Polisi.
    • Wawasan Kebangsaan: Cara pandang bangsa Indonesia mengenai diri dan lingkungannya, mengutamakan kesatuan dan persatuan wilayah dalam penyelenggaraan kehidupan bermasyarakat.
  • Baca juga artikel menarik lainnya di situs kami.