Sikapi Kemarau Panjang dan El Nino, Ribuan Santri Ponpes Wali Barokah Gelar Salat Istisqa

Sikapi Kemarau Panjang dan El Nino, Ribuan Santri Ponpes Wali Barokah Gelar Salat Istisqa
foto: ilustrasi / istimewa
  • Ribuan santri bersama para ulama, dewan guru, dan jajaran pengurus Pondok Pesantren (Ponpes) Wali Barokah memadati halaman pesantren di Kota Kediri, Jawa Timur, untuk melaksanakan salat Istisqa berjamaah pada Selasa pagi. Langkah spiritual ini ditempuh sebagai ikhtiar batin dalam merespons cuaca ekstrem kemarau panjang yang berdampak luas terhadap ketersediaan air dan sektor lingkungan di berbagai wilayah Indonesia.

    Pelaksanaan ibadah permohonan hujan tersebut sejalan dengan arahan Dewan Pimpinan Pusat Lembaga Dakwah Islam Indonesia (DPP LDII) yang menginstruksikan seluruh jajaran organisasi di tingkat wilayah hingga daerah untuk proaktif menyikapi krisis iklim lewat jalur doa dan aksi nyata.

    Instruksi Serentak Menghadapi Dampak Fenomena El Nino

    Kondisi kemarau berkepanjangan tahun ini diperparah oleh dinamika atmosfer global, khususnya fenomena El Nino yang memicu kenaikan suhu permukaan laut di Samudra Pasifik bagian tengah dan timur. Dampaknya terasa nyata di tanah air: pasokan awan hujan berkurang drastis, frekuensi kekeringan meluas, dan potensi kebakaran hutan serta lahan kian meningkat hingga mengancam stabilitas kesehatan masyarakat.

    Ketua Umum DPP LDII Dody Taufiq Wijaya menegaskan bahwa imbauan salat Istisqa digulirkan secara terstruktur ke pondok-pondok pesantren dan struktur organisasi di seluruh Nusantara.

    “Pondok-pondok pesantren yang bekerja sama dengan LDII juga telah melaksanakan salat Istisqa, agar musim kemarau tidak berkepanjangan,” jelas Dody Taufiq Wijaya.

    Menurut Dody, pendekatan spiritual ini tidak berdiri sendiri, melainkan diiringi komitmen konsisten warganya dalam menjaga ketahanan ekologis melalui gerakan penanaman pohon, konservasi air, dan mitigasi kebakaran lahan.

    Muhasabah Diri dan Dimensi Spiritual di Tengah Krisis Iklim

    Salat Istisqa di Ponpes Wali Barokah dipimpin langsung oleh Pengasuh Ponpes Wali Barokah, KH Sabela Rosyada, yang bertindak sebagai imam sekaligus khatib. Dalam khutbahnya, ulama yang juga menjabat sebagai Dewan Penasehat Pusat DPP LDII tersebut menekankan pentingnya introspeksi diri (muhasabah) ketika manusia berhadapan dengan ujian alam.

    Di tengah kekeringan yang melanda lingkungan sekitar, lingkungan pesantren sendiri tetap memiliki ketersediaan air tanah yang mencukupi untuk kebutuhan ribuan santri, sebuah anugerah yang menurutnya patut disyukuri secara mendalam.

    “Ini bukan sekadar kebetulan, tapi merupakan rahmat dan pertolongan Allah SWT yang dicurahkan kepada para hamba-Nya yang beriman dan senantiasa menjaga kebersamaan,” ujar KH Sabela Rosyada.

    Ia menguraikan bahwa tertahannya tetesan air hujan dari langit merupakan peringatan ilahi agar umat manusia mengevaluasi perilaku hidup, membersihkan diri dari kekeliruan moral, serta melipatgandakan tobat secara tulus.

    “Menghadapi ujian kemarau ini, marilah kita senantiasa meminta ampun dengan istighfar, mengetuk pintu langit dengan tobat, serta melipatgandakan ketaqwaan dan amal ibadah kita sehari-hari. Semoga Allah SWT mengabulkan permohonan kita dan menurunkan hujan yang penuh barokah, hujan yang membawa manfaat bagi tanaman, hewan, dan seluruh kehidupan manusia,” pesan KH Sabela Rosyada di hadapan para jamaah.

    Wujud Empati Kemanusiaan dan Solidaritas Kebangsaan

    Salat Istisqa yang dihimpun Ponpes Wali Barokah bukan semata-mata ditujukan demi kepentingan internal pondok, melainkan membawa misi solidaritas sosial bagi masyarakat luas yang tengah mengalami krisis air bersih dan penurunan hasil pertanian.

    Wakil Ketua Ponpes Wali Barokah, Agung Riyanto, menyampaikan bahwa gelaran doa bersama ini mencerminkan kepekaan sosial terhadap beban warga terdampak.

    “Kami berharap melalui doa bersama ini, Allah SWT tidak hanya menurunkan hujan yang penuh keberkahan bagi Kota Kediri, tetapi juga memberikan ketenteraman, kesuburan tanah, dan kemudahan air bersih bagi seluruh masyarakat Jawa Timur, bahkan di seluruh Indonesia,” ungkap Agung Riyanto.

    Melalui perpaduan kepasrahan spiritual dan kesadaran ekologis, ikhtiar ini diharapkan menjadi oase penyejuk yang mampu meringankan dampak kemarau panjang sekaligus mempererat jalinan persaudaraan di tengah tantangan lingkungan global.

    📖 Glosarium Istilah

    • Salat Istisqa: Salat sunnah dua rakaat berjamaah yang disertai khutbah khusus untuk memohon curahan air hujan kepada Allah SWT saat terjadi kemarau panjang atau kekeringan.
    • El Nino: Fenomena pemanasan suhu permukaan air laut di atas rata-rata normal di kawasan Samudra Pasifik tropis tengah dan timur yang memicu penurunan curah hujan di kawasan Indonesia.
    • Muhasabah: Praktik introspeksi, mawas diri, atau evaluasi spiritual atas segala perbuatan, sikap, dan dosa yang telah dilakukan untuk menuju perbaikan diri.
    • Ponpes Wali Barokah: Lembaga pondok pesantren rujukan berskala nasional yang berpusat di Kota Kediri, Jawa Timur, dan terafiliasi dengan pembinaan dakwah LDII.
  • Baca juga artikel menarik lainnya di situs kami.