Ribuan pasang langkah kaki berpadu mengiringi segarnya udara pagi di kawasan Kertosono saat Pondok Pesantren Al Ubaidah menggelar agenda Jalan Sehat Bersama Keluarga (Jasbekel), Sabtu. Tidak kurang dari 2.000 peserta tumpah ruah memadati rute yang disiapkan panitia, menjadikan ajang olahraga massal yang dipadukan dengan bazar rakyat ini sebagai panggung kebersamaan yang sarat energi positif antara kalangan santri, pemangku kebijakan daerah, dan masyarakat luas.
Sinergi Harmonis Unsur Pemerintahan Daerah dan Pesantren
Kehadiran orang nomor satu di Nganjuk membuktikan perhatian nyata pemerintah daerah terhadap denyut aktivitas pondok pesantren. Bupati Nganjuk Marhaen Djumadi hadir secara langsung mendampingi langkah para peserta, didampingi jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Nganjuk. Rombongan pejabat daerah tersebut berbaur akrab bersama barisan guru, dewan asatidz, ribuan santri Ponpes Al Ubaidah, serta pelajar dari SMK Budi Utomo yang datang berseragam rapi.
Langkah kaki bersama di sepanjang jalan pedesaan Kertosono itu mencerminkan relasi harmonis yang terjalin erat. Tidak ada jarak feodal antara pejabat publik dan warga pesantren; dialog ringan dan tegur sapa hangat terus mengalir sepanjang rute tempuh, menciptakan suasana guyub rukun yang begitu terasa.
"Kebersamaan di antara seluruh komponen masyarakat, santri, dan jajaran pimpinan daerah seperti pagi ini menjadi pondasi penting dalam menciptakan stabilitas serta kemajuan daerah. Olahraga bersama keluarga besar pesantren mengalirkan energi kebersamaan yang sangat positif," tutur Bupati Nganjuk Marhaen Djumadi.
Penguatan Ketahanan Keluarga Melalui Olahraga Massal
Konsep Jasbekel dirancang secara khusus untuk menempatkan institusi keluarga sebagai basis kebugaran fisik dan keharmonisan sosial. Melibatkan keluarga besar pesantren dan pelajar SMK Budi Utomo memberi ruang rekreasi sehat di tengah padatnya kurikulum pendidikan agama dan kejuruan.
Para pendidik dan santri tampak antusias menuntaskan jarak tempuh sembari saling menyemangati rekan sejawat. Aktivitas fisik semacam ini dipandang efektif dalam memupuk ketahanan mental, melatih kedisiplinan, sekaligus mereduksi kejenuhan rutinitas belajar formal di lingkungan asrama.
Geliat Ekonomi Kerakyatan Melalui Stan Bazar Mandiri
Kemeriahan jalan sehat kian lengkap berkat hadirnya stan-stan bazar yang mengelilingi pelataran utama pesantren. Stan tersebut memamerkan sekaligus menjajakan rupa-rupa produk olahan pangan bernutrisi, makanan tradisional, hingga produk kreatif hasil karya santri dan masyarakat lokal di sekitar Kertosono.
Aktivitas jual beli yang berlangsung dinamis pascalangkah jalan sehat tidak hanya memanjakan selera para peserta setelah menempuh rute olahraga, melainkan turut menggerakkan perputaran ekonomi lokal secara riil. Transaksi yang terbentuk memperlihatkan kemandirian santri dalam mengasah jiwa kewirausahaan sejak dini di bangku pesantren.
📖 Glosarium Istilah
- Jasbekel: Singkatan dari Jalan Sehat Bersama Keluarga, agenda olahraga rekreasi massal yang berfokus pada kebersamaan keluarga dan lingkungan pendidikan.
- Forkopimda: Forum Koordinasi Pimpinan Daerah, wadah koordinasi yang menghimpun bupati, kepolisian, kejaksaan, dan TNI dalam menjaga stabilitas daerah.
- Ponpes Al Ubaidah Kertosono: Lembaga pendidikan Islam berbasis pesantren yang berlokasi di Kecamatan Kertosono, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur.
Melalui agenda Jasbekel dan bazar ini, Pondok Pesantren Al Ubaidah Kertosono kembali menegaskan posisinya bukan semata sebagai kawah candradimuka pendalaman ilmu agama, melainkan juga simpul penggerak silaturahmi sosial, kebugaran jasmani, dan penguatan ekonomi kerakyatan di Kabupaten Nganjuk.
Baca juga artikel menarik lainnya di situs kami.