LAMASI – Sebagai bentuk ikhtiar spiritual dalam menghadapi krisis air akibat fenomena kekeringan yang melanda, Pimpinan Cabang (PC) Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Kecamatan Lamasi menginisiasi pelaksanaan Salat Istisqa. Kegiatan ini dilaksanakan secara kolaboratif bersama Pemerintah Kecamatan Lamasi, Kantor Urusan Agama (KUA), serta berbagai elemen ormas Islam setempat di Lapangan Alun-Alun Raden Mas Diarso Sugondo, Sulawesi Selatan, pada Sabtu (12/9/2026).
Sinergi Lintas Sektor dalam Menghadapi Krisis Lingkungan
Pelaksanaan ibadah sunah ini bukan sekadar rutinitas keagamaan, melainkan representasi solidaritas masyarakat dan pemerintah daerah dalam merespons tantangan alam. Kehadiran berbagai unsur, mulai dari pejabat pemerintah hingga tokoh masyarakat, menunjukkan adanya kesepahaman untuk mencari solusi atas kendala ketersediaan air bersih yang mulai dirasakan warga.
Imbauan Pemerintah Terkait Mitigasi dan Penghematan Sumber Daya Air
Menanggapi kondisi cuaca ekstrem, Pemerintah Kecamatan Lamasi menegaskan bahwa doa harus dibarengi dengan tindakan konkret di lapangan. Selain memohon rahmat dari Yang Maha Kuasa, warga didorong untuk lebih bijak dalam mengonsumsi air dan menjalin semangat berbagi di tengah keterbatasan.
"Selain berdoa, tentu kita juga melakukan upaya bersama. Dalam kondisi sekarang ini, kita sebagai pemerintah menganjurkan untuk tetap menghemat air dan berbagi air kepada masyarakat," ujar Camat Lamasi, Awaluddin Syahbutu.
Lebih lanjut, Awaluddin menekankan pentingnya introspeksi diri bagi seluruh warga. Ia mengajak masyarakat untuk terus memperbanyak permohonan ampunan dengan harapan agar ekosistem segera membaik melalui turunnya hujan yang membawa keberkahan.
"Kita sama-sama memohon kepada Allah dan meminta ampunan kepada Allah agar harapan kita bersama, hujan bisa turun dengan cepat," tambahnya.
Harapan akan Keberkahan dan Kewaspadaan Dini Masyarakat
Ketua PC LDII Lamasi, Turhamun, menyatakan bahwa kegiatan ini merupakan wujud nyata kepedulian organisasi terhadap kondisi lingkungan sosial. Fokus utamanya adalah memohon turunnya hujan yang memberikan manfaat luas bagi kelangsungan hidup umat di wilayah tersebut.
"Tujuannya meminta pertolongan kepada Allah agar menurunkan hujan yang barokah, hujan yang bermanfaat, dan hujan yang bisa memberi kemaslahatan kepada umat yang ada di Lamasi," ujar Turhamun.
Selain aspek spiritual, Turhamun juga mengingatkan risiko laten yang muncul saat musim kemarau panjang, yakni potensi kebakaran lahan maupun pemukiman. Kewaspadaan masyarakat menjadi kunci utama untuk menekan risiko bencana susulan selama periode kekeringan ini berlangsung.
"Dalam kondisi kekeringan seperti ini tentunya harus berhemat dan waspada, apalagi kekeringan ini bisa memicu adanya kebakaran yang bisa terjadi di mana-mana," tutur Turhamun menegaskan pentingnya antisipasi dini.📖 Glosarium Istilah
- Salat Istisqa: Salat sunah dua rakaat yang dilakukan untuk memohon kepada Allah SWT agar diturunkannya hujan.
- PC LDII: Pimpinan Cabang Lembaga Dakwah Islam Indonesia, tingkat kepengurusan organisasi di level kecamatan.
- KUA: Kantor Urusan Agama, instansi pemerintah yang mengurus masalah keagamaan di tingkat kecamatan.
Baca juga artikel menarik lainnya di situs kami.