Ponpes Wali Barokah Semarakkan Family Walk Fun SYIAR 2026, Wali Kota Kediri Dorong Gaya Hidup Sehat

Ponpes Wali Barokah Semarakkan Family Walk Fun SYIAR 2026, Wali Kota Kediri Dorong Gaya Hidup Sehat
foto: ilustrasi

KEDIRI – Pondok Pesantren (Ponpes) Wali Barokah Kediri mempertegas komitmennya dalam mendukung pembiasaan pola hidup bugar di ruang publik. Hal tersebut tercermin lewat keikutsertaan salah seorang tenaga pendidik Ponpes Wali Barokah, M. Ardianto Nur Hasan P, dalam gelaran jalan sehat bertajuk Family Walk Fun SYIAR 2026, Minggu pagi (6/9). Agenda jalan santai yang diinisiasi oleh Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Kediri ini berpusat di Jalan Basuki, tepat di depan kawasan Balai Kota Kediri.

Ribuan langkah menyusuri ruas jalan protokol Kota Kediri sejak fajar merekah. Wali Kota Kediri, Vinanda Prameswati, hadir langsung melepas rombongan peserta sekaligus berbaur menyusuri rute bersama jajaran pejabat serta masyarakat luas. Kehadiran elemen pesantren berdampingan dengan warga menegaskan harmonisasi sosial yang selama ini terbangun di Kota Tahu tersebut.

Keterlibatan Pondok Pesantren dalam Membangun Budaya Sehat

Partisipasi kalangan pondok pesantren bukan sekadar simbol seremonial, melainkan wujud kesadaran kolektif bahwa kesehatan jasmani merupakan modal krusial bagi produktivitas keilmuan dan pembinaan umat. Ponpes Wali Barokah Kediri konsisten mengirimkan delegasi pada kegiatan-kegiatan olahraga maupun sosial kemasyarakatan di daerah.

M. Ardianto Nur Hasan P yang mewakili institusi pendidikan Islam tersebut menyatu di tengah derap langkah ribuan warga. Udara pagi yang sejuk di sepanjang rute Jalan Basuki memantik antusiasme peserta dari ragam latar belakang profesi, usia, dan kelompok keluarga.

Sorotan Rendahnya Rata-Rata Langkah Kaki Harian Masyarakat

Sebelum mengibarkan bendera start, Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati menyampaikan sambutan yang menggarisbawahi urgensi peningkatan intensitas gerak fisik harian. Ia menyoroti fenomena minimnya kebiasaan berjalan kaki penduduk Indonesia berlandaskan data resmi kementerian teknis.

"Tadi pagi saya sempat membaca bahwa menurut data survei dari Kementerian Kesehatan ternyata warga negara Indonesia ini rata-rata jalannya ini hanya kurang lebih 3.500 saja. Nah, ini saya melihat bahwa ternyata kita ini kurang olahraga. Alhamdulillah BI dalam rangka SYIAR 2026 ini salah satu kegiatannya adalah family walk fun," ujar Vinanda Prameswati.

Merujuk pada catatan kesehatan tersebut, Vinanda yang akrab disapa Mbak Wali menilai inisiatif Bank Indonesia melalui program SYIAR 2026 sangat relevan menjawab problem gaya hidup pasif (sedentary lifestyle). Menurutnya, membiasakan tubuh bergerak aktif tidak harus dimulai dari latihan berintensitas berat, melainkan cukup dengan konsistensi langkah kaki santai setiap hari.

Ruang Olahraga Rekreatif dan Penguatan Ketahanan Keluarga

Lebih jauh, Vinanda memaparkan bahwa kegiatan ini memiliki nilai ganda. Selain membakar kalori dan merangsang metabolisme tubuh, momen berolahraga di hari libur menjadi medium efektif untuk memulihkan interaksi hangat di antara anggota keluarga.

"Saya berdoa semoga Bapak Ibu senantiasa diberikan kesehatan. Serta kegiatan hari ini juga bisa berjalan dengan lancar dan memberikan manfaat bagi kita semua," ungkap Mbak Wali di hadapan para peserta yang memadati garis awal perlombaan.

Atmosfer rekreatif yang menyelimuti Family Walk Fun mereduksi kesan berat dari sebuah aktivitas olahraga. Percakapan santai sepanjang lintasan antaranggota keluarga dan sahabat menjadi wahana relaksasi dari rutinitas harian, sekaligus mempererat kohesi sosial di tingkat akar rumput.

Sinergi Elemen Forkopimda dan Tokoh Lintas Sektoral

Penyelenggaraan jalan santai ini turut menjadi gelanggang penguat koordinasi antarinstansi di Kota Kediri. Sejumlah tokoh strategis tampak hadir menyemarakkan acara dari awal pelepasan hingga pembagian doorprize di panggung utama.

Tampak hadir Wakil Wali Kota Kediri KH. Qowimuddin Thoha, Ketua Tim Penggerak PKK Ning Faiqoh A.M. Qowimuddin, Komandan Brigif 16/Wira Yudha Kolonel Inf M. Sujoko, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Kepala Perwakilan Bank Indonesia Kediri Yayat Cadarajat, Ketua PCNU Kediri K.H. Abu Bakar Abdul Jalil, Kepala Kantor Kemenag A. Zamroni, para asisten sekda, hingga pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) se-Kota Kediri.

Kolaborasi lintas sektor antara regulator moneter, pemerintah daerah, institusi militer, aparat penegak hukum, serta organisasi keagamaan ini menumbuhkan optimisme bahwa ajakan hidup sehat dan harmoni bermasyarakat di Kediri akan terus terjaga secara berkelanjutan.

📖 Glosarium Istilah

  • KPwBI: Kantor Perwakilan Bank Indonesia, unit kerja teritorial Bank Indonesia yang bertugas mengawal kestabilan moneter, sistem pembayaran, dan pengembangan ekonomi daerah.
  • SYIAR 2026: Rangkaian program tematik dan edukatif yang digagas perbankan/BI guna mendorong sinergi perekonomian, literasi keuangan, dan kebersamaan masyarakat.
  • Forkopimda: Forum Koordinasi Pimpinan Daerah, wadah komunikasi dan sinergi pimpinan instansi pemerintah, kepolisian, dan militer di tingkat kabupaten/kota.
  • Ponpes Wali Barokah: Lembaga pendidikan Islam berasrama yang berpusat di Kota Kediri, aktif membina santri dari berbagai daerah di Indonesia serta berkontribusi dalam dinamika kemasyarakatan lokal.

Baca juga artikel menarik lainnya di situs kami.