Pondok Pesantren (Ponpes) Al Ubaidah Kertosono, Nganjuk, Jawa Timur, menggelar perhelatan akbar bertajuk Jalan Sehat Bersama Keluarga (Jasbekel) yang dipadukan dengan bazar Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM). Kegiatan yang berlangsung pada Sabtu (29/8/2026) ini dilaksanakan dalam rangka memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Sebanyak 2.000 peserta yang terdiri dari santri, tenaga pendidik, keluarga besar pesantren, hingga pelajar SMK Budi Utomo tumpah ruah memadati area pesantren untuk merayakan kemerdekaan dengan semangat kebersamaan.
Penanaman Nilai Kedisiplinan dan Karakter Kebangsaan
Agenda tahunan ini mendapatkan perhatian khusus dan apresiasi tinggi dari Bupati Nganjuk, Marhaen Djumadi, beserta jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda). Kehadiran jajaran pimpinan daerah tersebut menjadi bukti nyata sinergi antara lembaga pendidikan agama dengan pemerintah dalam membangun karakter generasi muda yang cinta tanah air. Bupati Marhaen mengaku terkesan dengan tingkat kedisiplinan yang ditunjukkan oleh ribuan santri sejak fajar menyingsing.
“Saya diundang jam 6. Saya datang jam 6 kurang sudah ramai. Ini termasuk mengimplementasikan bagaimana kita menghargai pahlawan-pahlawan,” ujar Marhaen Djumadi.
Menurutnya, ketertiban serta antusiasme luar biasa dari para santri merupakan manifestasi dari penghormatan terhadap jasa para pahlawan bangsa. Marhaen juga menyampaikan rasa terima kasihnya kepada pengelola Ponpes Al Ubaidah karena telah berhasil membentuk karakter disiplin santri sejak usia dini. Baginya, kehadiran yel-yel penyemangat yang menggema memberikan atmosfer nasionalisme yang kuat di lingkungan pesantren.
“Kebiasaan-kebiasaan disiplin dididik dari awal. Waktu kita datang, antusiasnya luar biasa, tertib, yel-yelnya bikin merinding. Saya setiap tahun hadir,” tambah Bupati Nganjuk tersebut.
Ekspresi Syukur Atas Kemerdekaan dan Keamanan Bangsa
Pengasuh Ponpes Al Ubaidah Kertosono, Habib Ubaidillah Al Hasany, menegaskan bahwa Jasbekel bukan sekadar ajang olahraga atau hiburan semata, melainkan instrumen pendidikan penting. Kegiatan ini dirancang secara sistematis sebagai ungkapan rasa syukur kolektif kepada Allah SWT atas nikmat kemerdekaan yang telah dinikmati bangsa Indonesia selama delapan dekade lebih.
“Kegiatan menjadi ajang kebersamaan dan olahraga, tetapi juga sarana pendidikan bagi para santri untuk menumbuhkan rasa kebangsaan dan kecintaan terhadap Tanah Air,” papar Habib Ubaidillah.
Lebih lanjut, Habib Ubaid menekankan bahwa rasa cinta terhadap tanah air harus ditanamkan secara mendalam agar tumbuh rasa bangga sebagai bagian dari bangsa Indonesia. Ia meyakini bahwa kecintaan yang tulus akan mendorong setiap individu untuk berupaya menjaga keutuhan negara dari ancaman perpecahan. Kondisi Indonesia yang aman dan stabil merupakan prasyarat utama bagi kelancaran proses belajar mengajar serta pelaksanaan ibadah bagi para santri.
“Jika Indonesia terpecah belah, tentu akan berdampak pada kelancaran mencari ilmu dan keutamaannya adalah kelancaran dalam urusan-urusan ibadah,” imbuhnya dengan penuh penekanan.
Sinergi Ekonomi Kerakyatan dan Pelestarian Budaya Lokal
Selain jalan sehat, kehadiran bazar UMKM di area kegiatan turut memberikan dampak positif secara ekonomi bagi warga sekitar dan lingkungan pesantren. Bazar ini menjadi ruang bagi pelaku usaha lokal untuk memasarkan produk mereka, sekaligus mengedukasi santri mengenai pentingnya kemandirian ekonomi. Hal ini sejalan dengan pesan Camat Kertosono, Widi Cahyono, yang mengajak para santri untuk melanjutkan perjuangan pahlawan melalui aksi-aksi positif yang membangun.
“Mari kita jaga bersama Indonesia sesuai dengan tema pada tahun ini, Indonesia berdaulat, adil dan makmur,” pesan Widi Cahyono kepada para peserta.
Kemeriahan acara semakin lengkap dengan adanya pertunjukan seni bela diri pencak silat oleh para santri. Atraksi fisik yang memukau ini tidak hanya berfungsi sebagai sarana bela diri, tetapi juga sebagai upaya melestarikan warisan budaya leluhur. Perpaduan antara olahraga, penguatan ekonomi melalui UMKM, dan seni budaya lokal menjadikan peringatan HUT RI di Ponpes Al Ubaidah sebagai perhelatan yang komprehensif dalam mempererat persatuan dan kesatuan di lingkungan pesantren.
📖 Glosarium Istilah
- Jasbekel: Akronim dari Jalan Sehat Bersama Keluarga, agenda rutin tahunan Ponpes Al Ubaidah untuk mempererat silaturahmi.
- Forkopimda: Forum Koordinasi Pimpinan Daerah, unsur pimpinan daerah yang terdiri dari Bupati, Ketua DPRD, Kapolres, Dandim, hingga Kajari.
- UMKM: Usaha Mikro Kecil dan Menengah, sektor usaha yang dikelola secara mandiri oleh masyarakat atau perorangan.
- Nasionalisme: Paham atau ajaran untuk mencintai bangsa dan negara sendiri dengan menjunjung tinggi nilai persatuan.
Baca juga artikel menarik lainnya di situs kami.