Pokdakan Al Manshurin Optimalkan Budidaya Lele Berbasis Bioflok Dukungan Bambang Purwanto

Pokdakan Al Manshurin Optimalkan Budidaya Lele Berbasis Bioflok Dukungan Bambang Purwanto
foto: ilustrasi / istimewa

PANGKALAN BUN – Kelompok Pembudidaya Ikan (Pokdakan) Al Manshurin yang merupakan binaan DPD LDII Kabupaten Kotawaringin Barat kini resmi memulai operasional budidaya ikan lele sistem bioflok. Kegiatan ini diawali dengan penebaran 20.000 benih ikan lele ke dalam delapan unit kolam bioflok yang telah selesai dibangun pada Minggu, 6 September 2026.

Sinergi Aspirasi Masyarakat dan Dukungan Pemerintah

Kehadiran fasilitas budidaya ini merupakan wujud nyata realisasi program bantuan dari Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), yang terselenggara berkat aspirasi Anggota DPR RI Dapil Kalimantan Tengah, Bambang Purwanto. Infrastruktur yang diberikan mencakup delapan kolam bundar lengkap dengan sistem aerasi dan bangunan pendukung lainnya guna menjamin produktivitas yang optimal.

Pengurus KUB Pokdakan Al Manshurin, Syamsul Arifin, mengungkapkan rasa syukur atas rampungnya pembangunan fasilitas tersebut yang kini siap digunakan sepenuhnya oleh kelompok.

Alhamdulillah, bantuan sudah kami terima lengkap. Bangunan, kolam, bibit ikan, pakan dan perlengkapannya lainnya. Kami menyampaikan apresiasi kepada Pakde Bambang, atas aspirasinya kepada kami KUB Pokdakan Al Manshurin, ujar Syamsul.

Pendampingan Teknis untuk Keberhasilan Budidaya

Untuk memastikan target produksi tercapai, pihak kelompok tidak hanya menerima bantuan sarana fisik. Proses budidaya ikan lele dengan metode bioflok ini mendapatkan pengawalan intensif dari penyuluh perikanan, Tyas Susilo. Pendampingan ini difokuskan pada manajemen kualitas air yang menjadi kunci keberhasilan sistem bioflok, termasuk pengaturan derajat keasaman (pH) dan pola pemberian pakan yang efisien.

Kami juga terus mendapatkan pendampingan dalam pemeliharaan, termasuk bagaimana mengatur pH air, pemberian pakan dan teknis lainnya. Ini sangat membantu kami dalam menjalankan budidaya, jelas Syamsul.

Dengan bimbingan teknis tersebut, para anggota Pokdakan diharapkan mampu mengelola siklus panen secara konsisten. Inisiatif ini diproyeksikan tidak hanya memperkuat ekonomi kelompok pembudidaya, tetapi juga berkontribusi pada ketahanan pangan mandiri di tingkat lokal serta memberikan dampak ekonomi yang positif bagi masyarakat sekitar.

📖 Glosarium Istilah

  • Bioflok: Teknik budidaya ikan dengan cara menumbuhkan mikroorganisme yang mengolah limbah budidaya menjadi gumpalan gizi yang bisa dimakan kembali oleh ikan.
  • Pokdakan: Kelompok Pembudidaya Ikan, organisasi berbasis masyarakat yang berfokus pada kegiatan budidaya komoditas perikanan.
  • KUB: Kelompok Usaha Bersama, wadah bagi masyarakat untuk melakukan kegiatan ekonomi produktif secara berkelompok.
  • pH Air: Derajat keasaman atau kebasaan suatu perairan yang krusial untuk menjaga kelangsungan hidup dan pertumbuhan ikan.

Baca juga artikel menarik lainnya di situs kami.