Perkuat Silaturahmi, Bupati Nganjuk Buka Jalan Sehat Jasbekel Ponpes Al Ubaidah Kertosono

Perkuat Silaturahmi, Bupati Nganjuk Buka Jalan Sehat Jasbekel Ponpes Al Ubaidah Kertosono
foto: ilustrasi
  • Ribuan warga Pondok Pesantren (Ponpes) Al Ubaidah Kertosono memadati area pesantren guna mengikuti agenda tahunan Jalan Sehat Bersama Keluarga (Jasbekel) 2026. Kegiatan yang dilaksanakan pada 1 September 2026 ini menjadi sangat istimewa karena dibuka langsung oleh Bupati Nganjuk, Marhaen Djumadi. Kehadiran orang nomor satu di Kabupaten Nganjuk tersebut menegaskan dukungan pemerintah daerah terhadap pembinaan jasmani dan penguatan karakter spiritual yang dijalankan di lingkungan pesantren.

    Kehadiran Bupati Nganjuk dan Antusiasme Ribuan Peserta

    Kemeriahan tampak jelas menyelimuti kompleks Ponpes Al Ubaidah Kertosono sejak pagi hari. Berdasarkan laporan panitia, acara Jasbekel edisi 2026 ini diikuti oleh sekitar 2.000 peserta yang terdiri dari para santri, pengurus pondok, serta keluarga besar Ponpes Al Ubaidah. Keikutsertaan ribuan massa ini mencerminkan dinamika pesantren yang tidak hanya fokus pada kajian kitab, namun juga aktif dalam kegiatan sosial yang membangun kebersamaan.

    Bupati Nganjuk, Marhaen Djumadi, S.E, S.H, M.M, M.B.A, dalam sambutannya saat membuka acara, memberikan apresiasi tinggi terhadap inisiatif rutin ini. Beliau menekankan bahwa sinergi antara ulama, santri, dan umaro (pemerintah) adalah kunci utama dalam mewujudkan visi "Nganjuk Melesat". Kehadiran bupati di tengah-tengah warga ponpes juga menjadi simbol pengakuan atas kontribusi besar institusi pendidikan keagamaan dalam menjaga stabilitas sosial di daerah.

    Komitmen Mempererat Kebersamaan dan Nilai Silaturahmi

    Jalan sehat ini bukan sekadar aktivitas olahraga fisik biasa bagi warga Ponpes Al Ubaidah. Jasbekel merupakan bagian dari kurikulum non-formal yang dirancang untuk menjaga kesehatan mental dan fisik seluruh elemen pesantren. Manajemen pesantren memandang bahwa kekompakan internal merupakan fondasi penting dalam proses belajar mengajar yang produktif.

    "Kegiatan ini merupakan kegiatan tahunan di Ponpes Al Ubaidah Kertosono, dengan tujuan untuk memperkuat silaturahim dan menjaga kekompakan warga Ponpes al Ubaidah Kertosono," tulis keterangan resmi pihak Ponpes Al Ubaidah dalam rilis kegiatannya.

    Melalui rute yang telah ditentukan di sekitar kawasan Kertosono, para peserta diajak untuk berinteraksi lebih dekat dengan lingkungan sekitar. Hal ini bertujuan agar para santri memiliki kepekaan sosial terhadap masyarakat di luar tembok pesantren, sejalan dengan prinsip inklusivitas yang terus didorong oleh lembaga tersebut.

    Peran Strategis Pondok Pesantren dalam Pembangunan Daerah

    Penyelenggaraan Jasbekel 2026 juga menjadi momentum bagi Ponpes Al Ubaidah untuk membuktikan diri sebagai pilar penting dalam pembangunan karakter generasi muda atau yang sering disebut sebagai "generus". Dengan dukungan penuh dari Pemerintah Kabupaten Nganjuk, pesantren diharapkan mampu mencetak lulusan yang tidak hanya menguasai ilmu agama, tetapi juga memiliki kebugaran fisik yang prima dan jiwa kepemimpinan yang matang.

    Acara yang berlangsung tertib dan penuh kegembiraan ini diakhiri dengan berbagai pembagian apresiasi bagi peserta. Kesuksesan Jasbekel tahun ini diharapkan mampu meningkatkan semangat warga pondok untuk terus berkontribusi positif bagi kemajuan wilayah Kertosono dan Kabupaten Nganjuk secara keseluruhan.

    📖 Glosarium Istilah

    • Jasbekel: Akronim dari Jalan Sehat Bersama Keluarga, agenda tahunan unggulan di Ponpes Al Ubaidah.
    • Ponpes Al Ubaidah Kertosono: Lembaga pendidikan Islam yang berpusat di Kertosono, Nganjuk, dikenal sebagai pusat penggodokan karakter santri dan dai.
    • Nganjuk Melesat: Visi pembangunan Kabupaten Nganjuk yang menekankan pada percepatan kemajuan di berbagai sektor.
    • Silaturahim: Praktik menjaga hubungan baik dan ikatan persaudaraan antarmanusia yang sangat ditekankan dalam nilai-nilai Islami.
  • Baca juga artikel menarik lainnya di situs kami.