Pontianak — Komitmen pembinaan umat menuntut aksi riil yang melampaui sekat wacana. Menyadari urgensi tersebut, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Kalimantan Barat, Muhajirin Yanis, memberikan apresiasi tinggi terhadap kiprah Dewan Pimpinan Wilayah Lembaga Dakwah Islam Indonesia (DPW LDII) Kalimantan Barat dalam mengedepankan dakwah bil-hal atau dakwah berbasis keteladanan tindakan.
Pernyataan tersebut disampaikan langsung oleh Muhajirin saat menyambut kunjungan silaturahim jajaran DPW LDII Kalbar di ruang VIP Kanwil Kemenag Kalbar, Pontianak. Pertemuan hangat yang turut dihadiri Kepala Bidang Penerangan Agama Islam, Zakat, dan Wakaf (Penaiszawa) Rohadi ini menjadi panggung konsolidasi strategis antara otoritas keagamaan pemerintah dan ormas Islam dalam memetakan tantangan sosial kemasyarakatan terkini.
Sinergi Program Keumatan dan Penguatan Ekosistem Sosial
Muhajirin Yanis menegaskan bahwa model dakwah yang menyentuh ranah perbuatan memiliki daya ubah yang jauh lebih nyata bagi masyarakat luas. Kemenag Kalbar menyoroti berbagai program kerja LDII yang secara konkret selaras dengan agenda prioritas pemerintah, mulai dari sektor pendidikan berwawasan lingkungan melalui sekolah Adiwiyata, kemandirian ekonomi syariah, ketahanan pangan, hingga pemanfaatan energi baru terbarukan.
“Saya menilai program itu langsung menyentuh permasalahan umat, dan sejalan juga dengan program Kemenag. Maka patut didukung. Dakwah tidak hanya disampaikan melalui lisan, tetapi juga harus diwujudkan melalui perbuatan. Ketika masyarakat merasakan manfaatnya, di situlah nilai dakwah hadir secara nyata,” ujar Kakanwil Kemenag Kalbar, Muhajirin Yanis.
Langkah nyata tersebut dipandang krusial karena pembinaan keagamaan di era kontemporer tidak bisa lagi terisolasi dari problem kesejahteraan hidup umat. Muhajirin menggarisbawahi bahwa kemajuan peradaban masyarakat Kalimantan Barat membutuhkan kolaborasi lintas lini yang produktif, bukan sekadar perdebatan gagasan di atas meja.
Kewaspadaan Bersama Terhadap Ancaman Narkoba dan Pergeseran Moral
Di balik apresiasi terhadap capaian sosial, Muhajirin menyematkan pesan khusus mengenai degradasi moral yang kian membayangi generasi penerus bangsa. Lonjakan kasus peredaran narkotika serta merebaknya fenomena perilaku seks menyimpang seperti LGBT menjadi alarm bahaya yang wajib direspons secara terpadu oleh seluruh elemen bangsa.
“Saya berharap kepada LDII agar ikut berperan dalam menyelamatkan generasi bangsa dari pengaruh narkoba. Termasuk yang saat ini membuat keprihatinan bersama meningkatnya LGBT. Penyakit ini mesti ditangani bersama. Kami siap berkolaborasi, karena semuanya untuk kemaslahatan umat dan kemajuan Kalimantan Barat,” tegas Muhajirin.
Peringatan ini menjadi panggilan moral bagi lembaga dakwah untuk terus memperkuat ketahanan keluarga dan membentengi generasi muda dengan penanaman budi pekerti luhur, pemahaman agama yang mendalam, serta lingkungan pergaulan yang sehat.
Orientasi Titik Temu Menuju Musyawarah Wilayah LDII Kalbar
Merespons arahan tersebut, Ketua DPW LDII Kalimantan Barat, Susanto, menyatakan kesiapan penuh organisasinya untuk mengintegrasikan rekomendasi Kemenag ke dalam cetak biru program kerja strategis. Terlebih, silaturahim ini menjadi momentum konsultasi menjelang perhelatan Musyawarah Wilayah (Muswil) DPW LDII Kalbar.
“Silaturahim ini adalah bagian dari komunikasi dengan Kemenag. Bahkan dengan tegas LDII siap menjalin sinergi dan memperkuat untuk membantu suksesnya program prioritas yang telah dicanangkan oleh Kemenag. Kami mohon restu, jika LDII Kalbar akan menggelar Muswil. Masukan dan saran dari Kakanwil akan kami tampung dalam program kerja. Ini komitmen kami sebagai lembaga yang bersinergi dan membantu pemerintah,” ungkap Ketua DPW LDII Kalbar, Susanto.
Susanto menerangkan bahwa fondasi pergerakan LDII senantiasa mengutamakan jalur mencari titik temu daripada mempertajam perselisihan. Melalui pendekatan dakwah berbasis kerja nyata, energi organisasi dapat difokuskan seutuhnya untuk menghadirkan solusi yang langsung meringankan beban masyarakat.
“Dakwah harus hadir dalam kehidupan masyarakat. Karena itu, kami berupaya menerjemahkan nilai-nilai agama melalui karya, pelayanan, dan kontribusi yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat,” pungkas Susanto.
Dalam pertemuan tersebut, Susanto hadir didampingi oleh jajaran pengurus teras DPW LDII Kalbar, di antaranya jajaran Dewan Penasehat Abdurrahman dan Syarif Tahak Alkadrie, Sekretaris Nurbambang, serta perwakilan Biro Organisasi, Kaderisasi, dan Keanggotaan (OKK) Ardian Arifin.
📖 Glosarium Istilah
- Dakwah Bil-Hal: Metode penyebaran nilai-nilai kebaikan Islam melalui keteladanan perbuatan, karya nyata, dan aksi sosial kemasyarakatan, bukan sekadar ceramah lisan.
- Musyawarah Wilayah (Muswil): Forum permusyawaratan tertinggi organisasi tingkat provinsi yang bertugas mengevaluasi kinerja, merumuskan program kerja baru, dan menetapkan kepengurusan periode berikutnya.
- Sekolah Adiwiyata: Program pengembangan sekolah yang berhasil menerapkan kurikulum dan budaya peduli serta berbudaya lingkungan hidup secara berkelanjutan.
Baca juga artikel menarik lainnya di situs kami.