Perkuat Ketahanan Pangan, LDII Enrekang Sinergikan Potensi Lokal dengan Dinas Ketahanan Pangan

Perkuat Ketahanan Pangan, LDII Enrekang Sinergikan Potensi Lokal dengan Dinas Ketahanan Pangan
foto: ilustrasi / istimewa

ENREKANG – DPD LDII Kabupaten Enrekang mengambil langkah strategis dalam menguatkan kemandirian pangan daerah dengan menggandeng Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Enrekang. Kolaborasi ini diwujudkan melalui kegiatan diseminasi bertajuk “Ketahanan dan Keamanan Pangan Menuju Keluarga Sehat dan Mandiri” yang diselenggarakan di Sekretariat DPD LDII Enrekang, Sulawesi Selatan, pada Minggu (20/9/2026).

Kegiatan ini dihadiri oleh 50 peserta yang terdiri dari pengurus Pimpinan Cabang (PC) dan Pimpinan Anak Cabang (PAC) LDII di seluruh wilayah Kabupaten Enrekang. Fokus utama dari forum ini adalah memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai pemanfaatan sumber daya pangan lokal sebagai alternatif dari ketergantungan terhadap beras.

Optimalisasi Potensi Pangan Lokal di Tengah Tantangan Iklim

Ketua DPD LDII Kabupaten Enrekang, Herman Syah, menegaskan bahwa wilayah Enrekang memiliki kekayaan sumber daya nabati yang melimpah namun belum teroptimalkan sepenuhnya. Menurutnya, pemanfaatan pangan lokal menjadi krusial di tengah ancaman musim kemarau panjang yang sering kali memicu penurunan produksi tanaman padi.

Enrekang memiliki beragam sumber pangan lokal yang dapat dikembangkan sebagai alternatif selain beras. Di antaranya berupa gadung, keladi, berbagai jenis umbi-umbian, jagung, jawawut, pisang, dan sukun, ujar Herman Syah.

Lebih lanjut, Herman menekankan pentingnya membangun ketahanan pangan dari tingkat keluarga melalui delapan klaster program kerja LDII. Dengan memanfaatkan pekarangan dan sumber daya yang ada di sekitar rumah, diharapkan warga dapat menjaga stabilitas pemenuhan gizi keluarga secara mandiri.

Sinergi Pemerintah dalam Pendampingan Keamanan dan Nilai Tambah

Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Enrekang, Sri Siswati, menyambut positif inisiatif yang dilakukan oleh LDII. Ia menilai partisipasi aktif warga dalam diversifikasi konsumsi pangan sangat membantu pemerintah dalam menekan ketergantungan pada satu jenis komoditas pokok saja.

Kami mendorong warga LDII untuk lebih aktif memperkenalkan berbagai pangan lokal yang memiliki nilai gizi dan dapat menjadi bagian dari pola konsumsi masyarakat. Sehingga ketergantungan terhadap beras sebagai satu-satunya sumber pangan pokok dapat dikurangi, jelas Sri Siswati.

Selain diversifikasi, pihak Dinas Ketahanan Pangan berkomitmen memberikan pendampingan teknis, mulai dari teknik pengolahan pangan agar aman dikonsumsi hingga strategi pengemasan produk. Langkah ini bertujuan agar produk pangan lokal memiliki nilai ekonomi yang lebih tinggi dan berdaya saing di pasar yang lebih luas.

Standar Keamanan dalam Pengolahan Produk Pangan

Kepala Bidang Keamanan Pangan Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Enrekang, Andi Anhar, menyoroti aspek krusial terkait proses pengolahan yang higienis. Ia mengingatkan bahwa ketersediaan pangan harus dibarengi dengan jaminan keamanan bagi konsumen, mulai dari tahap persiapan bahan mentah hingga penyajian.

Bahan pangan harus diolah dengan tepat agar terhindar dari bakteri maupun kontaminasi yang dapat membahayakan konsumen, tandas Andi Anhar.

Ia memberikan instruksi praktis terkait penanganan bahan pangan, seperti pentingnya mencuci sayuran hingga bersih dari residu serta memastikan kematangan makanan yang sempurna guna meminimalisir risiko kesehatan. Edukasi ini menjadi bekal bagi warga LDII yang sedang merintis usaha olahan pangan berbasis potensi lokal.

📖 Glosarium Istilah

  • Diseminasi: Proses penyebaran informasi atau materi kepada kelompok sasaran agar dapat dipahami dan diterapkan.
  • Diversifikasi Pangan: Upaya penganekaragaman konsumsi pangan agar masyarakat tidak bergantung pada satu jenis makanan pokok saja.
  • PAC (Pimpinan Anak Cabang): Tingkat kepengurusan organisasi LDII yang berada di level desa atau kelurahan.
  • Ketahanan Pangan: Kondisi terpenuhinya kebutuhan pangan bagi rumah tangga yang tercermin dari tersedianya pangan yang cukup, aman, dan bergizi.

Baca juga artikel menarik lainnya di situs kami.