Perkokoh Karakter Generasi Muda di Era Digital, PC LDII Pesanggrahan Gelar CAI-C Vol. III

Perkokoh Karakter Generasi Muda di Era Digital, PC LDII Pesanggrahan Gelar CAI-C Vol. III
foto: ilustrasi / istimewa
  • JAKARTA — Pimpinan Cabang (PC) Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Kecamatan Pesanggrahan kembali menunjukkan konsistensinya dalam membina mentalitas generasi muda. Bertempat di Gedung Serbaguna Bina Insan Mulia, Jakarta Selatan, PC LDII Pesanggrahan menggelar perhelatan edukatif bertajuk Cinta Alam Indonesia untuk Generasi Penerus (CAI-C) Volume III, Minggu (13/9/2026).

    Agenda tahunan yang diikuti oleh 124 peserta kalangan pemuda-pemudi ini mengangkat tema sentral “Menjaga Diri Dalam Iman, Menempa Diri Dalam Perjuangan”. Pemilihan tema tersebut dirancang secara sadar guna merespons dinamika zaman, di mana benturan nilai dan godaan distraksi digital kian menuntut ketahanan spiritual serta keteguhan budi pekerti generasi penerus bangsa.

    Penguatan Integritas Melalui Internalisasi 29 Karakter Luhur

    Ketua Panitia Pelaksana, Nur Kholis, menegaskan bahwa perhelatan CAI-C tahun ini tidak sekadar menjadi ruang temu kangen, melainkan didesain secara komprehensif agar konsep 29 Karakter Luhur yang menjadi pijakan moral LDII dapat diejawantahkan secara konkret ke dalam keseharian peserta.

    Untuk mencapai tujuan tersebut, panitia menyusun rangkaian kegiatan yang menggabungkan pembekalan teoretis dengan simulasi interaktif. Agenda mencakup penyampaian materi tematik, diskusi kelompok terarah (Focus Group Discussion/FGD), aktivitas kebersamaan berbasis kerja sama tim, ruang refleksi personal, hingga kompetisi kuis interaktif yang memicu keaktifan berpikir kritis.

    “Menjaga iman adalah tentang bagaimana tetap memiliki arah, sedangkan perjuangan adalah tentang bagaimana terus melangkah. Pembentukan karakter yang kuat menjadi penentu kualitas generasi muda ke depan,” ujar Nur Kholis di sela-sela kegiatan.

    Menurut Nur Kholis, kombinasi antara keteguhan prinsip keagamaan dan semangat juang tanpa henti merupakan kunci keberhasilan pemuda dalam menavigasi masa depan mereka, baik dalam dunia pendidikan, pekerjaan, maupun interaksi sosial kemasyarakatan.

    Tantangan Ruang Siber dan Urgensi Penanaman Moral Agama

    Sorotan terhadap lanskap teknologi turut menjadi atensi utama para pengurus ormas keagamaan tersebut. Pengurus PC LDII Pesanggrahan, Didi Setiawan, menggarisbawahi bahwa ekspansi ruang digital dan media sosial bagai pisau bermata dua bagi generasi Z dan milenial. Arus informasi yang melimpah tanpa batas dapat mengikis ketahanan mental jika tidak diimbangi dengan fondasi spiritual yang tangguh.

    Didi memaparkan bahwa pemahaman agama yang mendalam berperan sebagai kompas penyaring informasi. Melalui pemahaman doktrin nilai yang kokoh, generasi muda diharapkan tidak terseret arus pergaulan bebas, ujaran kebencian, gaya hidup hedonis, maupun konten-konten nirfaedah yang berseliweran di linimasa gawai pintar mereka.

    Senada dengan hal itu, Mohammad Reino Fhasandi selaku pemateri membedah langkah praktis manifestasi karakter luhur. Di hadapan ratusan peserta, ia menandaskan bahwa moralitas tinggi bukanlah sebatas retorika atau slogan semata, melainkan tercermin langsung melalui kebiasaan-kebiasaan mikro di ruang publik.

    Reino mengajak seluruh generasi penerus untuk memulai kesalehan sosial dari ranah terdekat, seperti menjaga kebersihan fasilitas ibadah, memelihara adab santun antarsesama, serta membangun kepedulian tulus terhadap problematika lingkungan sekitar.

    Ruang Dialog Terbuka Memperteguh Sinergi Pemuda

    Format interaktif yang diusung panitia menuai respons positif dari kalangan peserta. Kansha Syaakira, salah satu peserta program, mengutarakan apresiasinya terhadap penyelenggaraan sesi diskusi kelompok terarah yang memberikan wadah inklusif bagi generasi muda untuk bersuara.

    Bagi Kansha, dinamika kelompok bukan cuma melatih keterampilan komunikasi interpersonal, melainkan juga menghadirkan ruang bertukar gagasan, memperkuat solidaritas emosional, serta memperteguh tekad kolektif dalam meningkatkan kualitas ibadah dan kontribusi sosial.

    Melalui terlaksananya CAI-C Vol. III, jajaran pengurus PC LDII Pesanggrahan menaruh harapan besar agar jejaring generasi muda ini kian solid saling menopang satu sama lain. Dengan membentengi diri dari pengaruh lingkungan yang destruktif, masa muda para kader diharapkan dapat terisi secara optimal lewat ragam kiprah konstruktif yang membawa maslahat bagi agama, keluarga, dan bangsa.

    Seluruh rangkaian acara ditutup dengan sesi dokumentasi bersama yang sarat keakraban serta panjatan doa penutup demi kelancaran ikhtiar pembinaan generasi penerus di masa mendatang.

    📖 Glosarium Istilah

    • CAI-C (Cinta Alam Indonesia untuk Generasi Penerus): Program pembinaan luar ruang dan penanaman karakter moral yang diinisiasi LDII untuk membekali generasi muda menghadapi tantangan zaman.
    • 29 Karakter Luhur: Paket nilai budi pekerti luhur yang ditanamkan dalam sistem pembinaan LDII, mencakup tabiat jujur, amanah, hemat, kerja keras, rukun, kompak, hingga kerja sama yang baik.
    • Focus Group Discussion (FGD): Metode diskusi terarah yang melibatkan kelompok kecil peserta untuk membahas topik tertentu secara intensif dan partisipatif.
    • PC LDII: Pimpinan Cabang Lembaga Dakwah Islam Indonesia pada tingkatan struktur kepengurusan tingkat kecamatan.
  • Baca juga artikel menarik lainnya di situs kami.