Ribuan warga tumpah ruah memadati area Masjid Al-Anhar, Condongcatur, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, Minggu (13/9/2026). Kehadiran masyarakat dari beragam latar belakang tersebut menjadi penanda puncak kemeriahan Condongcatur Fest 2026, sebuah perhelatan kebersamaan yang memadukan aktivitas fisik santai serta unjuk kreasi busana antargenerasi.
Mengusung tema kebersamaan yang inklusif, acara ini dikemas melalui agenda jalan sehat dan peragaan busana (fashion show). Seluruh lapisan warga menyatu tanpa sekat, mulai dari anak-anak hingga kelompok lanjut usia, menciptakan atmosfer lingkungan yang hangat dan harmonis.
Ruang Ekspresi Kreatif Seluruh Lapisan Usia
Ketua Panitia Condongcatur Fest 2026 Said Sapta Wibawa mengungkapkan, inisiatif ini dirancang bukan sekadar sebagai agenda seremonial tahunan, melainkan medium temu muka yang nyata bagi warga demi menampilkan daya cipta masyarakat lokal.
"Condongcatur Fest mempertemukan warga dari berbagai generasi. Pesertanya mulai dari caberawit, pra-remaja, remaja, muda-mudi, bapak-bapak, ibu-ibu, hingga lansia," ujar Said Sapta Wibawa dalam sambutannya.
Pola pelibatan lintas usia telah ditanamkan sejak fase awal kegiatan. Sebelum puncak festival berlangsung, kepanitiaan menyelenggarakan serangkaian prakegiatan (road to event) dengan menggelar berbagai kompetisi, seperti pembuatan konten kreatif di media sosial serta lomba foto kostum keluarga bertema kehangatan rumah tangga.
"Konsepnya kami buat untuk melibatkan warga dari berbagai usia. Kami ingin setiap kelompok dapat ikut mengambil bagian sesuai dengan kemampuan dan minatnya," kata Said Sapta Wibawa.
Penguatan Rajutan Sosial Masyarakat dan Pembinaan Moral
Dukungan penuh terhadap pagelaran ini turut disampaikan oleh pengurus daerah setempat. Interaksi antarwarga yang terbentuk melalui kegiatan terbuka dipandang efektif dalam memperkuat ketahanan sosial di tengah era modernisasi yang kerap memicu individualisme.
Ketua DPD LDII Sleman Suwarjo menegaskan bahwa agenda komunal berskala lingkungan semacam ini menyumbang peran penting dalam pembinaan tata kehidupan bermasyarakat yang rukun dan kompak.
"Warga dari berbagai usia dapat berkumpul dan berinteraksi melalui kegiatan yang sederhana. Pertemuan seperti ini menjadi ruang untuk memperkuat hubungan antarwarga dan menjaga komunikasi di lingkungan masyarakat," ujar Suwarjo.
Suasana guyub yang terbangun selama Condongcatur Fest 2026 membuktikan bahwa jembatan antargenerasi dapat terhubung kokoh melalui media silaturahim yang sehat, kreatif, dan membahagiakan warga.
📖 Glosarium Istilah
- Caberawit: Istilah kultural pembinaan di lingkungan LDII untuk kelompok anak-anak usia dini hingga jenjang sekolah dasar.
- DPD LDII: Dewan Pimpinan Daerah Lembaga Dakwah Islam Indonesia, struktur kepengurusan organisasi pada tingkat kabupaten/kota.
- Road to Event: Rangkaian aktivitas promosi atau kompetisi pendahuluan yang digelar menjelang puncak acara utama.
Baca juga artikel menarik lainnya di situs kami.