Peran Strategis Masjid dalam Diplomasi Perdamaian Dunia

Peran Strategis Masjid dalam Diplomasi Perdamaian Dunia
foto: ilustrasi / istimewa

Jakarta – Menteri Agama Republik Indonesia sekaligus Imam Besar Masjid Istiqlal, Nasaruddin Umar, membuka perhelatan International Grand Imam Conference (IGIC) 2026 di Jakarta pada Jumat (25/9/2026). Konferensi internasional yang mengusung tema “Keharmonisan Masjid, Diplomasi Keagamaan dan Perdamaian Dunia” ini menjadi momentum bersejarah bagi para tokoh agama global.

Sinergi Global dalam Bingkai Diplomasi Keagamaan

Pertemuan ini mencatat sejarah baru dengan hadirnya 29 imam besar dari berbagai negara yang duduk bersama untuk merumuskan langkah strategis dalam menjaga kedamaian dunia. Acara ini tidak sekadar menjadi ajang diskusi, melainkan wadah refleksi dan komitmen kolektif para pemimpin agama.

Ini momen bahagia, 29 imam besar yang tersohor di negara masing-masing duduk bersama. Ini pertama di dunia, momen persahabatan, refleksi dan komitmen bersama, ujar Nasaruddin Umar.

Nasaruddin Umar menekankan bahwa momen ini menyatukan tanggung jawab bersama untuk memastikan agama senantiasa menjadi inspirasi kebijaksanaan dan kasih sayang. Ia berharap konsep ini dapat diperluas di masa depan dengan merangkul pemimpin rumah ibadah lintas agama demi menciptakan keselarasan sosial yang lebih luas, seperti pelestarian lingkungan dan efisiensi energi.

Manifestasi Fungsi Masjid sebagai Pusat Peradaban

Ketua Umum DPP LDII, Dody Taufiq Wijaya, yang turut hadir dalam acara tersebut, memberikan apresiasi tinggi terhadap inisiatif Masjid Istiqlal dan Ittihad Persaudaraan Imam Masjid (IPIM). Baginya, masjid memiliki peran vital yang melampaui sekadar tempat ibadah ritual.

Diplomasi bernuansa keagamaan perlu lebih diutamakan guna mewujudkan perdamaian dunia secara bersama-sama. Acara IGIC harapannya membawa perdamaian dunia yang lebih baik dan nyaman, jelas Dody Taufiq Wijaya.

Dody menambahkan bahwa masjid harus mampu menjadi solusi atas berbagai dinamika sosial di masyarakat yang majemuk. Ia menyoroti pentingnya masjid sebagai pusat pendidikan karakter dan ruang musyawarah yang inklusif untuk menyelesaikan persoalan umat di akar rumput.

Pemberdayaan Masyarakat Melalui Masjid Berbasis Komunitas

Implementasi fungsi masjid sebagai pusat pengembangan masyarakat telah dipraktikkan secara konsisten dalam tata kelola masjid di bawah naungan LDII. Masjid-masjid tersebut tidak hanya difungsikan sebagai tempat salat, tetapi juga sebagai pusat pembelajaran yang terstruktur bagi anak-anak, remaja, hingga dewasa.

Masjid di bawah naungan LDII yang tersebar di seluruh Indonesia memang sudah terbiasa difungsikan tidak hanya sebagai tempat salat, tetapi juga tempat belajar bagi anak-anak, remaja, hingga dewasa melalui kegiatan pengajian. Selain untuk membina generasi penerus, masjid juga menjadi tempat bermusyawarah bagi pengurus majelis taklim untuk menyelesaikan berbagai permasalahan jemaah, pungkas Dody Taufiq Wijaya.

📖 Glosarium Istilah

  • IGIC: International Grand Imam Conference, konferensi internasional yang mempertemukan para imam besar masjid dari berbagai negara.
  • Diplomasi Keagamaan: Upaya membawa nilai-nilai agama sebagai instrumen untuk membangun perdamaian dan kerukunan di dunia.
  • IPIM: Ittihad Persaudaraan Imam Masjid, organisasi yang menjadi wadah persatuan bagi para imam masjid di Indonesia.

Baca juga artikel menarik lainnya di situs kami.