GUNUNGKIDUL — Sebanyak 750 remaja memadati kompleks Masjid Al-Husna, Kemorosari 2, Wonosari, dalam rangkaian pengajian pembinaan generasi muda yang diselenggarakan oleh Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Pertemuan massal ini dirancang secara khusus untuk membentengi kalangan belia dengan pemahaman agama yang mendalam serta integritas moral yang kukuh.
Majelis keilmuan ini menghadirkan perwakilan peserta dari delapan Pimpinan Cabang (PC) LDII di Gunungkidul, meliputi kawasan Wonosari, Gedangsari, Patuk, Playen, Paliyan, Panggang, Saptosari, hingga Tanjungsari. Antusiasme generasi muda ini direspons dengan hadirnya narasumber berkompeten dari Pondok Pesantren Wali Barokah Kediri, yakni sang Pengasuh Ponpes KH Pahala Jaya bersama pendidik muda Ustaz Muhammad Rozan Ubadah.
Fondasi Keimanan dan Pembiasaan Ibadah Sejak Dini
Dalam pemaparannya di hadapan ratusan peserta, Pengasuh Ponpes Wali Barokah KH Pahala Jaya menegaskan bahwa pemuda merupakan pilar masa depan peradaban yang memerlukan jangkar spiritual kuat. Penguasaan teori agama semata tidak akan berdampak maksimal tanpa adanya internalisasi nilai ke dalam perilaku nyata di tengah masyarakat.
"Anak muda perlu memiliki dasar ilmu agama yang kuat. Ilmu tidak cukup hanya diketahui. Ilmu harus diterapkan dalam ibadah dan kehidupan sosial," ujar KH Pahala Jaya.
Kiai Pahala menambahkan, rutinitas ibadah harian yang dibangun sejak masa remaja akan mengkristal menjadi fondasi karakter yang tidak mudah goyah. Kedisiplinan menunaikan kewajiban vertikal kepada Sang Pencipta, menurutnya, berbanding lurus dengan kehalusan budi pekerti dalam hubungan sosial kemasyarakatan.
Ketahanan Mental Menyaring Informasi di Era Keterbukaan
Dinamika arus pertukaran informasi yang kian deras menjadi sorotan utama sesi berikutnya. Ustaz Muhammad Rozan Ubadah membedah kontekstualisasi dalil Al-Qur’an dan hadis sahih agar relevan dijadikan panduan hidup oleh kalangan muda dalam menavigasi disrupsi zaman.
Ustaz Rozan mengingatkan bahwa melimpahnya informasi di ruang digital menghadirkan tantangan tersendiri berupa bahaya distorsi fakta dan dekadensi moral. Pemahaman syariat yang komprehensif diposisikan sebagai instrumen filterisasi paling efektif agar para pemuda tidak mudah terseret pengaruh destruktif di jagat maya.
Komitmen Regenerasi Berkelanjutan Menuju Generasi Emas
Responsivitas pembinaan di tingkat akar rumput turut diamini oleh jajaran pimpinan cabang. Ketua PC LDII Playen Muhammad Angwar menegaskan urgensi kesinambungan pembinaan pascapengajian akbar agar esensi materi yang telah diserap tidak pudar begitu saja.
"Regenerasi harus disiapkan sejak sekarang. Jangan sampai kebiasaan beribadah berhenti di tengah jalan. Pembinaan harus terus berjalan di keluarga, masjid, dan lingkungan," kata Muhammad Angwar.
Senada dengan hal tersebut, Ketua DPD LDII Kabupaten Gunungkidul Wahono Budi Rustanto menandaskan bahwa agenda ini adalah manifestasi peta jalan organisasi dalam mendidik tunas bangsa. Pembinaan berjenjang telah menjadi prioritas strategis demi mencetak generasi yang unggul secara intelektual sekaligus saleh secara spiritual.
"Generasi muda perlu mendapat bekal ilmu agama dan karakter luhur. Pembinaan harus berjalan secara berkelanjutan agar mereka memiliki bekal untuk menjalani kehidupan," tutur Wahono Budi Rustanto.
Wahono menambahkan, integrasi antara nilai keagamaan yang kuat dan kesadaran wawasan kebangsaan merupakan perpaduan esensial. Langkah terpadu ini diikhtiarkan LDII Gunungkidul secara konsisten agar para pemuda sanggup mengemban tanggung jawab kemanusiaan sekaligus berkontribusi positif bagi kemaslahatan bangsa.
📖 Glosarium Istilah
- DPD LDII: Dewan Pimpinan Daerah Lembaga Dakwah Islam Indonesia, struktur kepengurusan organisasi dakwah di tingkat kabupaten/kota.
- PC LDII: Pimpinan Cabang Lembaga Dakwah Islam Indonesia, jenjang kepengurusan organisasi dakwah di tingkat kecamatan.
- Ponpes Wali Barokah: Pondok pesantren rujukan keilmuan Islam dan dakwah yang berlokasi di Kota Kediri, Jawa Timur.
- Akhlakul Karimah: Perilaku terpuji atau budi pekerti luhur yang bersumber dari ajaran syariat Islam.
Baca juga artikel menarik lainnya di situs kami.