Pengurus Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Tangerang melakukan kunjungan strategis ke kantor DPD Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Kabupaten Tangerang pada Minggu (31/8/2026). Pertemuan ini menekankan urgensi pembangunan komunikasi lintas elemen masyarakat sebagai langkah preventif untuk menjaga kerukunan serta mencegah potensi konflik sejak dini.
Sinergi Strategis Memperkokoh Pilar Kerukunan Umat
Rombongan FKUB yang dipimpin oleh Ketua FKUB Kabupaten Tangerang, Maski, disambut hangat oleh Ketua DPD LDII Kabupaten Tangerang, Dadan Mardiana, beserta jajaran pengurus. Kunjungan ini menjadi momentum untuk menyelaraskan persepsi dalam merawat keberagaman di tengah masyarakat Kabupaten Tangerang yang dinamis.
Dalam kesempatan tersebut, Dadan Mardiana menegaskan bahwa LDII senantiasa membuka pintu kolaborasi dengan seluruh pemangku kepentingan untuk memastikan suasana daerah tetap kondusif. Baginya, keberagaman adalah modal sosial yang harus dikelola dengan prinsip persaudaraan.
"LDII Kabupaten Tangerang berkomitmen untuk terus bergandeng tangan dengan seluruh elemen masyarakat dalam merawat kerukunan, memperkuat persaudaraan kebangsaan, dan bersama-sama membangun Kabupaten Tangerang yang aman, damai, harmonis, dan rukun," ujar Dadan.
Implementasi Komunikasi Lintas Agama sebagai Solusi Preventif
Menurut Dadan, interaksi yang terbuka merupakan kunci utama untuk mengikis sekat-sekat perbedaan. Ia meyakini bahwa komunikasi yang konsisten akan melahirkan kepercayaan (trust) serta semangat gotong royong antarumat beragama.
"Dari perjumpaan lahir komunikasi. Dari komunikasi tumbuh saling pengertian. Dan dari saling pengertian diharapkan tumbuh kepercayaan serta kerja sama. LDII terbuka untuk membangun komunikasi dan kerja sama dengan semua elemen, termasuk lintas agama," lanjut Dadan.
Selain fokus pada kerja sama organisasi, Dadan juga menyoroti pentingnya internalisasi nilai ukhuwah wathaniyah bagi generasi muda. Pendidikan karakter ini dinilai krusial agar generasi penerus memiliki pola pikir terbuka dan mampu hidup berdampingan di lingkungan yang majemuk.
Langkah Konkret dan Pembangunan Sistem Peringatan Dini Sosial
Ketua FKUB Kabupaten Tangerang, Maski, menyambut baik tawaran kolaborasi tersebut. Ia menekankan bahwa FKUB berencana menggelar pertemuan lanjutan yang lebih luas dengan melibatkan berbagai organisasi keagamaan guna mempererat koordinasi.
"FKUB menyambut baik silaturahim ini. Kerja sama ini berfokus pada penguatan harmoni, kerukunan, serta keterpaduan antara FKUB dan LDII. Sebagai tindak lanjut, kami merencanakan pertemuan susulan yang melibatkan perwakilan berbagai organisasi keagamaan untuk mempererat silaturahim dan koordinasi lintas agama," kata Maski.
Maski juga menggarisbawahi pentingnya penerapan early warning system atau sistem peringatan dini sosial. Ia berargumen bahwa penanganan isu kerukunan sebaiknya tidak menunggu hingga konflik pecah, melainkan dilakukan melalui deteksi dini lewat komunikasi berkelanjutan.
"Kerukunan tidak seharusnya baru menjadi perhatian ketika konflik terjadi. Komunikasi yang dibangun sejak awal akan membantu kita mengenali dan menyelesaikan potensi persoalan sebelum berkembang," tegas Maski.
Pertemuan ini ditutup dengan komitmen bersama untuk menjadikan pola kolaborasi antara FKUB dan LDII sebagai rujukan bagi daerah lain dalam upaya memelihara kerukunan antarumat beragama di Indonesia.
📖 Glosarium Istilah
- FKUB: Forum Kerukunan Umat Beragama, lembaga yang dibentuk untuk memelihara dan mengembangkan kerukunan antarumat beragama.
- Ukhuwah Wathaniyah: Konsep persaudaraan kebangsaan yang menekankan persatuan di atas keragaman latar belakang suku dan agama.
- Early Warning System: Sistem peringatan dini yang digunakan untuk mengidentifikasi potensi masalah sosial sebelum berkembang menjadi konflik terbuka.
Baca juga artikel menarik lainnya di situs kami.