Lestarikan Budaya Nusantara, PERSINAS ASAD Banjarmasin Timur Helat Pasanggiri Putri Perdana

Lestarikan Budaya Nusantara, PERSINAS ASAD Banjarmasin Timur Helat Pasanggiri Putri Perdana
foto: ilustrasi / istimewa
  • Puluhan pesilat putri dari berbagai jenjang usia memadati Gedung DPD LDII Kota Banjarmasin pada Minggu (27/9). Dengan mengenakan seragam hijau khas perguruan yang dipadukan bersama ornamen tradisi berupa kain samping dan udeng atau ikat kepala, para pendekar tampil anggun sekaligus bertenaga dalam gelaran Pasanggiri Putri Perdana yang diinisiasi oleh Pengurus Cabang PERSINAS ASAD Banjarmasin Timur.

    Perhelatan seni bela diri pencak silat ini dirancang khusus guna memberikan wadah kompetitif sekaligus panggung apresiasi bagi para pesilat putri. Di tengah derap modernisasi, ajang ini membuktikan ketertarikan generasi muda terhadap seni tradisi warisan leluhur bangsa tetap bertahan kuat melalui pembinaan yang terarah dan berkelanjutan.

    Penguatan Budi Pekerti dan Akhlak Generasi Pesilat Putri

    Kehadiran para tokoh persilatan kian menambah khidmat suasana gelanggang. Ketua Pengurus Kota (Pengkot) PERSINAS ASAD Banjarmasin, Sugiman, S.E., meninjau langsung jalannya kompetisi didampingi jajaran dewan pembina, pelatih, serta dewan juri penilai yang bertugas mengamati setiap detail gerakan peserta.

    Dalam arahannya, Sugiman memberikan apresiasi tinggi terhadap terobosan pengurus PERSINAS ASAD Banjarmasin Timur. Menurutnya, inisiatif menyelenggarakan pasanggiri khusus putri perdana ini menjadi langkah strategis pembinaan mental dan spiritual, bukan sekadar melatih ketangkasan fisik.

    “Melalui Pasanggiri Putri perdana ini, kita ingin mencetak generasi pesilat putri yang mandiri, berkarakter luhur, memiliki disiplin tinggi, serta tangguh mental. Prestasi dan keindahan seni gerak harus senantiasa sejalan dengan budi pekerti yang baik,” ujar Sugiman, S.E.

    Ia menambahkan, aktivitas pencak silat bagi kalangan putri memiliki dimensi ganda. Di samping sebagai instrumen perlindungan diri dan pemeliharaan kesehatan jasmani, proses latihan yang disiplin menjadi media internalisasi akhlakul karimah (akhlak mulia) dalam kehidupan bermasyarakat.

    Harmonisasi Gerak Tradisi dan Uji Kemampuan Teknik

    Di atas gelanggang, para pesilat putri mempertunjukkan ketangkasan penguasaan jurus baku maupun seni gerak tradisi. Tiap kontingen diuji tidak hanya dari kekuatan pukulan dan tendangan, melainkan juga keharmonisan komposisi gerak yang mencerminkan kekayaan budaya Nusantara.

    Dewan juri menerapkan parameter penilaian ketat yang meliputi beberapa aspek utama seni pencak silat:

    • Wiraga: Ketepatan tata gerak fisik, kelenturan tubuh, dan kemantapan teknik dasar silat.
    • Wirama: Keselarasan ritme gerak dengan tempo maupun irama yang mengiringi penampilan.
    • Wirasa: Penjiwaan, ekspresi, serta penghayatan karakter jurus yang dibawakan oleh pesilat.
    • Kerapian Gerak: Disiplin busana tradisional, keserasian formasi regu, dan ketuntasan jurus.

    Ajang evaluasi berkala tingkat ranting ini berlangsung dinamis dan tertib. Setiap pergantian penampil disambut tepuk tangan meriah dari sesama rekan perguruan, menegaskan bahwa gelanggang pasanggiri berfungsi sebagai ruang silaturahim yang merekatkan persaudaraan antarpesilat, pelatih, dan pengurus cabang.

    Komitmen Pembinaan Berkelanjutan di Bawah Naungan IPSI

    Rangkaian agenda ditutup dengan momen kebersamaan lewat sesi foto bersama antara dewan penilai, pengurus kota, pelatih, dan para kontingen pesilat putri di panggung utama. Senyum kepuasan terpancar dari wajah para peserta muda yang berhasil menuntaskan penampilan terbaik mereka.

    Pengurus PERSINAS ASAD Banjarmasin Timur menegaskan bahwa Pasanggiri Putri Perdana ini bukan program temporer semata. Ke depan, agenda serupa diagendakan bergulir secara rutin sebagai fondasi pembinaan atlet seni bela diri berjenjang di Kalimantan Selatan, khususnya di bawah koordinasi Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Kota Banjarmasin.

    📖 Glosarium Istilah

    • PERSINAS ASAD: Perguruan Silat Nasional Ampuh Sehat Aman Damai, organisasi seni bela diri pencak silat Indonesia yang bernaung di bawah Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI).
    • Pasanggiri: Istilah tradisi yang merujuk pada kejuaraan, festival, atau unjuk kebolehan seni bela diri pencak silat yang menitikberatkan pada aspek estetika dan ketuntasan jurus.
    • Wiraga, Wirama, Wirasa: Tiga pilar dasar penilaian seni gerak tradisional; wiraga mengukur raga/teknik fisik, wirama mengukur irama/ritme, dan wirasa mengukur penjiwaan emosional pesilat.
  • Baca juga artikel menarik lainnya di situs kami.