Dewan Pimpinan Daerah Lembaga Dakwah Islam Indonesia (DPD LDII) Kabupaten Sarolangun kembali mengoptimalkan pemanfaatan teknologi digital dalam membina warganya. Melalui kombinasi pertemuan tatap muka terbatas dan sambungan telekonferensi, pengajian berkala digelar serentak menjangkau berbagai tingkatan Pimpinan Anak Cabang (PAC) di seluruh penjuru Kabupaten Sarolangun, Provinsi Jambi.
Langkah ini diambil guna memastikan pembinaan spiritualitas warga tetap berjalan intensif tanpa terkendala jarak geografis. Warga berkumpul di studio mini masing-masing tingkatan pengurus dengan menyambungkan perangkat audio visual ke pusat transmisi pengajian.
Pemanfaatan Teknologi Digital untuk Pembinaan Umat Lintas Wilayah
Sejak permulaan acara, suasana khidmat tampak menyelimuti studio transmisi dan titik-titik kumpul warga. Ustaz Abdul Qodir memandu jalannya sesi awal dengan melakukan pengecekan kesiapan teknis, mulai dari stabilitas jaringan telekonferensi Zoom hingga kejelasan audio dari masing-masing wilayah.
Ia menekankan bahwa format digital tidak boleh mengurangi substansi maupun kesungguhan warga dalam menimba ilmu agama. Keseriusan menyimak materi menjadi kunci keberhasilan transfer nilai moral yang disampaikan para narasumber.
“Ikuti pengajian ini dengan saksama. Walaupun tidak bertatap muka secara langsung dan mengikuti melalui Zoom maupun media lainnya, materi tetap supaya didengarkan dengan baik,” ujar Ustaz Abdul Qodir saat memberikan arahan teknis kepada jemaah.
Penanaman Nilai Syukur dan Penguatan Kepedulian Sosial
Sesi pembinaan rohani diisi oleh Dewan Penasihat DPD LDII Kabupaten Sarolangun, Arfiyudi Eka Saputra. Dalam paparannya, Arfiyudi mengajak warga untuk merenungi hakikat kenikmatan hidup yang kerap terabaikan, seperti stabilitas keamanan wilayah, kesehatan raga, dan ketersediaan bahan pangan harian.
Rasa syukur, menurutnya, tidak cukup diucapkan lewat lisan, melainkan wajib ditransformasikan ke dalam tindakan konkret yang memberi dampak positif bagi sesama. Menghargai nikmat hidup dapat dilatih dengan menumbuhkan empati serta melihat masyarakat yang berada dalam kondisi keterbatasan.
“Syukur atas nikmat Allah merupakan kewajiban kita. Maka kita supaya terus berusaha mencari jalannya syukur dan memanfaatkan nikmat yang telah diberikan dengan sebaik-baiknya,” tutur Arfiyudi Eka Saputra.
Ia menambahkan, tolok ukur kebahagiaan sejati terletak pada kesadaran menerima apa yang ada sembari menyisihkan sebagian rezeki bagi kemaslahatan umum.
“Kalau lingkungan kita aman, badan sehat, kemudian ada makanan yang bisa dimakan pada hari itu, maka itu merupakan nikmat yang besar. Karena itu, kita perlu terus belajar menjadi orang yang bersyukur,” imbuh Arfiyudi.
Kedermawanan sosial turut menjadi penekanan utama. Arfiyudi mengingatkan pentingnya menunaikan sedekah untuk menyokong sarana peribadatan dan meringankan beban sosial masyarakat kurang mampu di sekitar lingkungan tempat tinggal.
“Dalam harta yang kita miliki ada hak orang lain. Kita gunakan secukupnya dan sebagian bisa kita sedekahkan agar dapat memberikan manfaat kepada orang lain,” tambahnya.
Penyempurnaan Ibadah Salat Sesuai Tuntunan Al-Qur'an dan Hadis
Pada sesi kajian syariat, Ustaz Hariyono membedah materi tata cara pelaksanaan ibadah salat. Kajian tersebut menitikberatkan pada rukun, bacaan, dan kesempurnaan gerakan lahiriah agar selaras dengan dalil Al-Qur'an dan Sunnah Nabi Muhammad SAW.
Mengingat posisi salat sebagai tiang agama dan tolok ukur pertama amalan manusia, ketepatan praktiknya menjadi hal mutlak yang mesti dipelajari secara berkelanjutan oleh setiap muslim.
“Salat merupakan amalan yang pertama dihisab pada hari kiamat. Karena itu, kita supaya menjaga salat, baik gerakan maupun bacaannya agar sesuai dengan tuntunan,” terang Ustaz Hariyono di hadapan peserta kajian.
Kajian rutin hibrid ini diharapkan mampu merawat kohesi sosial sekaligus meningkatkan literasi keagamaan warga LDII di Sarolangun, sehingga mereka senantiasa menghadirkan kontribusi nyata dan keteladanan akhlak di tengah kehidupan bermasyarakat.
📖 Glosarium Istilah
- PAC (Pimpinan Anak Cabang): Struktur kepengurusan organisasi LDII yang berada di tingkat kelurahan atau desa.
- Pengajian Hibrid: Metode pembelajaran keagamaan yang menggabungkan kehadiran fisik di satu lokasi dengan pertemuan virtual berbasis daring.
- Hisab: Perhitungan atau evaluasi amal perbuatan manusia oleh Allah SWT pada hari kiamat.
Baca juga artikel menarik lainnya di situs kami.