LDII Klaten dan UIN Sunan Kalijaga Sinergi Tingkatkan Kompetensi Juru Dakwah

LDII Klaten dan UIN Sunan Kalijaga Sinergi Tingkatkan Kompetensi Juru Dakwah
foto: ilustrasi

Penguatan Kapasitas Dakwah Berbasis Kompetensi Akademik

DPD LDII Kabupaten Klaten menjalin kerja sama strategis dengan Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta untuk meningkatkan kualitas para pendakwah. Langkah kolaboratif ini diwujudkan melalui penyelenggaraan pelatihan intensif bagi 390 dai yang tersebar di berbagai daerah di Jawa Tengah, yang berlangsung pada 22 hingga 23 Agustus 2026 di kantor DPD LDII Kabupaten Klaten.

Program pengembangan SDM ini dirancang untuk menjawab tantangan dakwah di era modern. Pelaksanaan kegiatan dilakukan dengan sistem hibrida, di mana 40 peserta mengikuti sesi luring secara langsung, sementara 350 peserta lainnya tergabung melalui platform daring dari kantor DPD LDII tingkat kabupaten dan kota di seluruh wilayah Jawa Tengah.

Menjawab Tantangan Dakwah di Era Digital

Pelatihan ini mengusung tema “Mewujudkan Dai Profesional, Adaptif, dan Berwawasan Kebangsaan di Era Digital untuk Membangun Umat yang Moderat, Rukun, dan Harmonis.” Agenda ini melibatkan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari unsur pemerintah, akademisi, kepolisian, hingga jajaran pengurus LDII.

“Dengan adanya pelatihan dan sertifikat pengakuan kompetensi dari UIN Sunan Kalijaga, kami berharap para dai semakin siap memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujar Ketua DPW LDII Jawa Tengah, Singgih Tri Sulistiyono.

Singgih menambahkan bahwa peningkatan kompetensi ini sejalan dengan upaya mempererat kerja sama dengan Kementerian Agama. Hal ini diharapkan mampu mengoptimalkan peran para dai dalam memberikan penyuluhan agama yang relevan dengan kebutuhan umat saat ini.

Sinergi Keamanan dan Ketertiban Umat

Dari sisi penegak hukum, Kaur Bin Ops Binmas Polresta Klaten, Sartono, memberikan apresiasi atas inisiatif ini. Menurutnya, kapasitas keagamaan yang mumpuni akan berdampak positif pada stabilitas sosial dan kerukunan masyarakat.

“Semakin banyak orang yang berbuat baik dan mengajak kepada kebaikan, tentu akan semakin kuat pula lingkungan masyarakat dalam menjaga keamanan, ketertiban, dan keharmonisan,” kata Sartono.

Adaptasi Teknologi untuk Dakwah Mencerahkan

Ketua DPD LDII Kabupaten Klaten, Muhammad Sigit Winoto, menekankan pentingnya penguasaan literasi digital bagi setiap juru dakwah. Ia mengingatkan bahwa perkembangan teknologi informasi yang pesat menuntut para dai untuk lebih cakap dalam mengemas pesan keagamaan.

“Di era digital, tantangan dakwah semakin kompleks. Karena itu, dai harus mampu memanfaatkan teknologi dan media digital untuk menyampaikan pesan keagamaan yang santun, mencerahkan, dan mencerdaskan masyarakat,” ujar Sigit.

📖 Glosarium Istilah

  • DPD LDII: Dewan Pimpinan Daerah Lembaga Dakwah Islam Indonesia, organisasi keagamaan tingkat kabupaten/kota.
  • UIN Sunan Kalijaga: Universitas Islam Negeri di Yogyakarta yang memiliki Fakultas Dakwah dan Komunikasi sebagai pusat pengembangan ilmu dakwah.
  • Dai: Sebutan untuk juru dakwah atau orang yang menyampaikan pesan-pesan agama Islam.
  • Hibrida: Metode kegiatan yang menggabungkan pertemuan tatap muka (luring) dengan partisipasi virtual (daring).

Baca juga artikel menarik lainnya di situs kami.