LDII Kepulauan Riau Perkuat Pendidikan Karakter Generasi Muda dalam Mengisi Kemerdekaan

LDII Kepulauan Riau Perkuat Pendidikan Karakter Generasi Muda dalam Mengisi Kemerdekaan
foto: ilustrasi / istimewa

LDII Kepulauan Riau Perkuat Pendidikan Karakter Generasi Muda dalam Mengisi Kemerdekaan

Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Provinsi Kepulauan Riau menggelar upacara peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di lingkungan Yayasan Pendidikan Budi Luhur, Sekupang, Batam. Momentum bersejarah ini dimanfaatkan sebagai langkah strategis dalam menanamkan nilai-nilai kebangsaan serta memperkokoh fondasi karakter generasi muda di tengah tantangan zaman yang kian dinamis.

Komitmen Pembinaan Generasi Bangsa Berintegritas

Bertindak sebagai inspektur upacara mewakili Ketua DPW LDII Kepri, Dewan Penasihat DPW LDII Kepri, Santosa, menekankan pentingnya menjaga spirit kemerdekaan melalui jalur pendidikan. Bagi LDII, mengisi kemerdekaan bukan sekadar seremoni, melainkan upaya nyata dalam membina sumber daya manusia yang unggul dan berakhlak mulia.

LDII harus siap menjadi garda terdepan dalam upaya meneruskan tonggak perjuangan bangsa melalui jalur pembinaan karakter generasi bangsa,

tegas Santosa dalam amanatnya di hadapan para peserta upacara.

Implementasi Nilai Luhur dalam Kehidupan Sehari-hari

Menurut Santosa, kemajuan suatu bangsa tidak dapat diukur semata-mata dari kecerdasan intelektual atau kemampuan akademik saja. Integrasi antara integritas, kemandirian, dan kepedulian sosial menjadi pilar utama yang harus dimiliki oleh setiap pemuda. Ia menekankan bahwa proses pembentukan watak generasi muda merupakan sebuah perjalanan panjang yang memerlukan konsistensi.

Pembentukan karakter tidak bisa dilakukan secara instan. Ia harus dimulai sejak dini, dibiasakan dalam kehidupan sehari-hari, kemudian menjadi budaya hingga akhirnya menjadi bagian dari kepribadian generasi bangsa,

ujar Santosa.

Dalam menghadapi arus informasi dan kemajuan teknologi yang pesat, LDII mendorong sinergi lintas sektor. Pembinaan tidak bisa berjalan sendiri, melainkan harus melibatkan peran aktif keluarga, institusi pendidikan, organisasi kemasyarakatan, serta lingkungan sosial agar anak muda memiliki daya tahan (resiliensi) yang kuat terhadap pengaruh negatif.

Penerapan Program 29 Karakter Luhur

Sebagai wujud konkret dalam membekali generasi muda, LDII menerapkan program 29 Karakter Luhur. Kurikulum pembinaan ini dirancang secara sistematis untuk membiasakan para santri dan generasi muda berperilaku mulia dalam kehidupan bermasyarakat. Program ini dilaksanakan secara berkelanjutan agar nilai-nilai tersebut terpatri dalam jiwa para pemuda sebagai bekal menghadapi tantangan zaman yang semakin kompleks.

Upacara yang berlangsung khidmat tersebut diikuti oleh segenap keluarga besar Yayasan Pendidikan Budi Luhur, serta didukung oleh unsur Senkom Mitra Polri dan Persinas ASAD. Partisipasi berbagai elemen ini menjadi cerminan kolaborasi positif dalam membangun generasi emas Indonesia yang tangguh, mandiri, dan berkarakter.

📖 Glosarium Istilah

  • LDII: Lembaga Dakwah Islam Indonesia, organisasi kemasyarakatan berbasis keagamaan yang fokus pada dakwah dan pembinaan karakter.
  • 29 Karakter Luhur: Pedoman nilai moral dan perilaku yang disusun LDII untuk membentuk kepribadian generasi muda.
  • Senkom Mitra Polri: Sentra Komunikasi Mitra Polri, organisasi masyarakat yang menjadi mitra kepolisian dalam bidang keamanan dan ketertiban.
  • Persinas ASAD: Perguruan Silat Nasional ASAD, wadah pengembangan bela diri yang bernaung di bawah pembinaan LDII.

Baca juga artikel menarik lainnya di situs kami.