LDII Jatim Perkuat Sinergi dengan Dinkes Jawa Timur Perluas Program Cek Kesehatan Gratis

LDII Jatim Perkuat Sinergi dengan Dinkes Jawa Timur Perluas Program Cek Kesehatan Gratis
foto: ilustrasi

SURABAYA — DPW Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Provinsi Jawa Timur menegaskan komitmennya dalam mendukung program kesehatan masyarakat. Wakil Ketua DPW LDII Jatim, H. Akhmad Malik Afandi, S.P., M.M., memimpin jajaran pengurus dalam audiensi strategis bersama Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Jawa Timur, Dr. dr. Erwin Astha Triyono, Sp.PD-KPTI., FINASIM., di Surabaya pada Rabu (9/9).

Penguatan Kolaborasi Sektor Kesehatan dan Organisasi Masyarakat

Pertemuan ini menjadi momentum penting untuk memperluas cakupan layanan Cek Kesehatan Gratis (CKG) bagi warga di berbagai daerah di Jawa Timur. LDII Jatim berencana memanfaatkan jejaring organisasinya yang mencakup pondok pesantren, majelis taklim, hingga DPD di tingkat kabupaten/kota sebagai titik lokasi pelaksanaan skrining kesehatan berkala.

H. Akhmad Malik Afandi mengungkapkan bahwa program ini akan diintegrasikan dengan agenda pengajian rutin guna memaksimalkan partisipasi masyarakat. “Peluncuran CKG dijadwalkan pada 13 September dan diikuti jajaran LDII kabupaten dan kota secara daring. Pemeriksaan ditargetkan menjangkau 500 sampai 1.000 peserta per daerah atau sekitar 40.000 orang secara keseluruhan,” ujar Malik.

Pentingnya Deteksi Dini Bagi Kesehatan Masyarakat

Program CKG dinilai selaras dengan misi organisasi dalam membangun sumber daya manusia yang unggul melalui pengabdian di bidang kesehatan.

“Kesehatan merupakan fondasi utama dalam membangun SDM yang unggul. Melalui kerja sama dengan Dinkes Jatim, kami ingin memastikan bahwa layanan pencegahan dan deteksi dini penyakit bisa menjangkau masyarakat lebih luas, termasuk warga pesantren dan komunitas di daerah,” ujar Malik.

Kepala Dinkes Jatim, Erwin Astha Triyono, memberikan apresiasi tinggi terhadap keterlibatan aktif LDII. Menurutnya, peran organisasi kemasyarakatan sangat krusial dalam menyukseskan program promotif dan preventif pemerintah. Fokus utama kolaborasi ini meliputi penguatan pencegahan penyakit tidak menular (PTM) seperti hipertensi dan diabetes, serta edukasi perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS).

Pengembangan Konsep Skrining Berbasis Komunitas

Dalam pertemuan tersebut, dibahas pula mengenai pendekatan baru pemeriksaan kesehatan di tahun 2026. Kepala Dinkes Jatim menjelaskan bahwa sistem pemeriksaan kini dikembangkan agar lebih inklusif dan efisien.

“Di tahun 2026 ini untuk CKG kita konsepnya meningkatkan dengan sistem CKG di komunitas. Jadi bisa dilaksanakan di luar fasilitas kesehatan,” ujar Erwin.

Erwin menekankan bahwa pemeriksaan di komunitas berfungsi sebagai skrining awal. Jika ditemukan indikasi masalah kesehatan, peserta wajib mendapatkan penanganan lebih lanjut di fasilitas kesehatan resmi untuk penegakan diagnosis yang akurat. “Kalau di komunitas, kita belum ada penegakan diagnosis pasti. Jadi harus tetap dirujuk untuk penegakan diagnosis,” pungkasnya.

📖 Glosarium Istilah

  • CKG: Program Cek Kesehatan Gratis yang diselenggarakan pemerintah untuk deteksi dini kesehatan masyarakat.
  • PTM: Penyakit Tidak Menular seperti hipertensi, diabetes, dan penyakit jantung.
  • PHBS: Perilaku Hidup Bersih dan Sehat yang menjadi pedoman kesehatan masyarakat.
  • DPW LDII: Dewan Pimpinan Wilayah Lembaga Dakwah Islam Indonesia tingkat provinsi.

Baca juga artikel menarik lainnya di situs kami.