LDII DIY Perkuat Sinergi dan Fokus Lingkungan dalam Agenda Strategis Lima Tahun

LDII DIY Perkuat Sinergi dan Fokus Lingkungan dalam Agenda Strategis Lima Tahun
foto: ilustrasi / istimewa

YOGYAKARTA – Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) resmi mengawali langkah strategis periode 2026–2031 dengan menggelar musyawarah perdana. Pertemuan yang berlangsung di Aula Grha Cendekia, Maguwoharjo, Sleman, pada Minggu (23/8/2026) tersebut menjadi momentum konsolidasi organisasi guna merumuskan arah kebijakan lima tahun ke depan pasca-Muswil VIII LDII DIY.

Akselerasi Program Kerja Masa Transisi Kepengurusan

Dalam forum yang dihadiri oleh jajaran Dewan Penasihat, Pengurus Harian, serta pimpinan biro ini, Ketua DPW LDII DIY, Atus Syahbudin, memberikan instruksi tegas terkait pelaksanaan agenda organisasi. Ia menekankan pentingnya efektivitas waktu pada masa transisi agar roda organisasi tetap berjalan produktif.

Tahun 2026 ini masa transisi kepengurusan. Sisa waktu empat bulan ini harus digunakan untuk melaksanakan program kerja sesuai rencana. Jangan menunggu terlalu lama, ujar Atus Syahbudin.

Langkah nyata segera diambil dengan menginstruksikan Biro Organisasi, Kaderisasi, dan Keanggotaan (OKK) untuk segera melakukan pendampingan intensif pada Musyawarah Daerah (Musda) di tingkat DPD. Hal ini menjadi prioritas utama guna memastikan sinkronisasi visi organisasi dari tingkat wilayah hingga daerah.

Transformasi Digital dan Penguatan Kapasitas Media

Menjawab tantangan komunikasi di era modern, LDII DIY memberikan perhatian khusus pada pengembangan Biro Komunikasi, Informasi, dan Media (KIM). Atus Syahbudin mendorong peningkatan kapabilitas sumber daya manusia melalui pelatihan videografi dan teknik presentasi yang lebih mumpuni. Upaya ini ditujukan agar publikasi kegiatan dakwah LDII mampu menyentuh audiens yang lebih luas melalui konten digital yang berkualitas dan informatif.

Integrasi Konsep Lingkungan dalam Seluruh Lini Organisasi

Salah satu poin utama dalam musyawarah adalah penguatan isu lingkungan sebagai arus utama program kerja. Ketua Dewan Penasihat DPW LDII DIY, Ardito Bhinadi, menegaskan bahwa nilai-nilai kelestarian alam harus diintegrasikan ke dalam berbagai aspek kegiatan organisasi, mulai dari bidang dakwah hingga pemberdayaan ekonomi.

LDII DIY selama ini aktif di bidang lingkungan. Ke depan, konsep green dapat dikembangkan di bidang lain. Ada green dakwah di Biro Pendidikan Keagamaan dan Dakwah serta green family di Biro PPKK, ujar Ardito Bhinadi.

Lebih lanjut, Biro Litbang, IPTEKS, Sumber Daya Alam dan Lingkungan Hidup (Lisdal) telah menyiapkan program konkret terkait mitigasi perubahan iklim, termasuk penguatan Program Kampung Iklim (ProKlim) serta pengembangan ekonomi sirkuler bekerja sama dengan Biro Ekonomi dan Pemberdayaan Masyarakat (EPM).

Pengembangan Potensi dan Kemandirian Perempuan

Sektor pemberdayaan perempuan menjadi pilar penting lainnya yang dibahas dalam pertemuan tersebut. Ketua Biro Pemberdayaan Perempuan, Pendidikan, dan Kesejahteraan Keluarga (PPKK) LDII DIY, Eli Rohaeti, memaparkan rencana strategis untuk meningkatkan kemandirian ekonomi keluarga melalui pemanfaatan produk rumah tangga ramah lingkungan.

Perempuan perlu memiliki keterampilan dan akses untuk mengembangkan usaha. Produk seperti sabun herbal dan ecoenzim dapat menjadi bagian dari pengembangan wirausaha keluarga, ungkap Eli Rohaeti.

Melalui penguatan forum mubalighot dan berbagai pelatihan keterampilan, LDII DIY berkomitmen untuk terus meningkatkan kapasitas perempuan, sehingga mereka dapat berperan lebih aktif dalam memperkuat ekonomi keluarga serta memberikan kontribusi positif bagi masyarakat luas.

📖 Glosarium Istilah

  • Muswil: Musyawarah Wilayah, forum pengambilan keputusan tertinggi tingkat provinsi dalam organisasi LDII.
  • ProKlim: Program Kampung Iklim, inisiatif nasional untuk meningkatkan keterlibatan masyarakat dalam mitigasi dan adaptasi perubahan iklim.
  • Ekonomi Sirkuler: Sistem ekonomi yang meminimalkan limbah dengan cara menggunakan kembali atau mendaur ulang sumber daya yang ada.
  • Ecoenzim: Larutan hasil fermentasi limbah dapur organik yang dapat digunakan sebagai pembersih alami atau pupuk tanaman.

Baca juga artikel menarik lainnya di situs kami.