Praktikum Interaktif
Laboratorium
Warna
Campurkan warna primer ke dalam gelas ukur bening 3D. Amati perubahan warna secara real-time dan pelajari teori campuran warna secara langsung.
Pilih Warna
Volume
25 ml / tuang
Seret rotasi | Scroll zoom
Isi Gelas
Belum ada cairan. Pilih warna untuk memulai.
Hasil
—
RGB: —
HSL: —
Belum ada campuran
Total: 0 ml / 200 ml
Model Warna Subtraktif (Pigmen/Cat)
Dalam dunia fisika cat dan tinta, warna dihasilkan dari penyerapan (subtraksi) cahaya. Tiga warna primer subtraktif adalah Cyan, Magenta, dan Kuning. Ketiga-tiganya dicampur menghasilkan hitam pekat. Namun dalam praktiknya, karena ketidakmurnian pigmen, hasilnya cenderung menjadi coklat gelap.
Model Warna Aditif (Cahaya)
Layar monitor dan LED menggunakan model aditif: Merah, Hijau, dan Biru (RGB). Semua warna dicampur dengan intensitas penuh menghasilkan putih. Simulasi di laboratorium ini menggunakan model aditif karena dirender di layar digital.
Hukum Persamaan Warna Grassmann
Hermann Grassmann (1853) merumuskan bahwa campuran warna bersifat linier: jika A = B dan C = D, maka A + C = B + D. Ini berarti campuran warna dapat dihitung secara matematis dengan penjumlahan vektor RGB, yang persis seperti algoritma di balik simulasi gelas ukur ini.
Skala Volume dan Proporsi
Volume cairan menentukan bobot proporsional setiap warna dalam campuran. Misalnya: 30 ml merah + 10 ml biru menghasilkan warna yang lebih condong ke merah dibanding 10 ml merah + 30 ml biru. Ini mendemonstrasikan prinsip weighted average dalam teori warna.
Gelas Ukur sebagai Alat Ukur
Gelas ukur (graduated cylinder) dirancang dengan dinding bening agar isi cairan terlihat jelas. Dalam laboratorium warna, sifat bening ini esensial karena memungkinkan pengamatan visual langsung terhadap perubahan warna saat pencampuran terjadi — tanpa perlu membuka wadah.