Ketua KPI Pusat Dorong LDII Jadi Garda Terdepan Penjernih Informasi Publik

Ketua KPI Pusat Dorong LDII Jadi Garda Terdepan Penjernih Informasi Publik
foto: ilustrasi / istimewa

Sinergi Penguatan Literasi Digital dan Peran Strategis Komunikasi Organisasi

Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Sulawesi Selatan sukses menyelenggarakan agenda Konsolidasi Biro dan Bidang Komunikasi, Informasi, dan Media (KIM) se-Sulawesi Selatan. Kegiatan strategis ini dilaksanakan secara daring melalui platform Zoom Meeting pada Sabtu (19/9/2026), yang berpusat di Kantor DPW LDII Sulawesi Selatan, Jalan Urip Sumoharjo, Makassar.

Pertemuan ini menjadi momentum krusial bagi jajaran KIM LDII untuk menyelaraskan gerak dalam menghadapi lanskap informasi digital yang terus berubah dengan cepat. Acara tersebut dihadiri oleh sejumlah tokoh penting, termasuk Ketua Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Pusat, Muhammad Hasrul Hasan, S.E., M.M., serta jajaran pimpinan pusat dan wilayah LDII, di antaranya Ketua DPP LDII H. Rully Kuswahyudi, S.Sos., Ketua Departemen KIM DPP LDII Ludhy Cahyana, S.Sos., M.I.K., dan Ketua DPW LDII Sulawesi Selatan Asdar Mattiro, S.Sos., M.I.Kom.

Komitmen Membangun Narasi Positif dan Literasi Media

Dalam arahannya, Muhammad Hasrul Hasan memberikan penekanan khusus mengenai tanggung jawab besar pengelola media di tengah derasnya arus disinformasi. Ia menegaskan bahwa forum konsolidasi bukan sekadar agenda seremoni, melainkan langkah nyata untuk menghadirkan konten yang edukatif bagi masyarakat.

“Saya berharap LDII dapat menjadi bagian penjernih informasi di tengah masyarakat. Jangan hanya jadi penyebar informasi, tetapi menjadi pihak yang memastikan informasi yang benar dan dapat dipertanggungjawabkan,” ujar Muhammad Hasrul Hasan.

Lebih lanjut, ia menyoroti urgensi penguatan literasi digital bagi generasi muda. Menurutnya, kemampuan untuk membedakan fakta dan hoaks adalah kunci dalam membentuk ekosistem informasi yang sehat. Selain media digital, ia juga mendorong pengelola media LDII untuk mulai merambah dan memahami dinamika industri penyiaran, termasuk radio dan televisi, dengan tetap mengacu pada Pedoman Perilaku Penyiaran dan Standar Program Siaran (P3SPS).

Penguatan Peran KIM sebagai Jembatan Komunikasi Umat

Di sisi lain, jajaran KIM LDII diharapkan mampu berfungsi sebagai penghubung yang efektif antara organisasi dan masyarakat luas. Komunikasi yang santun dan karya jurnalistik yang berkualitas dinilai sebagai pilar utama dalam membangun kepercayaan publik.

“Kami berharap KIM dan lini LDII dapat menjadi penghubung antara organisasi dan masyarakat. Dibangun komunikasi yang sehat, informasi yang benar, komunikasi yang santun, dengan karya dari teman-teman lini LDII yang memberikan manfaat yang dapat dirasakan masyarakat,” tambah Muhammad Hasrul Hasan dalam sambutannya.

Agenda konsolidasi ini diakhiri dengan harapan bahwa seluruh jajaran KIM LDII di Sulawesi Selatan mampu beradaptasi dengan teknologi terbaru, termasuk mengintegrasikan tayangan berbasis internet ke dalam strategi dakwah digital, sekaligus tetap memegang teguh akurasi dan etika informasi yang menjadi jati diri organisasi.

📖 Glosarium Istilah

  • KIM: Biro Komunikasi, Informasi, dan Media yang merupakan unit kerja di LDII fokus pada pengelolaan konten dan kehumasan.
  • KPI: Komisi Penyiaran Indonesia, lembaga negara yang bertugas melakukan pengawasan terhadap penyiaran di Indonesia.
  • P3SPS: Pedoman Perilaku Penyiaran dan Standar Program Siaran, standar acuan dalam menjaga kualitas konten siaran di media massa.
  • Disinformasi: Informasi salah yang sengaja disebarkan untuk menipu atau menyesatkan publik.

Baca juga artikel menarik lainnya di situs kami.