Internalisasi Karakter Generasi Muda Berbasis Teladan Rasulullah di Manokwari

Internalisasi Karakter Generasi Muda Berbasis Teladan Rasulullah di Manokwari
foto: ilustrasi / istimewa

Manokwari – Pengurus Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Provinsi Papua Barat turut berpartisipasi aktif dalam perhelatan talkshow bertema "Karakter Generasi Muda Berdasarkan Teladan Nabi Muhammad SAW". Kegiatan yang berlangsung di halaman Masjid Ridwanul Bahri Sanggeng, Manokwari, pada Selasa (25/8/2026) ini menjadi momentum penting dalam memperkuat fondasi moral generasi penerus di tengah gempuran arus informasi global.

Sinergi Lintas Sektor dalam Peringatan Maulid Nabi

Perhelatan yang diselenggarakan oleh Panitia Hari Besar Islam (PHBI) Kabupaten Manokwari ini dirangkai secara khidmat dengan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW. Kehadiran berbagai elemen masyarakat membuktikan tingginya urgensi pembahasan mengenai karakter pemuda dalam konteks kebangsaan. Hadir dalam kesempatan tersebut Wakil Bupati Manokwari, Mugiyono, beserta jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda). Selain itu, tampak hadir pula tokoh agama, tokoh masyarakat, perwakilan perempuan, serta berbagai tokoh paguyuban di wilayah Manokwari.

Ketua DPW LDII Provinsi Papua Barat, Suroto, hadir secara langsung mewakili organisasi dalam forum tersebut, menunjukkan dukungan nyata terhadap upaya pembinaan generasi muda yang berkelanjutan.

Implementasi Sifat Utama Rasulullah sebagai Kompas Moral

Sesi diskusi utama dalam talkshow ini menghadirkan dua pakar, yakni Ustadz Khumaidi dan Ustadz Abdul Azis Prawiranegara. Keduanya membedah esensi sifat-sifat kenabian yang relevan dengan tantangan zaman sekarang. Fokus utama diletakkan pada internalisasi empat karakter dasar yang telah teruji secara sejarah.

Generasi muda harus memiliki sifat-sifat seperti Rasulullah, yaitu shiddiq (jujur), amanah (dapat dipercaya), tabligh (menyampaikan kebaikan), dan fathonah (cerdas), ujar Ustadz Khumaidi dan Ustadz Abdul Azis Prawiranegara saat memberikan pemaparan.

Penguatan Karakter di Tengah Arus Digitalisasi

Dalam kesempatan yang sama, Sekretaris DPW LDII Provinsi Papua Barat, Agus Irawan, yang juga bertindak sebagai pengurus PHBI Kabupaten Manokwari, menyoroti tantangan nyata yang dihadapi pemuda saat ini. Menurutnya, perkembangan teknologi digital yang begitu pesat menuntut adanya benteng moral yang lebih kokoh. Tanpa pondasi karakter yang kuat, potensi generasi muda justru rentan tergerus oleh konten negatif dan degradasi nilai.

Agus menambahkan bahwa LDII berkomitmen penuh untuk terus menjalankan program pembinaan berbasis 29 Karakter Luhur. Program ini dirancang sistematis guna mencetak generasi yang tidak hanya unggul secara intelektual, tetapi juga matang secara emosional dan spiritual dalam menyongsong Indonesia Emas 2045. Rangkaian kegiatan yang berjalan tertib dan aman ini ditutup dengan doa bersama, memohon keberkahan bagi seluruh masyarakat Kabupaten Manokwari.

📖 Glosarium Istilah

  • PHBI: Panitia Hari Besar Islam, lembaga yang bertugas mengelola dan mengoordinasikan perayaan hari besar Islam di tingkat daerah.
  • 29 Karakter Luhur: Kurikulum pembinaan karakter yang disusun LDII, mencakup perilaku berbudi pekerti luhur bagi generasi muda.
  • Indonesia Emas 2045: Visi pembangunan nasional untuk menjadikan Indonesia sebagai negara maju yang berdaya saing pada usia seabad kemerdekaan.
  • Shiddiq, Amanah, Tabligh, Fathonah: Empat sifat utama Nabi Muhammad SAW yang menjadi landasan kepemimpinan dan integritas seorang muslim.

Baca juga artikel menarik lainnya di situs kami.