Kreativitas pengolahan bahan pangan lokal kembali dibuktikan oleh perwakilan Dewan Pimpinan Daerah Lembaga Dakwah Islam Indonesia (DPD LDII) Kabupaten Sragen. Melalui sajian kuliner inovatif bertajuk dimsum nori roll, kontingen asal Bumi Sukowati ini sukses menyabet predikat Juara 2 untuk kategori Potensi Usaha dan Harga Jual dalam ajang Lomba Olahan Makanan Berbahan Sorgum yang diselenggarakan oleh DPW LDII Provinsi Jawa Tengah.
Perhelatan yang mempertemukan talenta-talenta kuliner dari berbagai daerah ini dipusatkan di kompleks kantor DPD LDII Kabupaten Sukoharjo. Tim delegasi Sragen digawangi oleh kolaborasi apik tiga praktisi kuliner, yakni Endang Purwanti, Sartini, dan Susi Sulistyo Marfu’ah, dengan didampingi Nanik Mulyani yang mengemban tugas sebagai official pendamping kontingen sepanjang gelaran lomba berlangsung.
Kreasi Olahan Pangan Sehat untuk Berbagai Kelompok Usia
Di balik raihan prestasi tersebut, tim perwakilan Sragen mengusung konsep real food yang menitikberatkan pada kemurnian nutrisi serta kelayakan konsumsi harian. Biji sorgum yang acap kali dianggap sebagai bahan pangan tradisional diolah sedemikian rupa menjadi sajian modern bercita rasa gurih yang dibalut lembaran rumput laut (nori).
Karakteristik olahan ini dirancang secara inklusif sehingga ramah dicerna oleh anak-anak hingga kalangan lanjut usia. Pendekatan tersebut dinilai dewan juri memiliki nilai komersial tinggi karena mampu menjembatani kebutuhan pangan fungsional yang praktis, bergizi seimbang, sekaligus berdaya pikat pasar kontemporer.
Dukungan Konkret Penguatan Ketahanan dan Kemandirian Pangan
Ketua DPW LDII Jawa Tengah, Singgih Tri Sulistiyono, menegaskan bahwa agenda kompetisi ini dirancang secara sistematis untuk memperluas pemahaman publik mengenai diversifikasi pangan berbasis komoditas lokal. Menurutnya, sorgum memiliki profil nutrisi istimewa yang sangat potensial dijadikan substitusi karbohidrat utama.
“Lomba ini memperkenalkan sorgum sebagai bahan pangan alternatif yang kaya nutrisi. Peserta juga menunjukkan berbagai kreasi, mulai dari nasi, kue, dimsum, puding, hingga bakso,” kata Singgih.
Singgih menambahkan, ikhtiar edukasi konsumsi pangan lokal ini rencananya akan digulirkan secara berkesinambungan. Fleksibilitas komoditas dan jenis kreasi olahan akan terus diperbarui pada setiap edisi penyelenggaraan guna melahirkan ragam produk turunan yang makin variatif.
Apresiasi selaras disampaikan Kepala Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Jawa Tengah, Widi Hartanto. Ia menyoroti urgensi pemanfaatan bahan pangan nusantara dalam membentengi ketahanan pangan wilayah dari ancaman krisis global maupun fluktuasi pasokan pangan impor.
“Pengolahan pangan lokal menjadi bagian dari upaya membangun kemandirian pangan di daerah. Kegiatan seperti ini juga membuka ruang bagi masyarakat untuk mengembangkan produk pangan,” ujar Widi.
Apresiasi Pejabat Daerah dan Prospek Pengembangan Skala Usaha
Stan pameran DPD LDII Kabupaten Sragen turut menarik atensi langsung dari Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Sukoharjo, Eko Sapto Purnomo, yang datang meninjau arena perlombaan bersama jajaran pengurus wilayah. Di sela kunjungannya, Eko menyempatkan diri mencicipi secara langsung racikan dimsum nori roll sorgum tersebut dan melayangkan pujian terhadap kualitas rasanya.
“Rasanya enak, lebih enak dari yang dijual di pasaran,” kata Eko setelah mencicipi produk olahan tersebut secara langsung.
Merespons capaian positif ini, Sekretaris DPD LDII Kabupaten Sragen, Agus Suharyono, menyampaikan kebanggaannya atas dedikasi dan kerja keras yang ditunjukkan oleh delegasi daerah. Menurutnya, penghargaan juara dua ini merupakan refleksi nyata dari ketelitian riset resep dan proses penyiapan produk yang matang.
“Kami mengapresiasi kerja tim yang berhasil meraih juara dua. Dimsum Nori Roll ini perlu dikembangkan lebih lanjut agar dapat dipasarkan sebagai produk unggulan Sragen,” ujar Agus.
Langkah tindak lanjut ke depan akan difokuskan pada pembinaan unit usaha mikro berbasis sorgum. Diversifikasi olahan ini diharapkan tidak sekadar berhenti pada ajang kompetisi, melainkan mampu bertransformasi menjadi peluang wirausaha riil yang menggerakkan roda perekonomian masyarakat Sragen secara berkelanjutan.
📖 Glosarium Istilah
- Sorgum: Tanaman serealia serbaguna yang tahan kekeringan, kaya serat serta nutrisi, dan lazim difungsikan sebagai komoditas pangan alternatif pengganti beras atau gandum.
- Real Food: Konsep makanan utuh alami yang minim proses industri tambahan dan bebas dari zat pengawet artifisial sehingga lebih sehat untuk metabolisme tubuh.
- Kemandirian Pangan: Kemampuan suatu wilayah atau masyarakat dalam memproduksi pangan yang beraneka ragam dari dalam negeri demi menjamin kebutuhan pangan secara berkelanjutan.
Baca juga artikel menarik lainnya di situs kami.