Jakarta, 21 September 2026 – Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) menghadiri perayaan puncak Hari Ulang Tahun (HUT) ke-28 Partai Amanat Nasional (PAN) yang diselenggarakan di Jakarta Convention Center (JCC), Senayan, pada Jumat (18/9/2026). Kehadiran jajaran pengurus pusat LDII ini menjadi momentum strategis untuk menegaskan keselarasan visi dalam mengawal agenda pembangunan nasional serta kesejahteraan masyarakat.
Kesamaan Visi dan Komitmen Kebangsaan
Dalam kesempatan tersebut, Ketua Umum DPP LDII, Dody Taufiq Wijaya, menyampaikan apresiasi atas eksistensi PAN yang telah memasuki usia ke-28 tahun. Ia menekankan bahwa hubungan antara organisasi kemasyarakatan dan partai politik harus berpijak pada fondasi pengabdian yang kuat untuk bangsa.
Pertama-tama, kami mengucapkan selamat hari ulang tahun yang ke-28 untuk Partai Amanat Nasional. Semoga PAN semakin amanah dalam mengawal cita-cita bangsa Indonesia menuju masyarakat yang sejahtera, ujar Dody Taufiq Wijaya.
Lebih lanjut, Dody menjelaskan bahwa sinergi antara LDII dan PAN bukan sekadar seremoni, melainkan didasari oleh kesamaan pandangan mengenai arah perjuangan bangsa. Menurutnya, terdapat ruang kolaborasi luas yang dapat dioptimalkan di masa depan demi kepentingan publik yang lebih luas.
Antara saya sendiri dan sosok Ketua Umum PAN, maupun LDII dan PAN itu sendiri memiliki banyak kesamaan. Salah satunya adalah kesamaan visi dan misi perjuangan yang dapat kita jalankan bersama, tambah Dody.
Penguatan Ekonomi Berlandaskan Konstitusi
Perayaan tersebut juga dihadiri oleh Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, serta Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Dalam amatan Dody, substansi pesan yang disampaikan pemerintah selaras dengan amanat konstitusi dalam mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.
Ia menegaskan bahwa fokus Kabinet Merah Putih dalam penguatan ekonomi harus senantiasa berpijak pada Pasal 33 UUD 1945. Upaya ini merupakan langkah konkret untuk memastikan kemakmuran dapat dirasakan secara merata oleh seluruh elemen masyarakat tanpa terkecuali.
Semangat Gotong Royong dalam Pembangunan Nasional
Ketua Umum PAN, Zulkifli Hasan, dalam orasinya menegaskan bahwa tantangan membangun Indonesia yang luas dan kompleks tidak mungkin dilakukan secara parsial. Ia mengajak seluruh komponen bangsa untuk melebur dalam semangat kolaborasi.
Indonesia ini negara yang sangat besar dan luas. Tidak mungkin bisa dibangun sendirian oleh satu kelompok atau satu partai saja. Kita butuh gotong royong, butuh kebersamaan antara pemerintah, parpol, ormas, akademisi, hingga seluruh elemen masyarakat, ungkap Zulkifli Hasan.
Peringatan HUT ke-28 ini juga ditandai dengan peluncuran program Pasar Sembako Murah Nasional (PANSar Murah Nasional). Inisiatif sosial tersebut dirancang sebagai aksi nyata untuk membantu masyarakat mengakses kebutuhan pokok dengan harga terjangkau di berbagai daerah.
📖 Glosarium Istilah
- LDII: Lembaga Dakwah Islam Indonesia, organisasi kemasyarakatan yang fokus pada pembinaan umat dan kontribusi kebangsaan.
- PAN: Partai Amanat Nasional, partai politik yang turut serta dalam kancah pemerintahan dan pembangunan nasional.
- Pasal 33 UUD 1945: Landasan konstitusional ekonomi Indonesia yang menegaskan bahwa perekonomian disusun sebagai usaha bersama berdasarkan asas kekeluargaan.
- Kabinet Merah Putih: Sebutan untuk kabinet pemerintahan di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
Baca juga artikel menarik lainnya di situs kami.