Herman Suherman Kembali Terpilih Pimpin LDII Kota Yogyakarta Periode 2026–2031
YOGYAKARTA – Herman Suherman secara resmi kembali dipercaya memimpin DPD LDII Kota Yogyakarta untuk periode 2026–2031. Keputusan tersebut ditetapkan dalam rangkaian Musyawarah Daerah (Musda) VIII yang berlangsung di Gedung Serbaguna Mantrijeron, Kota Yogyakarta, pada Minggu (20/9/2026).
Momentum Evaluasi dan Konsolidasi Organisasi
Musda VIII merupakan forum strategis lima tahunan bagi LDII Kota Yogyakarta untuk melakukan evaluasi kinerja sekaligus merancang langkah konsolidasi organisasi ke depan. Selama kegiatan berlangsung, para peserta yang hadir mengikuti rangkaian sidang mulai dari Sidang Paripurna I hingga III, dilanjutkan dengan sidang komisi, dan diakhiri dengan Rapat Paripurna IV yang memfinalisasi hasil musyawarah.
Hasil musyawarah tersebut menghasilkan mufakat dengan menetapkan Herman Suherman untuk melanjutkan estafet kepemimpinan. Tim formatur kemudian merumuskan susunan pengurus harian serta Dewan Penasihat untuk masa bakti 2026–2031, yang diharapkan dapat membawa organisasi lebih adaptif terhadap tantangan zaman.
"Terima kasih juga kami sampaikan kepada sesepuh, wanhat, alim ulama, dan para penasihat yang senantiasa memberikan nasihat, doa, keteladanan serta kesejukan dalam perjalanan organisasi," ujar Herman Suherman dalam pidato sambutannya.
Sinergi Lintas Sektor dalam Program Kerja
Dalam kesempatan tersebut, Herman memberikan apresiasi kepada jajaran Pengurus PC dan PAC di tingkat kota. Menurutnya, keberhasilan program-program pengabdian LDII yang mencakup delapan bidang utama tidak terlepas dari kolaborasi yang solid di setiap tingkatan.
"Berbagai program pengabdian LDII yang mencakup delapan bidang tersebut dapat berjalan karena adanya kebersamaan dan sinergi dari seluruh tingkatan organisasi," jelas Herman.
Salah satu momen yang disebut Herman cukup berkesan selama masa jabatannya adalah kegiatan pembelajaran kebangsaan melalui kunjungan ke makam Bung Karno di Blitar. Baginya, kunjungan tersebut meneguhkan komitmen organisasi untuk senantiasa menghargai jasa para pahlawan dalam memperjuangkan kemerdekaan Indonesia.
Prioritas Strategis Periode 2026–2031
Memasuki periode kerja yang baru, Herman menegaskan fokus organisasi pada efektivitas program. Ia berkomitmen untuk mempertahankan program yang telah berjalan dengan baik serta melakukan evaluasi komprehensif terhadap target yang belum tercapai secara optimal.
"Program prioritas yang akan dilaksanakan, tentunya program yang sudah berjalan baik itu akan kami jadikan prioritas. Kemudian yang belum baik maka kita perbaiki. Yang sulit terlaksana mungkin kita akan belajar dan evaluasi," tambahnya.
Herman menutup arahannya dengan menekankan bahwa LDII Kota Yogyakarta harus semakin proaktif menjadi subjek pembangunan yang memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat luas. Semangat ini selaras dengan tema Musda VIII yang mengusung misi penguatan kontribusi organisasi di tingkat lokal maupun nasional.
📖 Glosarium Istilah
- DPD LDII: Dewan Pimpinan Daerah Lembaga Dakwah Islam Indonesia, lembaga tingkat kota/kabupaten.
- Musda: Musyawarah Daerah, forum pengambilan keputusan tertinggi organisasi di tingkat daerah.
- PC & PAC: Pimpinan Cabang (tingkat kecamatan) dan Pimpinan Anak Cabang (tingkat kelurahan/desa).
- Wanhat: Dewan Penasihat yang bertugas memberikan nasihat dan arahan kepada pengurus harian.
Baca juga artikel menarik lainnya di situs kami.