Festival Anak Saleh LDII Kediri Perkuat Karakter Religius dan Kemandirian Santri

Festival Anak Saleh LDII Kediri Perkuat Karakter Religius dan Kemandirian Santri
foto: ilustrasi / istimewa

Pembentukan Karakter Generasi Muda Berbasis Religi

DPD LDII Kabupaten Kediri kembali menggelar Festival Anak Saleh (FAS) sebagai upaya konkret dalam meningkatkan kualitas pendidikan keagamaan, akhlak mulia, serta kemandirian generasi penerus. Perhelatan yang diikuti oleh sekitar 100 santriwan dan santriwati ini berlangsung khidmat pada Minggu (20/9) di Aula Baitul A’la, Desa Mojokerep, Kecamatan Plemahan, Kabupaten Kediri.

Para peserta merupakan perwakilan dari berbagai Taman Pendidikan Al-Qur'an (TPQ) yang berada di bawah naungan pembinaan LDII, khususnya dari wilayah Kecamatan Purwoasri, Kunjang, dan Plemahan. Festival ini dirancang bukan sekadar ajang kompetisi, melainkan media strategis untuk mengasah potensi anak didik agar menjadi pribadi yang unggul secara spiritual dan tangguh secara sosial.

Apresiasi Terhadap Potensi dan Kemandirian Santri

Ketua Panitia Festival Anak Saleh, Abdul Ghofur, mengungkapkan bahwa kegiatan ini menjadi stimulus penting bagi anak-anak untuk terus mengasah kemampuan mereka. Menurutnya, fokus utama dari acara tersebut adalah menanamkan nilai-nilai akhlakul karimah yang menjadi fondasi dasar pembentukan karakter di era modern.

"Melalui kegiatan ini, kami ingin memberikan motivasi kepada santriwan dan santriwati, khususnya di tingkat TPQ, untuk meningkatkan kemampuan, pemahaman agama, akhlakul karimah, dan kemandirian," ujar Abdul Ghofur.

Dalam rangkaian acara, para peserta berkompetisi dalam berbagai cabang lomba religius seperti azan, qiraah, tahfizul Qur'an, hingga pildacil. Selain itu, terdapat pula kategori cerdas cermat dengan format ranking 1 yang menguji pemahaman mendalam para santri terhadap materi keagamaan.

Sinergi Kreativitas dan Jiwa Kewirausahaan

Tidak hanya berfokus pada sisi pendidikan agama, festival ini juga memberikan ruang bagi para remaja untuk menunjukkan kreativitas mereka melalui stan bazar. Kehadiran bazar remaja ini bertujuan untuk menanamkan jiwa kewirausahaan sejak dini, yang sejalan dengan semangat kemandirian yang diusung oleh organisasi.

Abdul Ghofur menambahkan, Festival Anak Saleh kali ini merupakan gelaran kedua yang dilaksanakan setiap dua tahun sekali. Ia mengaku bangga melihat adanya perkembangan signifikan, baik dari segi kualitas tata kelola penyelenggaraan acara maupun kemandirian yang ditunjukkan oleh para peserta.

Evaluasi Berkelanjutan untuk Hasil Maksimal

Dewan Pembina DPD LDII Kabupaten Kediri, KH. Sunarto, memberikan apresiasi tinggi atas konsistensi program ini. Ia menegaskan bahwa keberhasilan sebuah pendidikan sangat bergantung pada proses pembinaan yang terarah, berkelanjutan, dan dievaluasi secara berkala.

"Ini merupakan upaya untuk mengarahkan dan memberikan bimbingan kepada generasi penerus agar memiliki pemahaman agama yang kuat, berakhlakul karimah, dan mandiri," ujar KH. Sunarto.

Lebih lanjut, KH. Sunarto menekankan bahwa potensi anak-anak akan berkembang jauh lebih maksimal jika diberikan ruang untuk tampil dan dibimbing dengan pola pendidikan yang benar. Menurutnya, keberhasilan peserta dalam festival ini menjadi cermin bahwa metode pembinaan yang diterapkan selama ini telah membuahkan hasil yang memuaskan bagi pengembangan karakter generasi muda.

📖 Glosarium Istilah

  • DPD LDII: Dewan Pimpinan Daerah Lembaga Dakwah Islam Indonesia, organisasi kemasyarakatan yang fokus pada pembinaan umat.
  • FAS: Festival Anak Saleh, program tahunan untuk mengevaluasi kompetensi santri di bidang keagamaan.
  • TPQ: Taman Pendidikan Al-Qur'an, lembaga pendidikan non-formal untuk mendalami ilmu dasar agama Islam.
  • Tahfizul Qur'an: Proses menghafal ayat-ayat suci Al-Qur'an sebagai bagian dari kurikulum pembinaan santri.

Baca juga artikel menarik lainnya di situs kami.