SLEMAN – Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Daerah Istimewa Yogyakarta menunjukkan komitmen nyata dalam pelestarian lingkungan hidup dengan mendukung Padukuhan Sangurejo, Kalurahan Wonokerto, Kapanewon Turi, Sleman, menuju verifikasi Program Kampung Iklim (ProKlim) Lestari. Dukungan ini ditegaskan melalui partisipasi aktif pengurus DPW LDII DIY dalam verifikasi lapangan yang berlangsung pada Kamis (20/8/2026).
Komitmen Pendampingan Lingkungan Berkelanjutan
Kehadiran pengurus DPW LDII DIY dalam proses verifikasi ini menjadi bukti nyata keterlibatan lembaga dalam menjaga ekosistem kawasan. Sekretaris DPW LDII DIY, Gathot Wardodyo, mengungkapkan kebanggaannya atas kemajuan yang dicapai masyarakat Sangurejo dalam pengelolaan lingkungan hingga level nasional.
Alhamdulillah kami turut bangga karena ProKlim Sangurejo akan meningkat menjadi ProKlim Lestari. Sejak awal DPW ikut berperan dalam program ini, ujar Gathot Wardodyo.
Menurut Gathot, inisiatif ini bukan sekadar tugas administratif, melainkan wujud nyata implementasi delapan bidang pengabdian LDII kepada bangsa, khususnya pada aspek ketahanan lingkungan dan ketahanan pangan. Pihaknya menegaskan bahwa dukungan ini akan bersifat jangka panjang dan berkelanjutan dengan mengerahkan sumber daya yang dimiliki organisasi.
LDII tetap akan mendampingi. Kami memiliki sumber daya yang dapat mendukung pengembangan program lingkungan di Sangurejo, tambah Gathot.
Transformasi Sosial dan Ekonomi Berbasis Ekologi
Wakil Bupati Sleman, Danang Maharsa, yang turut meninjau langsung lokasi, memberikan apresiasi atas perubahan wajah Sangurejo. Ia mengenang masa lalu wilayah tersebut yang sempat dijuluki sebagai "Si Kumis" atau singkatan dari kumuh dan miskin. Melalui kerja keras dan kolaborasi masyarakat, stigmatisasi tersebut kini telah berganti menjadi kawasan yang produktif dan asri.
Dulu Sangurejo dikenal sebagai Si Kumis, kumuh dan miskin. Warga kemudian bergerak mengubah kondisi tersebut. Kini Sangurejo menjadi salah satu wilayah yang aktif dalam pelestarian lingkungan, jelas Danang Maharsa.
Lebih lanjut, Danang menjelaskan bahwa keberhasilan program lingkungan ini turut mendongkrak geliat ekonomi lokal. Kehadiran embung, komunitas kreatif, hingga produk UMKM seperti ecoprint menjadi bukti bahwa kelestarian lingkungan berbanding lurus dengan peningkatan kesejahteraan warga. Konsistensi masyarakat menjadi kunci utama agar program ini tidak hanya berhenti saat bantuan pemerintah berakhir.
Bangkitnya Kesadaran Kolektif Masyarakat
Gerakan perubahan di Sangurejo tidak lahir dalam semalam. Panewu Turi, Joko Susilo, memaparkan bahwa tonggak sejarah kesadaran lingkungan warga bermula sejak tahun 2014. Proses panjang tersebut melibatkan edukasi mendalam bagi warga untuk menyelaraskan hubungan antara kepentingan ekonomi dan kelestarian alam.
Mulai 2014 warga bangkit dan memperkuat pemahaman, tegas Joko Susilo terkait dimulainya gerakan lingkungan tersebut.
📖 Glosarium Istilah
- ProKlim: Program Kampung Iklim, inisiatif nasional yang dikelola KLHK untuk meningkatkan keterlibatan masyarakat dalam mitigasi dan adaptasi perubahan iklim.
- ProKlim Lestari: Tingkat penghargaan tertinggi dalam program ProKlim yang diberikan kepada wilayah yang berhasil mempertahankan aksi adaptasi dan mitigasi perubahan iklim secara berkelanjutan.
- Kapanewon: Istilah administratif setingkat kecamatan dalam sistem pemerintahan Daerah Istimewa Yogyakarta.
- Ecoprint: Teknik memberi pola pada bahan kain dengan menggunakan bahan alami seperti daun atau bunga melalui proses cetak.
Baca juga artikel menarik lainnya di situs kami.