Jakarta — Departemen Komunikasi, Informasi, dan Media (KIM) Dewan Pimpinan Pusat Lembaga Dakwah Islam Indonesia (DPP LDII) yang menaungi LDII News Network (LINES) resmi merampungkan rangkaian program Pelatihan Jurnalistik Angkatan ke-7. Agenda intensif yang berpusat di Kantor DPP LDII, Jakarta, tersebut melibatkan puluhan peserta terpilih dan berlangsung khidmat hingga penutupan resmi pada Sabtu akhir September.
Sebanyak 50 peserta perwakilan Dewan Pimpinan Daerah (DPD) LDII se-Wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek) tercatat mengikuti seluruh tahapan pembekalan selama dua bulan penuh. Kehadiran mereka diarahkan guna memperkokoh kemampuan teknis dalam memproduksi informasi publik yang akurat, berimbang, dan edukatif.
Penguatan Literasi Digital sebagai Bentuk Perjuangan Dakwah Kontemporer
Acara penutupan dihadiri langsung oleh Bendahara Umum DPP LDII, Richan Mudzakar. Dalam arahannya, ia menegaskan bahwa penguasaan instrumen media serta pemahaman literasi digital merupakan domain krusial dakwah masa kini yang menuntut kesiapan mentalitas dan kompetensi teknis.
Richan menitikberatkan pentingnya implementasi prinsip 3K (Karya, Kontribusi, dan Komunikasi) yang senantiasa menjadi ruh pergerakan program DPP LDII di seluruh tingkatan kepengurusan.
“Ini merupakan program LDII dalam menghadapi perkembangan dunia digital sekaligus menyiapkan generasi muda yang unggul. Melalui roadmap organisasi, kami mengajak warga LDII untuk beradaptasi dan membekali diri lewat pelatihan jurnalistik,” ungkap Richan Mudzakar.
Lebih lanjut, pengusaha nasional di sektor travel haji dan umrah tersebut menggarisbawahi urgensi membanjiri ruang publik dengan narasi konstruktif. Langkah ini dinilai mutlak agar persebaran informasi positif tidak tergerus oleh maraknya hoaks maupun disinformasi. Peserta diingatkan agar mendedikasikan keterampilan jurnalistik yang diperoleh sebagai wujud pengabdian sosial dan ladang amal jariyah.
“Kalau zaman dahulu orang berperang menggunakan baju zirah, kuda, dan pedang, maka di zaman sekarang bentuk perjuangan kita telah berubah. Medan perang kita saat ini adalah media digital,” tegas Richan Mudzakar.
Regenerasi Berkelanjutan Awak Redaksi LDII News Network
Pada kesempatan yang sama, Ketua LINES Frediansyah Firdaus menjelaskan bahwa pelatihan jurnalistik ini merupakan agenda reguler yang telah konsisten diselenggarakan DPP LDII sejak 2013. Pembinaan terstruktur tersebut menjadi fondasi utama suksesi regenerasi awak redaksi.
“Kami sangat membutuhkan regenerasi dan energi baru seiring bergantinya tim dari waktu ke waktu. Tujuannya agar publikasi kebaikan dari LDII dapat tersampaikan dengan baik kepada masyarakat,” ujar Frediansyah Firdaus.
Pemberdayaan Pewarta Muda untuk Jaringan Daerah
Ketua Pelaksana Pelatihan Jurnalistik Angkatan ke-7, Muhammad Rizal Ghani Wicaksono, menyampaikan apresiasi mendalam atas ketekunan para peserta. Walaupun bertolak dari latar belakang pendidikan dan profesi yang beragam, seluruh peserta konsisten mendalami materi produksi siaran televisi, manajemen media sosial, hingga tata kelola media siber selama tujuh pekan masa studi.
“Lika-liku persiapannya bersumber dari semangat kami untuk membangun generasi muda agar lebih melek digital, khususnya literasi digital, serta menjadi manusia yang bermanfaat dalam menyebarkan syiar positif bagi organisasi maupun masyarakat luas,” tutur Muhammad Rizal Ghani Wicaksono.
Para lulusan pelatihan ini diproyeksikan segera memperkuat jajaran redaksi LINES di tingkat pusat maupun daerah, sekaligus bertindak sebagai kontributor aktif dalam mendokumentasikan kegiatan pengabdian masyarakat di wilayah masing-masing. Rangkaian kegiatan tersebut dipungkasi secara resmi lewat prosesi penyerahan sertifikat kelulusan.
📖 Glosarium Istilah
- LINES (LDII News Network): Kanal media informasi dan jaringan jurnalisme resmi di bawah naungan DPP LDII yang memproduksi berita dan konten multimedia.
- Prinsip 3K: Kerangka kerja strategis LDII yang mencakup Karya nyata, Kontribusi terhadap bangsa, dan Komunikasi efektif kepada publik.
- Literasi Digital: Kemampuan individu dalam mengakses, memahami, menganalisis, mengevaluasi, dan mendistribusikan informasi secara kritis dan bertanggung jawab melalui media digital.
Baca juga artikel menarik lainnya di situs kami.