Penguatan Standar Keamanan dan Keselamatan Bangunan
DPP LDII secara resmi menjalin kolaborasi strategis dengan Pengurus Pusat Senkom Mitra Polri untuk melaksanakan asesmen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) serta mitigasi bencana di kompleks Gedung DPP LDII, Jakarta. Agenda yang dilaksanakan pada Sabtu, 19 September 2026 ini bertujuan untuk memastikan seluruh fasilitas bangunan memenuhi standar keamanan nasional demi perlindungan maksimal bagi seluruh penghuni dan tamu.
Ketua DPP LDII yang juga menjabat sebagai Koordinator Bidang Pengabdian Masyarakat (Penamas), Ruly Bernaputra, menegaskan bahwa langkah ini merupakan bentuk komitmen organisasi dalam menerapkan manajemen gedung yang profesional dan adaptif terhadap potensi risiko.
"Standarisasi K3 gedung menjadi persyaratan utama agar sebuah bangunan layak digunakan secara berkelanjutan. Kami ingin memastikan gedung DPP ini menjadi role model bangunan yang aman, nyaman, dan siap mengantisipasi risiko bencana," ujar Ruly.
Sinergi Teknis dalam Mitigasi Risiko Kebencanaan
Implementasi program ini dilakukan melalui pemeriksaan menyeluruh yang melibatkan tim ahli dari PP Senkom Mitra Polri. Asesmen yang dilakukan mencakup pemeriksaan rutin terhadap lift, keandalan Alat Pemadam Api Ringan (APAR), penataan jalur evakuasi yang efektif, hingga pemantauan berkala terhadap struktur fisik bangunan utama.
Ruly menambahkan bahwa edukasi menjadi komponen krusial dalam program ini. Sebagai langkah awal, pihak pengelola akan menyiapkan sistem informasi bagi pengunjung terkait prosedur darurat. "Untuk kunjungan awal atau tamu yang baru pertama kali datang, kami juga akan menyiapkan sarana edukasi berupa video safety induction berdurasi maksimal lima menit agar mereka langsung memahami prosedur penyelamatan diri jika terjadi keadaan darurat," tambahnya.
Evaluasi Komprehensif dan Proyeksi Masa Depan
Dalam proses asesmen teknis, tim penilai menguji lima indikator utama yang menjadi standar keamanan gedung, yaitu aspek struktural, arsitektur, proteksi kebakaran, kesiapsiagaan pengamanan, dan kelayakan jalur evakuasi. Asesor Keselamatan Gedung K3, Muhammad Syaiful, menyampaikan bahwa sinergi antara DPP LDII dan PP Senkom berhasil memadukan memadukan fungsi manajerial dengan keahlian teknis operasional.
"Dari lima indikator yang kami periksa, ada beberapa catatan penting yang perlu penanganan (treatment), khususnya pada evaluasi visual struktur balok dan potensi penurunan pondasi," jelas Syaiful mengenai temuan di lapangan.
Sejalan dengan hal tersebut, Instruktur Security dan Safety, Sudaryanto, menekankan pentingnya membentuk budaya keselamatan yang berkelanjutan. Ia berencana untuk menyelenggarakan pelatihan khusus bagi seluruh staf agar memiliki tanggung jawab kolektif dalam menjaga keamanan gedung.
Gedung DPP LDII diproyeksikan menjadi proyek percontohan bagi fasilitas-fasilitas milik LDII lainnya di seluruh penjuru Indonesia. Seluruh rekomendasi yang dihasilkan dari asesmen ini akan diimplementasikan secara bertahap, dengan target penyelesaian perbaikan menyeluruh pada akhir tahun 2026.
📖 Glosarium Istilah
- K3: Keselamatan dan Kesehatan Kerja, merupakan upaya untuk menjamin keutuhan dan kesempurnaan tenaga kerja serta sarana bangunan.
- Mitigasi Bencana: Serangkaian upaya untuk mengurangi risiko bencana melalui pembangunan fisik maupun penyadaran terhadap ancaman bahaya.
- APAR: Alat Pemadam Api Ringan, sebuah alat yang digunakan untuk memadamkan api atau mengendalikan kebakaran kecil.
- Safety Induction: Prosedur pengenalan keselamatan bagi orang baru yang memasuki area berisiko untuk memahami prosedur evakuasi dan pencegahan kecelakaan.
Baca juga artikel menarik lainnya di situs kami.