DPP LDII Bersama Senkom Mitra Polri Perkuat Standarisasi K3 dan Mitigasi Bencana Gedung

DPP LDII Bersama Senkom Mitra Polri Perkuat Standarisasi K3 dan Mitigasi Bencana Gedung
foto: ilustrasi / istimewa

Jakarta, 27 September 2026 – Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) menjalin kolaborasi strategis dengan Pengurus Pusat Senkom Mitra Polri untuk melaksanakan asesmen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) serta mitigasi bencana di kantor DPP LDII, Jakarta. Inspeksi komprehensif yang berlangsung pada Sabtu (19/9/2026) tersebut bertujuan memvalidasi kelayakan, keamanan, dan kesiapsiagaan operasional gedung dalam menghadapi berbagai risiko kedaruratan.

Penguatan Standarisasi Gedung Sebagai Proyek Percontohan Nasional

Ketua DPP LDII sekaligus Koordinator Bidang Pengabdian Masyarakat (Penamas), Ruly Bernaputra, menegaskan bahwa asesmen ini merupakan langkah konkret dalam program penguatan infrastruktur yang dikelola oleh LDII. Pihaknya memproyeksikan Gedung DPP LDII sebagai role model bangunan yang tidak hanya fungsional, tetapi juga aman dari potensi bahaya kebencanaan.

Standarisasi K3 gedung menjadi persyaratan utama agar sebuah bangunan layak digunakan secara berkelanjutan. Kami ingin memastikan gedung DPP ini menjadi role model bangunan yang aman, nyaman, dan siap mengantisipasi risiko bencana, ujar Ruly Bernaputra.

Ruly menambahkan bahwa implementasi standarisasi ini merupakan komitmen jangka panjang. Seluruh proses perbaikan ditargetkan selesai secara bertahap hingga pengujung tahun 2026. Selain aspek fisik, pihak pengelola juga akan menerapkan edukasi preventif bagi tamu melalui safety induction singkat agar prosedur penyelamatan diri dapat dipahami dengan cepat saat kondisi darurat.

Evaluasi Komprehensif Berbasis Indikator Keselamatan Modern

Dalam proses teknisnya, tim ahli dari PP Senkom Mitra Polri melakukan pemeriksaan mendalam terhadap lima indikator utama, yang mencakup aspek struktural, arsitektur, proteksi kebakaran, sistem pengamanan, serta kelayakan jalur evakuasi. Asesor Keselamatan Gedung K3, Muhammad Syaiful, menekankan pentingnya sinergi antara aspek manajerial dan teknis operasional dalam mitigasi bencana.

Dari lima indikator yang kami periksa, ada beberapa catatan penting yang perlu penanganan (treatment), khususnya pada evaluasi visual struktur balok dan potensi penurunan pondasi, jelas Muhammad Syaiful.

Menanggapi hal tersebut, Instruktur Security dan Safety, Sudaryanto, menyoroti urgensi pembentukan budaya keselamatan di lingkungan kerja. Menurutnya, kesadaran penghuni gedung merupakan kunci utama efektivitas sistem keamanan yang terpadu.

Kami menyusun rekomendasi perbaikan sistem security dan safety. Ke depan, kami berencana menggelar pelatihan dan workshop agar setiap orang yang beraktivitas di sini memiliki kesadaran serta tanggung jawab yang sama terhadap keselamatan gedung, tambah Sudaryanto.

Replikasi Sistem Keamanan untuk Fasilitas LDII di Indonesia

Keberhasilan asesmen di kantor pusat ini menjadi pijakan awal bagi LDII untuk melakukan standardisasi serupa di berbagai fasilitas pendukung lainnya. Setelah seluruh rekomendasi teknis disetujui oleh pimpinan pusat, sistem K3 dan mitigasi bencana ini akan diintegrasikan secara bertahap ke dalam gedung-gedung fasilitas LDII yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia, guna menjamin keamanan seluruh warga dan tamu yang beraktivitas di lingkungan lembaga.

📖 Glosarium Istilah

  • K3: Keselamatan dan Kesehatan Kerja, suatu bidang yang terkait dengan kesehatan, keselamatan, dan kesejahteraan manusia di lingkungan kerja.
  • Mitigasi Bencana: Serangkaian upaya untuk mengurangi risiko bencana, baik melalui pembangunan fisik maupun penyadaran dan peningkatan kemampuan menghadapi ancaman.
  • Senkom Mitra Polri: Sentra Komunikasi Mitra Polri, organisasi masyarakat yang bergerak di bidang kebencanaan dan bantuan komunikasi keamanan.
  • Safety Induction: Prosedur pengenalan mengenai aspek keselamatan kerja yang diberikan kepada setiap orang sebelum memasuki area kerja atau gedung.

Baca juga artikel menarik lainnya di situs kami.