DPD LDII Manokwari Perkuat Pemahaman Agama Melalui Pengajian Rutin Hybrid
MANOKWARI – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Kabupaten Manokwari terus berupaya menjaga kualitas spiritual warga binaannya. Langkah nyata tersebut diwujudkan melalui penyelenggaraan pengajian umum yang dilaksanakan secara hybrid dari Masjid Al-Mubarok, Manokwari, pada Selasa (1/9/2026).
Inisiatif ini tidak hanya menyasar warga LDII di wilayah Kota Manokwari, namun juga menjangkau jemaah di pelosok daerah lainnya seperti Wasior, Bintuni, serta Distrik Manimeri. Pendekatan teknologi digital dalam metode dakwah ini dinilai efektif untuk memastikan distribusi ilmu agama tetap berjalan merata, melampaui batasan geografis yang menantang di wilayah Papua Barat.
Pendalaman Tafsir dan Pemurnian Ajaran Agama
Kegiatan pengajian diawali dengan sesi pendalaman materi Al-Qur'an yang disampaikan oleh Ustaz Salman Zain Izza Kamilan. Fokus bahasan tertuju pada pengulasan Surah Al-Baqarah ayat 101 hingga 105, yang secara spesifik menyoroti kisah Nabi Sulaiman. Dalam pemaparannya, Ustaz Salman menekankan urgensi menjaga kelestarian ajaran Islam agar nilai-nilainya tetap autentik dan tidak terdegradasi oleh arus perubahan zaman.
"Generasi penerus perlu dibina dan diajarkan pemahaman agama yang bersumber dari Al-Qur'an dan Al-Hadist secara utuh serta terhindar dari perbuatan syirik, khurafat, dan takhayul," ujar Ustaz Salman Zain Izza Kamilan.
Ia menambahkan bahwa benteng utama bagi umat Islam dalam menghadapi tantangan zaman adalah pemahaman mendalam terhadap dalil-dalil syar'i. Dengan bersandar pada Al-Qur'an dan Al-Hadis yang murni, diharapkan generasi muda dapat terhindar dari pemahaman menyimpang yang dapat menjerumuskan pada praktik syirik maupun kepercayaan khurafat yang tidak berdasar.
Peningkatan Kualitas Ibadah dan Pemeliharaan Sarana Keagamaan
Dalam kesempatan yang sama, Ketua Dewan Penasihat LDII Manokwari, Abdul Azis, memberikan arahan mengenai pentingnya konsistensi dalam beribadah. Meski dihadapkan dengan kondisi cuaca yang terik dan menantang, ia mengingatkan agar semangat jemaah tidak surut dalam mencari ilmu dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Selain fokus pada peningkatan spiritualitas, Abdul Azis juga menyoroti aspek kedisiplinan dalam menjaga kebersihan lingkungan ibadah. Menurutnya, kondisi fisik sarana ibadah yang bersih dan penataan perlengkapan sholat serta kitab-kitab keagamaan yang rapi merupakan bagian dari adab yang mampu menumbuhkan ketenangan hati dan semangat beribadah.
📖 Glosarium Istilah
- Hybrid: Metode pelaksanaan kegiatan yang menggabungkan pertemuan tatap muka langsung dengan koneksi virtual melalui media daring.
- Khurafat: Keyakinan atau kepercayaan terhadap hal-hal yang tidak memiliki dasar dalam syariat Islam, seringkali bersifat takhayul atau khayalan.
- Syirik: Perbuatan menyekutukan Allah SWT dengan sesuatu yang lain, yang merupakan dosa besar dalam ajaran Islam.
Baca juga artikel menarik lainnya di situs kami.