DPD LDII Kotabaru Perkuat Kapasitas Tim Rukyat Hilal Melalui Pelatihan Astronomi di Imah Noong

DPD LDII Kotabaru Perkuat Kapasitas Tim Rukyat Hilal Melalui Pelatihan Astronomi di Imah Noong
foto: ilustrasi

KOTABARU – Dalam upaya meningkatkan akurasi data dalam penentuan kalender Hijriah nasional, DPD LDII Kabupaten Kotabaru mengirimkan delegasi teknis untuk mengikuti pelatihan intensif astronomi di Observatorium Imah Noong, Lembang, Jawa Barat. Langkah strategis ini diambil sebagai bentuk komitmen organisasi dalam mendukung pemerintah dan umat Islam melalui penguatan sumber daya manusia di bidang hisab dan rukyat.

Pelatihan yang berlangsung selama tiga hari pada 3, 4, dan 6 September 2026 ini diikuti oleh Koordinator Tim Rukyat Hilal LDII Kotabaru, Nur Abdul Rozaq. Fokus utama kegiatan tersebut adalah penguasaan teknologi teleskop modern serta teknik observasi langit secara profesional.

Penguatan Kapasitas Teknis Rukyatul Hilal

Ketua DPD LDII Kotabaru, Drs. H. Murdianto, M.Si., menyatakan bahwa penguasaan teknologi observasi merupakan kebutuhan mendesak untuk menjaga presisi data di lapangan. Menurutnya, pemahaman mendalam tentang alat optik canggih akan meminimalisir kesalahan interpretasi saat proses pengamatan dilakukan.

"Peningkatan kompetensi sangat krusial agar proses pengamatan hilal di daerah dapat memberikan data yang presisi, valid, dan dapat dipertanggungjawabkan dalam Sidang Isbat," ujar Murdianto.

Beliau menegaskan bahwa LDII Kotabaru terus berupaya mendukung penuh otoritas keagamaan dengan menyediakan tenaga ahli yang memiliki sertifikasi atau kemampuan teknis yang mumpuni dalam memantau awal Ramadan, Idulfitri, maupun Iduladha.

Integrasi Teknologi Modern dalam Observasi Astronomi

Selama pelatihan, Nur Abdul Rozaq mendalami operasional dua jenis instrumen astronomi mutakhir. Pertama, penggunaan teleskop portable model HScupe 70mm F/8.5 Veetisteel AZ yang dipadukan dengan Mount Skyhunter dan sistem portable AZ GOTO. Instrumen ini turut dilengkapi dengan GSO 1.25" Focal Resister 0.5x serta kamera resolusi tinggi ZWO AS1462MC untuk menangkap detail obyek langit.

Selain perangkat konvensional yang dimodifikasi, delegasi LDII Kotabaru juga mempelajari penggunaan smart telescope merk Seestar S50. Alat ini menawarkan kemudahan pengoperasian melalui otomasi penuh lewat integrasi aplikasi pada perangkat seluler, yang memungkinkan pemantauan dilakukan dengan lebih efisien dan akurat.

Metodologi Pelatihan Komprehensif dan Praktik Lapangan

Nur Abdul Rozaq menjelaskan bahwa kurikulum pelatihan dirancang secara komprehensif, mencakup teknis perakitan, kalibrasi instrumen, hingga pengarahan posisi berbasis koordinat astronomis. Peserta juga diberikan pembekalan intensif mengenai perangkat lunak pemetaan langit guna memprediksi posisi serta visibilitas hilal sebelum dilakukan observasi fisik.

Tahap akhir dari pelatihan melibatkan praktik observasi langsung. Teknik yang diajarkan tidak hanya terbatas pada pengamatan visual dengan alat bantu, tetapi juga mencakup dokumentasi melalui teknik astrofotografi. Harapannya, hasil pengamatan dari daerah ke depan akan lebih berkualitas dan memberikan kontribusi nyata bagi penetapan kalender Islam secara nasional.

📖 Glosarium Istilah

  • Rukyat Hilal: Proses pengamatan bulan sabit muda sebagai penanda dimulainya bulan baru dalam kalender Hijriah.
  • Sidang Isbat: Sidang penetapan yang dilakukan pemerintah untuk menentukan awal bulan Ramadan, Syawal, dan Zulhijah.
  • Astrofotografi: Teknik fotografi khusus untuk memotret objek-objek astronomi di langit malam.
  • Hisab: Metode perhitungan matematis untuk menentukan posisi benda langit dalam menentukan waktu ibadah.

Baca juga artikel menarik lainnya di situs kami.