Penguatan Moral dan Pemahaman Agama bagi Remaja
Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Kabupaten Gunungkidul menggelar pengajian khusus yang menyasar generasi muda pada Minggu (30/8/2026). Bertempat di Masjid Al-Husna, Kemorosari 2, Wonosari, Daerah Istimewa Yogyakarta, agenda tersebut dihadiri oleh kurang lebih 750 remaja dari berbagai wilayah di kabupaten tersebut.
Kegiatan ini menjadi wadah strategis bagi generasi muda dari delapan Pimpinan Cabang (PC) LDII, yakni Wonosari, Gedangsari, Patuk, Playen, Paliyan, Panggang, Saptosari, dan Tanjungsari. Kehadiran para remaja ini bertujuan untuk memperdalam pemahaman keagamaan sekaligus mengasah akhlak mulia sebagai landasan hidup di masa depan.
Sinergi Pembinaan Karakter dan Pengetahuan Keislaman
Dalam forum tersebut, panitia menghadirkan Pengasuh Pondok Pesantren Wali Barokah, Kota Kediri, KH Pahala Jaya, serta didampingi oleh Ustaz Muhammad Rozan Ubadah. Para pemateri menekankan bahwa ilmu agama bukan sekadar teori yang dihafal, melainkan panduan hidup yang wajib diaplikasikan dalam interaksi sosial dan ibadah sehari-hari.
"Anak muda perlu memiliki dasar ilmu agama yang kuat. Ilmu tidak cukup hanya diketahui. Ilmu harus diterapkan dalam ibadah dan kehidupan sosial," ujar KH Pahala Jaya.
Lebih lanjut, KH Pahala Jaya menekankan pentingnya membangun konsistensi ibadah sejak dini. Menurutnya, habituasi atau pembiasaan dalam beribadah adalah elemen fundamental dalam pembentukan karakter seseorang agar tetap teguh di tengah dinamika kehidupan modern.
Adaptasi Teknologi dan Ketahanan Generasi Digital
Di sisi lain, Ustaz Muhammad Rozan Ubadah menyoroti tantangan zaman yang menuntut literasi agama yang mumpuni. Melalui pendekatan berbasis Al-Qur'an dan hadis, ia mengimbau para remaja agar lebih bijak dalam menyaring informasi yang membanjiri ruang digital.
Senada dengan hal tersebut, Ketua PC LDII Playen, Muhammad Angwar, menegaskan bahwa regenerasi kader yang berkualitas harus dipersiapkan sejak sekarang. Ia berharap agar semangat belajar yang ditunjukkan para peserta dapat terus terjaga di lingkungan keluarga maupun masyarakat.
"Regenerasi harus disiapkan sejak sekarang. Jangan sampai kebiasaan beribadah berhenti di tengah jalan. Pembinaan harus terus berjalan di keluarga, masjid, dan lingkungan," kata Muhammad Angwar.
Komitmen Berkelanjutan Membentuk Generasi Berkarakter
Ketua DPD LDII Kabupaten Gunungkidul, Wahono Budi Rustanto, mengungkapkan bahwa kegiatan ini merupakan bagian integral dari program kerja organisasi dalam mencetak generasi penerus yang memiliki karakter religius serta jiwa kebangsaan yang kuat. Pendidikan agama yang ditanamkan sejak dini diyakini menjadi modal utama bagi mereka dalam menjalani tantangan zaman yang semakin kompleks.
"Generasi muda perlu mendapat bekal ilmu agama dan karakter luhur. Pembinaan harus berjalan secara berkelanjutan agar mereka memiliki bekal untuk menjalani kehidupan," ujar Wahono Budi Rustanto.
📖 Glosarium Istilah
- LDII: Lembaga Dakwah Islam Indonesia, sebuah organisasi kemasyarakatan berbasis keagamaan Islam di Indonesia.
- DPD: Dewan Pimpinan Daerah, struktur organisasi LDII yang berada di tingkat kabupaten atau kota.
- PC: Pimpinan Cabang, struktur organisasi LDII yang mengoordinasikan kegiatan di tingkat kecamatan.
- Habituasi: Proses pembiasaan atau penyesuaian diri terhadap suatu pola perilaku agar menjadi karakter tetap.
Baca juga artikel menarik lainnya di situs kami.