DPD LDII Banyuasin Perkuat Kemandirian Pangan dan Pemberdayaan Ekonomi Umat

DPD LDII Banyuasin Perkuat Kemandirian Pangan dan Pemberdayaan Ekonomi Umat
foto: ilustrasi / istimewa

BANYUASIN – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Kabupaten Banyuasin menyelenggarakan Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) Catur Wulan II Tahun 2026. Pertemuan strategis yang berlangsung di Talang Kelapa, Kabupaten Banyuasin, pada 29–30 Agustus 2026 ini menitikberatkan pada evaluasi program kerja serta penguatan kontribusi organisasi dalam mendukung ketahanan pangan dan ekonomi umat.

Sinergi Strategis Mendukung Lumbung Pangan Nasional

Rakorda kali ini mengusung tema besar, yakni “Optimalisasi Peran Strategis LDII Banyuasin Melalui Program Pemberdayaan Ekonomi Umat dan Kemandirian Pangan Menuju Indonesia Emas 2045”. Isnaini Nugroho, Ketua DPD LDII Kabupaten Banyuasin, menjelaskan bahwa agenda ini dirancang selaras dengan kebijakan pemerintah daerah dalam mempertahankan posisi Banyuasin sebagai lumbung pangan nasional.

Tema ini diambil dalam rangka mengoptimalkan peran strategis LDII dalam membantu Pemerintah Kabupaten Banyuasin yang terus konsisten menjadikan Banyuasin sebagai lumbung pangan nasional. Hal ini sejalan dengan program Pemerintah Republik Indonesia dalam memperkuat ketahanan pangan nasional, ujar Isnaini.

Transformasi Peran Umat dalam Rantai Nilai Ekonomi

Dalam arahannya, Isnaini menekankan pentingnya pergeseran pola pikir umat dari yang sekadar menjadi konsumen beralih menjadi pelaku produktif. Peningkatan kapasitas sumber daya manusia menjadi kunci agar masyarakat mampu mengambil peran lebih besar dalam ekosistem ekonomi nasional.

Umat tidak hanya menjadi konsumen, tetapi juga mampu menjadi produsen, pelaku usaha, inovator, dan bagian dari rantai nilai ekonomi nasional. Untuk mewujudkan hal tersebut, diperlukan peningkatan sumber daya manusia secara berkelanjutan, jelasnya.

Literasi Digital dan Penguatan Karakter Generasi

Di tengah pesatnya perkembangan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence), Rakorda ini juga menyoroti pentingnya etika dalam berteknologi. Penguasaan alat digital harus diimbangi dengan integritas karakter agar terhindar dari dampak negatif seperti disinformasi dan ujaran kebencian.

Dakwah tidak boleh gagap teknologi. Namun, penguasaan teknologi harus disertai akhlak sehingga tidak menghadirkan disinformasi, manipulasi informasi, ujaran kebencian, dan rendahnya literasi digital yang dapat menyebabkan perpecahan di masyarakat, tegas Isnaini.

Kolaborasi Lintas Sektor demi Kerukunan Umat

Kepala KUA Talang Kelapa, M. Fauzan, yang mewakili Kepala Kankemenag Kabupaten Banyuasin, memberikan apresiasi atas kiprah LDII. Ia berharap sinergi ini terus dijaga untuk membentuk masyarakat yang religius dan harmonis. Hal senada juga disampaikan oleh Ketua DPW LDII Sumatera Selatan, Rahmatullah.

Perlu adanya sinergitas antara LDII bersama Kementerian Agama dalam rangka mewujudkan ukhuwah Islamiyah, ukhuwah wathaniyah, dan ukhuwah insaniyah di Kabupaten Banyuasin, ungkap Rahmatullah.

Kegiatan ini dihadiri oleh jajaran pengurus dari tingkat DPD hingga PAC, serta didukung oleh unsur Senkom, SAKO SPN, Persinas ASAD, dan FORSGI Kabupaten Banyuasin, yang berkomitmen bersama untuk mengawal program-program strategis di bidang pendidikan, dakwah, dan pemberdayaan masyarakat.

📖 Glosarium Istilah

  • Rakorda: Rapat Koordinasi Daerah sebagai forum evaluasi dan penyusunan program kerja organisasi tingkat daerah.
  • Kemandirian Pangan: Kondisi terpenuhinya kebutuhan pangan masyarakat secara mandiri melalui produksi lokal.
  • Ukhuwah: Istilah yang merujuk pada persaudaraan, baik persaudaraan sesama Muslim (Islamiyah), sesama warga bangsa (Wathaniyah), maupun sesama manusia (Insaniyah).
  • Artificial Intelligence: Teknologi kecerdasan buatan yang memungkinkan sistem komputer melakukan tugas yang memerlukan kecerdasan manusia.

Baca juga artikel menarik lainnya di situs kami.