Bupati Mesuji Tekankan Kedewasaan Berorganisasi dan Sinergi Strategis LDII

Bupati Mesuji Tekankan Kedewasaan Berorganisasi dan Sinergi Strategis LDII
foto: ilustrasi

Bupati Mesuji, Elfianah Khamami, secara resmi membuka Musyawarah Daerah (Musda) III Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Kabupaten Mesuji yang berlangsung di Aula Yayasan Barokah Jaya, Selasa (1/9/2026). Dalam forum tertinggi tingkat daerah tersebut, Elfianah menitipkan pesan mendalam agar seluruh kader LDII mengedepankan kematangan dalam menyikapi perbedaan demi memperkokoh persatuan dan kontribusi nyata bagi pembangunan daerah di masa depan.

Mengusung tema "LDII Bersinergi, Menguatkan Kolaborasi untuk Mesuji yang Aman, Adil, dan Sejahtera", Musda III ini bukan sekadar pergantian nakhoda kepemimpinan. Kegiatan ini menjadi momentum krusial bagi LDII untuk melakukan konsolidasi internal sekaligus mempertajam arah kerja sama dengan pemerintah kabupaten dan berbagai pemangku kepentingan di Bumi Ragab Begawe Caram.

Kedewasaan Berorganisasi sebagai Fondasi Persatuan Umat

Dalam pidato pembukaannya, Elfianah menekankan bahwa dinamika dalam sebuah organisasi merupakan hal yang lumrah, namun harus disikapi dengan bijaksana. Ia menyoroti pentingnya menjaga keutuhan ukhuwah di tengah keberagaman pandangan yang mungkin muncul dalam proses musyawarah.

“Jangan jadikan perbedaan sebagai alasan untuk saling menjauh, tetapi jadikan perbedaan sebagai alasan untuk bersikap dewasa dalam berorganisasi,” ujar Bupati Mesuji, Elfianah Khamami.

Ia berharap hasil dari Musda III ini mampu melahirkan program-program yang solutif dan menyentuh kebutuhan masyarakat luas. Elfianah mengajak seluruh peserta untuk aktif memberikan pemikiran terbaiknya, saling mendengarkan, dan menjaga semangat kekeluargaan agar keputusan yang diambil memiliki legitimasi kuat untuk dijalankan selama lima tahun ke depan.

Apresiasi Pemerintah atas Kontribusi Nyata LDII di Bidang Keagamaan

Pemerintah Kabupaten Mesuji memberikan apresiasi tinggi terhadap peran LDII selama ini, terutama dalam menjaga stabilitas kerukunan umat beragama. Elfianah mengakui bahwa pendidikan karakter dan dakwah yang dijalankan LDII telah memberikan warna positif bagi pembangunan sumber daya manusia di wilayah tersebut.

Lebih lanjut, ia mendorong generasi muda LDII untuk tidak ragu mengambil peran kepemimpinan. Menurutnya, keberlanjutan pembangunan di Mesuji sangat bergantung pada semangat dan integritas para pemudanya saat ini.

“Semangat, karena kalau bukan generasi muda, siapa lagi? Anak muda sekarang harus didorong untuk melanjutkan perjuangan di Mesuji. Terima kasih kepada LDII yang sudah berkontribusi dalam pembangunan Mesuji, terutama di bidang keagamaan. Semoga LDII semakin jaya,” tutur Elfianah dengan nada optimis.

Senada dengan hal tersebut, Ketua DPW LDII Provinsi Lampung, Aditya, menyampaikan bahwa LDII berkomitmen penuh untuk terus berjalan beriringan dengan pemerintah daerah. Ia menekankan bahwa Musda ini adalah wadah untuk menyelaraskan gagasan dengan visi pembangunan pemerintah agar tercipta sinergi yang harmonis.

Aditya juga mencontohkan salah satu bentuk inovasi yang telah diapresiasi adalah keberadaan Bank Sampah Masyarakat (Bankesmas). Program ini dinilai sebagai wujud nyata kepedulian organisasi terhadap lingkungan hidup sekaligus pemberdayaan ekonomi umat. “Harapannya, pengurus LDII tidak hanya memberikan komentar, tetapi juga memberikan sumbangsih dan pemikiran yang konstruktif,” tegas Aditya.

Optimalisasi Delapan Program Pengabdian untuk Pembangunan Mesuji

Ketua DPD LDII Kabupaten Mesuji, Rudi Hidayat, memaparkan bahwa arah gerak organisasi ke depan akan tetap berpijak pada delapan klaster pengabdian LDII untuk bangsa. Sektor-sektor tersebut meliputi wawasan kebangsaan, dakwah, pendidikan, kesehatan herbal, ketahanan pangan, ekonomi syariah, teknologi digital, hingga energi baru terbarukan.

Rudi menjelaskan bahwa program-program tersebut dirancang agar selaras dengan target pertumbuhan ekonomi Mesuji yang inklusif dan inovatif. Evaluasi terhadap kinerja lima tahun ke belakang menjadi bahan utama dalam menyusun strategi baru untuk periode 2026–2031.

“Peran tersebut diwujudkan melalui berbagai bidang pengabdian LDII. Musda III menjadi momentum untuk mengevaluasi program selama lima tahun dan menyusun rencana kegiatan untuk lima tahun mendatang agar lebih relevan dengan kebutuhan masyarakat,” ungkap Rudi Hidayat.

Dengan terbentuknya struktur kepengurusan yang baru nanti, LDII Mesuji diharapkan dapat semakin solid dalam menjalankan fungsi organisasi sebagai sarana aspirasi warga sekaligus mitra strategis pemerintah dalam mewujudkan daerah yang lebih sejahtera.

📖 Glosarium Istilah

  • Musda: Forum musyawarah tertinggi organisasi di tingkat kabupaten/kota untuk menentukan pengurus dan garis besar program kerja.
  • Ukhuwah Islamiah: Konsep persaudaraan yang dibangun atas dasar nilai-nilai keislaman.
  • Bankesmas: Bank Sampah Masyarakat, inisiatif pengelolaan sampah berbasis komunitas untuk kelestarian lingkungan dan nilai ekonomi.
  • Inklusif: Pendekatan pembangunan yang merangkul semua kalangan tanpa membeda-bedakan latar belakang.

Baca juga artikel menarik lainnya di situs kami.