Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) Erna Sari Dewi menyambangi jajaran Dewan Pimpinan Wilayah Lembaga Dakwah Islam Indonesia (DPW LDII) Provinsi Bengkulu dalam agenda penyerapan aspirasi masyarakat. Berlangsung di Aula DPW LDII Provinsi Bengkulu, pertemuan tersebut difokuskan pada dialog seputar pengembangan sumber daya manusia serta peninjauan langsung sarana pendidikan di lingkungan Pondok Pesantren Al Huda dan SMA Budi Utomo Kota Bengkulu.
Komitmen Pemenuhan Hak Konstitusional dan Pemerataan Fasilitas Belajar
Dalam pertemuan tatap muka bersama pengurus yayasan, tenaga pendidik, dan perwakilan santri, Erna Sari Dewi menekankan komitmennya untuk mengawal pemenuhan hak-hak dasar warga negara, terutama pada sektor pendidikan keagamaan maupun umum. Legislator tersebut memandang pemerataan fasilitas penunjang belajar mengajar sebagai fondasi utama mencetak generasi yang berdaya saing di seluruh penjuru Tanah Air.
“Hari ini saya sebagai anggota DPR RI sekaligus anggota MPR RI menjalankan tugas konstitusional dalam agenda penampungan aspirasi masyarakat, memberikan pemenuhan hak-hak dasar sesuai UUD 1945, sekaligus memberikan motivasi kepada santri dan siswa,” ujar Erna Sari Dewi.
Setelah berdialog dengan jajaran pengurus, Erna meninjau langsung kompleks Pondok Pesantren Al Huda guna mencermati kelayakan sarana dan prasarana yang digunakan para santri sehari-hari. Langkah ini diambil untuk memetakan kebutuhan riil lembaga pendidikan swasta berbasis keagamaan agar mendapat perhatian kebijakan yang proporsional.
“Yang terpenting hari ini adalah melihat langsung fasilitas pondok pesantren agar setiap anak bangsa mendapatkan fasilitas yang sama di mana pun berada selama masih dalam NKRI,” kata Erna menegaskan.
Penguatan Karakter Generasi Muda Melalui Sinergi Lembaga
Pihak DPW LDII Provinsi Bengkulu menyambut positif kehadiran wakil rakyat tersebut di tengah lingkungan pesantren. Ketua DPW LDII Provinsi Bengkulu, H. Meri Sasdi, memaparkan bahwa pembinaan generasi muda melalui pendidikan terpadu—antara kurikulum nasional dan nilai moral keagamaan—merupakan salah satu fokus prioritas pengabdian LDII kepada masyarakat.
“Kunjungan ini menjadi momentum untuk memperkuat sinergi dalam mendukung pendidikan dan pembinaan karakter generasi muda,” ujar H. Meri Sasdi.
Menurut Meri, kolaborasi antara pembuat kebijakan di tingkat pusat dengan institusi kemasyarakatan lokal sangat krusial. Hal ini penting guna menjamin kontinuitas program pembinaan moral, budi pekerti, serta kemandirian para santri dan pelajar di daerah.
Kebutuhan Peningkatan Sarana Penunjang Ratusan Santri
Pondok Pesantren Al Huda dan SMA Budi Utomo di kawasan tersebut terus mengalami perkembangan jumlah peserta didik. Wakil Ketua Pondok Pesantren Al Huda, H. Tono Sugiartono, menuturkan bahwa saat ini pesantren membina lebih dari 250 santri yang membutuhkan daya dukung fisik maupun kapasitas pendidik yang kian memadai.
“Kami berharap pemerintah dapat memberikan perhatian lebih, terutama dalam mendukung pembangunan infrastruktur agar pembinaan pendidikan dapat berjalan semakin optimal,” ujar H. Tono Sugiartono.
Agenda serap aspirasi ini dihadiri oleh jajaran pengurus harian DPW LDII Provinsi Bengkulu, Dewan Penasihat, pimpinan Yayasan Fii Daril Muqdas, jajaran pengelola Ponpes Al Huda dan SMA Budi Utomo, dewan guru, serta puluhan santri yang antusias mengikuti dialog kebangsaan tersebut.
📖 Glosarium Istilah
- DPR RI: Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia, lembaga legislatif tinggi negara yang memegang fungsi legislasi, anggaran, dan pengawasan aspirasi rakyat.
- DPW LDII: Dewan Pimpinan Wilayah Lembaga Dakwah Islam Indonesia, struktur kepengurusan organisasi kemasyarakatan LDII di tingkat provinsi.
- Pondok Pesantren: Lembaga pendidikan Islam tradisional berasrama yang fokus mendidik santri dalam pendalaman ilmu agama dan pembinaan akhlak.
Baca juga artikel menarik lainnya di situs kami.