Aksi Solidaritas LDII Maluku Bersama Warga Percepat Pemulihan Pasca Kebakaran Desa Batu Merah

Aksi Solidaritas LDII Maluku Bersama Warga Percepat Pemulihan Pasca Kebakaran Desa Batu Merah
foto: ilustrasi / istimewa

Ambon – Kepedulian sosial terhadap korban musibah kebakaran di Desa Batu Merah, Kota Ambon, terus mengalir. Pengurus Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Provinsi Maluku turun langsung ke lapangan pada Minggu (6/9/2026) untuk melakukan aksi kemanusiaan bersama warga terdampak.

Sinergi Lintas Elemen Mempercepat Pembersihan Puing Kebakaran

Kegiatan gotong royong ini tidak hanya melibatkan pengurus LDII, tetapi juga bersinergi dengan Senkom Mitra Polri Provinsi Maluku, Paguyuban Sedyo Utomo Jawa Tengah, serta berbagai lapisan masyarakat. Fokus utama aksi ini adalah pembersihan puing-puing bangunan dan material sisa kebakaran yang berserakan yang berserakan, guna memulihkan akses lingkungan agar warga dapat segera menata kembali hunian mereka.

Wakil Ketua LDII Maluku, Anto Leko, menekankan bahwa keterlibatan organisasinya merupakan wujud nyata kepedulian terhadap sesama. Menurutnya, bantuan tenaga di lapangan menjadi krusial untuk meringankan beban mental dan fisik para korban yang sedang menghadapi masa sulit pasca musibah.

"Kami ingin membantu meringankan beban warga sekaligus memberikan semangat agar mereka dapat segera bangkit dan kembali beraktivitas. Hal ini bentuk wujud kepedulian bersama untuk membantu warga yang tertimpa musibah untuk pemulihan pascakebakaran," ujar Anto Leko.

Penguatan Solidaritas dan Semangat Persaudaraan Antarwarga

Kolaborasi yang terbangun dalam aksi kemanusiaan ini diapresiasi berbagai pihak. Ketua Senkom Mitra Polri Provinsi Maluku, Abdul Samad, menegaskan bahwa kerja sama antar elemen masyarakat merupakan kunci dalam proses pemulihan kawasan pasca bencana. Baginya, pembersihan lingkungan adalah langkah awal yang sangat menentukan untuk mengembalikan kenyamanan hidup warga setempat.

"Pembersihan puing merupakan langkah awal untuk membantu mengembalikan kondisi lingkungan. Kami berharap sinergi seperti ini terus terjalin ketika masyarakat membutuhkan," ungkap Abdul Samad.

Senada dengan hal tersebut, Ketua Paguyuban Sedyo Utomo Jawa Tengah, Iman Santoso, menyatakan bahwa musibah tidak mengenal batasan suku maupun asal daerah. Keterlibatan paguyubannya merupakan bentuk solidaritas lintas daerah yang bertujuan untuk meneguhkan kembali rasa persaudaraan di tengah situasi darurat.

"Kami datang membawa semangat persaudaraan. Perbedaan daerah bukan penghalang untuk bergotong-royong dan membantu saudara yang sedang mengalami musibah," tegas Iman Santoso.

📖 Glosarium Istilah

  • LDII: Lembaga Dakwah Islam Indonesia, organisasi kemasyarakatan Islam yang fokus pada pembangunan karakter dan dakwah sosial.
  • Senkom Mitra Polri: Sentra Komunikasi Mitra Polri, organisasi masyarakat yang menjadi mitra kepolisian dalam membantu penanggulangan bencana dan menjaga ketertiban.
  • Gotong Royong: Budaya kerja sama secara sukarela yang dilakukan untuk mencapai tujuan bersama dalam membantu sesama manusia.

Baca juga artikel menarik lainnya di situs kami.