Aksi Kolaboratif DPW LDII Sulawesi Selatan Lestarikan Kawasan Pesisir Lantebung

Aksi Kolaboratif DPW LDII Sulawesi Selatan Lestarikan Kawasan Pesisir Lantebung
foto: ilustrasi / istimewa

Aksi Kolaboratif DPW LDII Sulawesi Selatan Lestarikan Kawasan Pesisir Lantebung

Makassar (14/9). Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Sulawesi Selatan menginisiasi gerakan penanaman mangrove di kawasan ekowisata Lantebung, Kota Makassar. Langkah strategis yang dijadwalkan berlangsung pada Minggu (20/9/2026) ini melibatkan kolaborasi lintas sektor guna menekan risiko abrasi sekaligus memperkuat ketahanan ekosistem pesisir.

Sinergi Lintas Sektor dalam Penjagaan Lingkungan Pesisir

Upaya pelestarian lingkungan ini tidak dilakukan secara parsial, melainkan melibatkan berbagai elemen strategis. Dalam pelaksanaannya, LDII Sulsel bersinergi dengan unsur TNI dari Kodam XIV/Hasanuddin, Polda Sulawesi Selatan, serta berbagai komunitas pemerhati lingkungan. Keterlibatan multipihak ini menjadi kunci dalam membangun kesadaran kolektif bahwa perlindungan garis pantai merupakan tanggung jawab bersama.

Ketua DPW LDII Sulsel, Asdar Mattiro, menekankan bahwa kegiatan ini adalah wujud nyata kontribusi organisasi terhadap keberlanjutan alam. Baginya, menanam bibit mangrove adalah investasi jangka panjang bagi masa depan lingkungan di Sulawesi Selatan.

Kami ingin kegiatan ini menjadi bagian dari kontribusi LDII Sulsel dalam menjaga lingkungan. Mangrove yang kami tanam mungkin belum langsung terlihat manfaatnya, tetapi insya Allah akan menjadi pelindung pantai dan warisan lingkungan yang bermanfaat bagi generasi mendatang, ujar Asdar Mattiro.

Implementasi Semangat Karya dan Kontribusi Nyata

Gerakan penanaman mangrove di Lantebung ini bukan sekadar seremoni satu kali saja. Asdar Mattiro menegaskan pentingnya konsistensi dalam gerakan ini agar tidak berhenti di tengah jalan. Menurutnya, edukasi masyarakat dan keterlibatan generasi muda menjadi faktor penentu agar kepedulian terhadap ekosistem pesisir terus tumbuh subur.

Melalui semangat Karya, Kontribusi, dan Komunikasi (3K), LDII Sulsel memandang pelestarian alam sebagai bagian dari ibadah sosial yang berdampak luas. Sinergi yang terbangun diharapkan mampu menjadi model gerakan lingkungan yang berkelanjutan bagi masyarakat luas.

Kami berharap kegiatan ini menjadi gerakan bersama yang berkelanjutan. Dengan menggandeng berbagai elemen, kami ingin membangun kesadaran menjaga pesisir adalah tanggung jawab kita bersama, tambah Asdar Mattiro.

Melalui inisiatif ini, kawasan Lantebung diproyeksikan menjadi zona penyangga yang lebih hijau serta mampu meredam dampak gelombang laut dengan lebih efektif. Pada akhirnya, upaya konservasi ini diharapkan dapat diwariskan menjadi kekayaan ekosistem bagi generasi mendatang, selaras dengan komitmen organisasi dalam menjaga bumi tetap asri.

📖 Glosarium Istilah

  • Abrasi: Proses pengikisan pantai oleh tenaga gelombang laut dan arus laut yang bersifat merusak.
  • Mangrove: Ekosistem hutan daerah pantai yang terdiri dari kelompok pepohonan yang mampu tumbuh dalam kawasan dengan salinitas tinggi.
  • DPW LDII: Dewan Pimpinan Wilayah Lembaga Dakwah Islam Indonesia, kepengurusan tingkat provinsi yang menjadi motor penggerak organisasi.
  • 3K: Prinsip kerja organisasi LDII yang meliputi Karya, Kontribusi, dan Komunikasi sebagai landasan pengabdian kepada masyarakat.

Baca juga artikel menarik lainnya di situs kami.