13 Pesilat PERSINAS ASAD Kotim Ikuti Tapak Suci Open 2026
Sebanyak 13 pesilat PERSINAS ASAD Kotawaringin Timur (Kotim) mengikuti Kejuaraan Pencak Silat Tapak Suci Open Championship Sampit 2026. Bagi mereka, pertandingan bukan semata-mata tentang menang atau kalah, tetapi juga menjadi kesempatan untuk mengasah kemampuan, menjaga sportivitas, serta mempererat silaturahim dengan sesama pesilat dari berbagai perguruan.
Kejuaraan Pencak Silat Tapak Suci Open Championship Sampit 2026 digelar di Auditorium Borneo Citimall Sampit, Kalimantan Tengah, pada 2–5 September 2026. Kejuaraan ini mempertandingkan kategori tanding dan seni tunggal yang terbagi dalam beberapa jenjang usia, mulai dari usia dini, pra remaja, remaja hingga dewasa.
13 Pesilat Membawa Semangat Bertanding
Sebanyak 13 pesilat PERSINAS ASAD Kotim disiapkan untuk mengikuti kejuaraan tersebut. Mereka berasal dari berbagai kelompok usia dan kelas pertandingan. Keikutsertaan lintas jenjang tersebut menunjukkan proses pembinaan yang berlangsung secara berkelanjutan, dari pesilat usia dini hingga kategori dewasa.
- Adeva Inara Orlin — Usia Dini Putri
- Dafa Faqih Abdillah — Usia Dini Putra
- Alfatih Razka Fadillah — Pra Remaja Putra
- Hafidh Rizkyanur — Remaja Putra
- Valen Nur Hafidz — Remaja Putra
- Muhammad Irsyad Asadulloh — Remaja Putra
- Bintang Putra Mentari — Remaja Putra
- Dawam Wasis Khabibbulloh — Dewasa Putra
- Fery Vernanda — Dewasa Putra
- Hengki Mahendra — Dewasa Putra
- Vicky Wafdulloh — Dewasa Putra
- Muhammad Rangga Wijaya — Dewasa Putra
- Napoleon Bangkit Satria — Dewasa Putra
Selain para pesilat tersebut, PERSINAS ASAD Kotim juga mengikutsertakan pelatih dalam kegiatan kejuaraan. Kehadiran pelatih menjadi bagian penting dalam memberikan arahan, menjaga kesiapan atlet, sekaligus mendampingi pesilat selama mengikuti rangkaian pertandingan.
Bertanding untuk Mencari Kawan
Ada satu pesan yang menjadi pegangan para atlet PERSINAS ASAD Kotim sebelum memasuki arena. Pertandingan memang membutuhkan kesiapan fisik, teknik dan mental, tetapi seluruh kemampuan tersebut harus tetap berjalan bersama dengan adab dan budi pekerti luhur.
“Bertanding secara sportif. Hati ditata tetap karena Allah, bertanding bukan untuk mencari lawan namun untuk mencari kawan. Utama adab budi pekerti luhur di setiap pertandingan.”
— Arif Rahman Taufik, Ketua PERSINAS ASAD Kotim
Pesan tersebut menggambarkan bahwa kejuaraan pencak silat tidak hanya menjadi tempat mengukur kemampuan seorang atlet. Lebih dari itu, arena pertandingan dapat menjadi ruang untuk belajar mengendalikan diri, menghormati lawan, menerima hasil pertandingan dengan lapang dada dan membangun hubungan baik antarpesilat.
Sementara, pelatih atlit PERSINAS ASAD kotim, Wahyu Rio Risqi, menaruh harapan besar pada even tanding seperti saat ini.
"Ajang ini menurut saya udah sangat tepat di selanggarakan, untuk menambah jam terbang atlit kita , mengingat di Kalteng katlisnya di kabupaten Kotim untuk event pertandingan sperti ini sangat jarang sakali ,harapan kedepannya mungkin untuk event swasta sperti ini sering² di lakukan supaya SDM pesilat kalteng khususnya Kotim makin bertambah," ucapnya.
Semangat inilah yang dibawa para pesilat PERSINAS ASAD Kotim dalam mengikuti Tapak Suci Open Championship Sampit 2026.
Silaturahim Antarp Perguruan Silat
Kejuaraan yang mempertemukan pesilat dari berbagai perguruan di Kalimantan Tengah juga menjadi momentum untuk membangun komunikasi dan persaudaraan. Perbedaan perguruan tidak seharusnya menjadi penghalang untuk saling menghargai.
Justru melalui pertandingan, para atlet dapat saling mengenal, bertukar pengalaman dan belajar dari teknik maupun karakter bertanding pesilat lainnya. Hubungan yang terjalin di arena diharapkan dapat berlanjut menjadi persahabatan di luar pertandingan.
Nilai tersebut menjadi semakin penting bagi pesilat usia dini dan remaja. Mereka tidak hanya membutuhkan latihan fisik dan teknik, tetapi juga pembinaan karakter agar mampu memahami bahwa pencak silat merupakan olahraga yang membutuhkan kedisiplinan, keberanian, pengendalian diri dan penghormatan kepada sesama.
Membawa Nama PERSINAS ASAD Kotim
Turun dalam sebuah kejuaraan juga menjadi kesempatan bagi para atlet untuk membawa nama PERSINAS ASAD Kotawaringin Timur. Setiap pesilat memiliki tanggung jawab untuk memberikan penampilan terbaik sekaligus menjaga sikap selama berada di arena.
Bukan hanya medali yang menjadi ukuran keberhasilan. Keberanian tampil, disiplin mengikuti pertandingan, kemampuan menerima keputusan juri, menghormati lawan dan tetap menjaga akhlak merupakan bagian penting dari proses pembinaan seorang pesilat.
Dengan semangat tersebut, 13 pesilat PERSINAS ASAD Kotim melangkah ke arena Tapak Suci Open Championship Sampit 2026 dengan membawa harapan memberikan penampilan terbaik.
Dari Arena Menuju Persaudaraan
Pada akhirnya, pertandingan akan selalu memiliki dua kemungkinan: kemenangan dan kekalahan. Namun, nilai yang dibawa pulang seorang pesilat jauh lebih besar daripada sekadar hasil akhir di papan skor.
Ada pengalaman, keberanian, kedisiplinan, persahabatan dan pelajaran untuk menjadi lebih baik. Karena itu, bagi PERSINAS ASAD Kotim, keikutsertaan dalam Tapak Suci Open 2026 diharapkan menjadi bagian dari perjalanan pembinaan atlet sekaligus mempererat hubungan dengan keluarga besar pencak silat di Kotawaringin Timur dan Kalimantan Tengah.
Dari arena pertandingan, lahir bukan hanya pesilat yang lebih tangguh, tetapi juga generasi yang belajar menghargai lawan, menjaga sportivitas dan memperluas persaudaraan. Menang dengan rendah hati, kalah dengan lapang hati, dan tetap menjaga adab menjadi semangat PERSINAS ASAD Kotim dalam Tapak Suci Open Championship Sampit 2026.