Warga LDII Ketapang Bersih-bersih Pasca Kebakaran Minggu Siang
SAMPIT — Musibah datang tanpa diduga, kapan waktunya dan di mana kejadiannya. Itulah yang menimpa warga LDII di Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, Kotawaringin Timur, pada Minggu, 23 Agustus 2026 lalu.
Siang itu, sekitar pukul 11.30, suasana di Komplek Masjid Al Haq mendadak berubah. Api tiba-tiba muncul di lantai 2 ruang kantor sekretariat LDII. Saat kejadian, aktivitas pengajian baru saja selesai di lantai 1.
Ibu-ibu warga LDII baru saja menyelesaikan acara pengajian keputrian yang diselenggarakan setiap satu bulan sekali. Tidak ada yang menyangka, beberapa saat kemudian mereka harus menghadapi situasi darurat.
Sontak, salah seorang ibu di antara mereka berteriak meminta pertolongan. Informasi mengenai kejadian tersebut kemudian segera tersampaikan melalui grup WhatsApp warga.
Informasi cepat, respons cepat.
Bantuan warga dan unit mobil pemadam kebakaran segera tiba di lokasi untuk menangani kobaran api.
Alhamdulillah, tak lama berselang api pun dapat dipadamkan. Namun, lantai 2 ruang kantor sekretariat LDII habis terbakar. Sebagian atap gedung aula yang berada di sebelahnya juga ikut tersambar api.
Selasa Pagi, Warga Kembali Berkumpul
Dua hari setelah kejadian, Selasa pagi, 25 Agustus 2026, suasana di sekitar Masjid Al Haq kembali dipenuhi aktivitas warga. Kali ini bukan untuk pengajian, melainkan untuk bergotong royong membersihkan puing-puing sisa kebakaran.
Warga LDII di sekitar masjid bersama-sama membersihkan bekas kebakaran. Air disiramkan ke area yang masih menyisakan debu dan sisa pembakaran. Kayu-kayu atap yang berserakan diangkat dan dibongkar agar area tersebut kembali aman dan dapat dibersihkan.
Pemandangan puing-puing menjadi pengingat bahwa musibah kebakaran bukan hanya meninggalkan kerusakan bangunan. Ada pekerjaan panjang setelah api padam: membersihkan, mengamankan lokasi, dan perlahan menata kembali apa yang masih dapat diselamatkan.
"Rumah kami terbakar," ujar salah satu warga LDII yang ikut bergotong royong.
Setelah Api Padam, Kewaspadaan Harus Tetap Menyala
Kebakaran memang telah berlalu. Api telah padam dan puing-puing mulai dibersihkan. Namun, pengalaman tersebut meninggalkan pesan penting bagi warga, terutama di tengah musim kemarau tahun 2026.
Sesal saja tidak cukup untuk menyelesaikan musibah kebakaran. Yang lebih penting adalah menjadikan kejadian tersebut sebagai pengingat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap bahaya api.
🔥 Tingkatkan Kepedulian terhadap Bahaya Api
Di hari-hari berikutnya, kewaspadaan terhadap bahaya api di musim kemarau tahun 2026 harus terus ditingkatkan. Jangan menyalakan api di tempat-tempat yang berpotensi menimbulkan bahaya dan selalu perhatikan kondisi lingkungan sekitar.
Gotong Royong Menjadi Kekuatan
Di balik musibah yang terjadi, ada satu hal yang tetap terlihat: kepedulian warga. Ketika api muncul, informasi segera disampaikan. Bantuan datang. Setelah api padam, warga kembali berkumpul untuk membersihkan puing-puing.
Gotong royong menjadi bentuk nyata kepedulian sesama. Musibah boleh meninggalkan bekas, tetapi kebersamaan membantu masyarakat untuk bangkit dan menata kembali keadaan.
Dari Komplek Masjid Al Haq, ada pesan sederhana yang patut menjadi perhatian bersama: jaga lingkungan, waspadai api, dan jangan lengah di musim kemarau.
Api Padam, Kepedulian Jangan Padam.
Tingkatkan kepedulian menjaga lingkungan sekitar dan tidak menyalakan api di tempat-tempat yang berpotensi bahaya.