URL Inspection, Kenali Fungsi-fungsi dan Fiturnya

<a target="_blank" href="https://www.google.com/search?ved=1t:260882&q=URL+Inspection+Google+Search+Console&bbid=3999798148527752148&bpid=2246643896413840009" data-preview>URL Inspection</a>, Kenali Fungsi-fungsi dan Fiturnya

URL Inspection, Kenali Fungsi-fungsi dan Fiturnya

15 Agustus 2026 10 menit baca SEO
https://www.ldiisampit.or.id/artikel-seo
Indexed Crawled Canonical OK
Alur Proses: Dari Discovery hingga Indexed
Discovery
Google menemukan URL
Crawling Allowed?
Crawled
Googlebot mengambil halaman
Diproses
Evaluasi kualitas
Indexed
Masuk indeks Google

URL Inspection adalah fitur di Google Search Console untuk memeriksa bagaimana Google melihat, mengindeks, dan memahami sebuah halaman. Fitur ini menjadi salah satu alat paling penting bagi pemilik website atau blog untuk memantau kesehatan SEO setiap halaman.

Berikut istilah-istilah penting yang biasanya muncul di URL Inspection, dipahami satu per satu agar Anda bisa membaca hasil inspeksi dengan percaya diri.

16 Istilah Penting di URL Inspection

1
URL is on Google
Artinya URL tersebut sudah diketahui dan dapat muncul di hasil Google, selama tidak ada masalah lain seperti penalti atau masalah kualitas.
2
URL is not on Google
Google sudah mengetahui URL tersebut, tetapi belum memasukkannya ke indeks. Penyebabnya bisa:
  • Halaman masih baru
  • Ditemukan tetapi belum dirayapi
  • Ada masalah indexing
  • Halaman dianggap tidak layak diindeks
  • Canonical mengarah ke URL lain
3
URL is available to Google
Googlebot dapat mengakses URL dan tidak terhalang oleh robots.txt atau masalah akses lainnya.
4
Crawled
Crawled berarti Googlebot sudah mengunjungi dan mengambil isi halaman.
Crawled successfully on Aug 12, 2026
Artinya Google terakhir merayapi halaman tersebut pada tanggal tersebut.
Penting: Crawled ≠ Indexed. Google bisa sudah merayapi halaman tetapi belum memasukkannya ke indeks.
5
Indexed
Indexed berarti Google menyimpan halaman tersebut dalam indeks pencariannya. Secara sederhana:
Crawled → diproses → dianggap layak → Indexed
Fitur untuk meminta Google melakukan crawling terhadap URL. Ini bukan jaminan URL langsung masuk indeks. Biasanya berguna setelah:
  • Membuat artikel baru
  • Memperbarui artikel
  • Memperbaiki masalah halaman
  • Mengganti konten penting
Canonical adalah URL yang dianggap Google sebagai versi utama dari suatu halaman.
https://www.example.com/artikel
https://example.com/artikel
Jika canonical ditetapkan ke https://www.example.com/artikel, maka Google diarahkan untuk menganggap URL tersebut sebagai versi utama.
Ini sangat penting. Ada dua kemungkinan:
User-declared canonical — Canonical yang Anda tentukan melalui HTML.
Google-selected canonical — Canonical yang akhirnya dipilih Google setelah membandingkan berbagai sinyal.
Jika keduanya berbeda, Google tidak selalu mengikuti canonical yang Anda tentukan.
9
Crawling allowed?
Biasanya muncul sebagai Yes — artinya Googlebot diperbolehkan melakukan crawling.
Jika No, kemungkinan ada aturan seperti robots.txt yang menghalangi crawling.
Menunjukkan apakah Google berhasil mengambil halaman.
Successful → halaman berhasil diambil.
Failed → Google mengalami masalah ketika mencoba mengambil halaman.
Menunjukkan apakah halaman memiliki masalah yang berkaitan dengan pengalaman penggunaan di perangkat mobile. Contohnya:
  • Teks terlalu kecil
  • Elemen terlalu berdekatan
  • Konten lebih lebar daripada layar
Bagian ini menampilkan fitur tambahan yang berhasil dikenali Google dari structured data. Contohnya:
  • Breadcrumb
  • Article
  • FAQ
  • Event
  • Product
  • Video
Untuk Blogger, bagian ini cukup penting karena structured data/JSON-LD dapat membantu Google memahami konten.
13
Referring page
Halaman yang menjadi salah satu sumber Google menemukan URL tersebut. Misalnya artikel A mempunyai link menuju artikel B, maka Artikel A dapat menjadi referring page untuk Artikel B.
Menunjukkan apakah URL tersebut ditemukan melalui sitemap yang dikirimkan ke Google, misalnya sitemap.xml atau sitemap lain yang terdaftar di Search Console.
15
Discovery
Bagian yang menjelaskan bagaimana Google menemukan URL. Google bisa menemukan URL melalui:
  • Sitemap
  • Link dari halaman lain
  • Halaman yang sudah diketahui Google
  • Sumber lainnya
16
Page indexing
Ini salah satu bagian paling penting. Biasanya muncul status Indexed atau Not indexed.

Jika Not indexed, biasanya ada alasan spesifik:
  • Discovered – currently not indexed → Google sudah menemukan URL, tetapi belum melakukan crawling.
  • Crawled – currently not indexed → Google sudah melakukan crawling, tetapi belum memasukkan halaman tersebut ke indeks.

Tabel Ringkasan Semua Istilah

NoIstilahArti SingkatStatus Umum
1URL is on GoogleURL sudah diketahui dan bisa muncul di hasil pencarianBaik
2URL is not on GoogleURL diketahui tapi belum masuk indeksPerlu perhatian
3URL is available to GoogleGooglebot dapat mengakses URL tanpa hambatanBaik
4CrawledGooglebot sudah mengunjungi dan mengambil halamanProses berjalan
5IndexedHalaman disimpan dalam indeks pencarianBaik
6Request IndexingMeminta Google untuk merayapi ulang URLAksi manual
7Canonical URLURL versi utama yang ditentukan pemilikKonfigurasi
8Google-selected canonicalCanonical yang dipilih Google (bisa beda dari Anda)Perlu cek
9Crawling allowed?Apakah robots.txt mengizinkan crawlingYes = Baik
10Page fetchApakah Google berhasil mengambil halamanSuccessful = Baik
11Mobile UsabilityMasalah tampilan di perangkat mobilePerlu cek
12EnhancementsStructured data yang dikenali GoogleOpsional
13Referring pageHalaman sumber Google menemukan URLInformasi
14SitemapsApakah URL ditemukan lewat sitemapInformasi
15DiscoveryCara Google menemukan URLInformasi
16Page indexingStatus apakah halaman sudah diindeksKritis

Visualisasi Status Indexing

Grafik berikut menunjukkan contoh distribusi status indexing halaman pada sebuah blog — ilustrasi untuk memahami bagaimana halaman-halaman tersebar di berbagai kondisi.

Distribusi Status Halaman (Contoh)
Waktu Proses dari Discovery ke Indexed (Hari)

Yang Paling Penting untuk Blog Anda

Untuk situs Blogger disarankan ketika melakukan URL Inspection jangan hanya melihat "URL is on Google". Periksa 5 bagian utama berikut:

BagianYang Perlu Diperhatikan
IndexingIndexed / Not indexed
CrawlingAllowed / Blocked
Page fetchSuccessful / Failed
CanonicalApakah sesuai URL yang diinginkan
SitemapApakah URL ditemukan melalui sitemap
  • Pastikan status Page indexing menunjukkan "Indexed"
  • Pastikan Crawling allowed menunjukkan "Yes"
  • Pastikan Page fetch menunjukkan "Successful"
  • Pastikan Google-selected canonical sesuai dengan URL yang Anda inginkan
  • Pastikan URL muncul di Sitemaps yang terdaftar
Request Indexing bukan berarti Google pasti mengindeks halaman. Request Indexing hanya memberi sinyal kepada Google untuk mempertimbangkan crawling/indexing kembali. Google tetap mengevaluasi kualitas halaman sebelum memutuskan.

Simulator Hasil URL Inspection

Pilih salah satu skenario di bawah untuk melihat simulasi tampilan hasil URL Inspection yang sesuai.

Coba Skenario URL Inspection
Klik salah satu skenario untuk melihat simulasi hasil inspeksi

Pertanyaan Umum (FAQ)

Crawled berarti Googlebot sudah mengunjungi halaman dan mengambil kontennya. Indexed berarti Google menyimpan halaman tersebut dalam indeks pencariannya sehingga bisa muncul di hasil pencarian. Crawled tidak sama dengan Indexed — Google bisa merayapi halaman tapi belum memasukkannya ke indeks karena berbagai alasan (kualitas, duplikat, dll).
Tidak. Request Indexing hanya memberi sinyal kepada Google untuk mempertimbangkan crawling dan indexing kembali. Google tetap mengevaluasi kualitas dan relevansi halaman sebelum memutuskan apakah akan mengindeksnya atau tidak.
Google-selected canonical adalah URL yang dipilih Google sebagai versi utama halaman setelah membandingkan berbagai sinyal (link internal, sitemap, redirect, dll). Ini bisa berbeda dari user-declared canonical yang Anda tetapkan di HTML. Jika berbeda, perlu diperiksa mengapa Google memilih URL lain.
Bervariasi. Dengan Request Indexing bisa dalam hitungan menit hingga jam. Tanpa Request Indexing, bisa dari beberapa jam hingga beberapa minggu tergantung kualitas halaman, frekuensi crawling situs, dan sinyal lainnya.
Beberapa langkah: periksa apakah konten unik dan berkualitas, pastikan tidak ada duplikat internal, perbaiki structured data, tambahkan internal link dari halaman penting, pastikan halaman ada di sitemap, dan gunakan Request Indexing. Jika tetap tidak terindeks setelah beberapa minggu, pertimbangkan untuk memperbaiki kualitas konten secara signifikan.

© 2026 LDII Sampit — Artikel SEO ini bersifat edukatif dan ditujukan untuk membantu pemilik blog memahami Google Search Console.