Strategi LDII Sukoharjo Siapkan Generasi Berkarakter Melalui Camping CAI SUSELA

Strategi LDII Sukoharjo Siapkan Generasi Berkarakter Melalui Camping CAI SUSELA
foto: ilustrasi

Ratusan pemuda LDII yang berasal dari wilayah Kecamatan Bulu, Tawangsari, dan Weru berkumpul untuk mengikuti perhelatan Camping Cinta Alam Indonesia (CAI) SUSELA 2026 sebagai langkah strategis dalam penguatan karakter generasi penerus. Kegiatan pembinaan intensif ini dipusatkan di Kompleks Masjid Roudhotul Jannah, Kecamatan Weru, Kabupaten Sukoharjo, yang berlangsung selama tiga hari pada 24 hingga 26 Juli 2026 dengan menekankan pada integrasi nilai keagamaan dan kecakapan sosial.

Pembinaan Karakter dan Adaptasi Terhadap Dinamika Zaman

Ketua Panitia CAI SUSELA 2026, Aris Budi Prasetyo, menjelaskan bahwa agenda tahunan ini dirancang bukan sekadar sebagai ajang berkumpul, melainkan sebuah ruang inkubasi bagi pembinaan karakter generasi muda LDII. Di tengah arus globalisasi yang kian kencang, para peserta dibekali dengan materi keagamaan yang fundamental serta pengembangan karakter untuk menjawab berbagai tantangan sosial yang muncul di era modern.

“Kami ingin peserta memiliki karakter yang kuat, mampu beradaptasi, dan tetap memegang nilai luhur. Pembinaan dalam CAI kami arahkan agar mereka memiliki bekal untuk mengambil peran di lingkungan masing-masing,” ujar Aris Budi Prasetyo.

Metode yang diterapkan dalam CAI tahun ini mencakup berbagai spektrum kegiatan, mulai dari penyampaian nasihat keagamaan secara mendalam, materi cinta alam, hingga sesi keakraban yang mempererat ukhuwah antarpeserta. Inovasi yang cukup menonjol adalah penerapan metode Focus Group Discussion (FGD) yang menjadi instrumen utama dalam mendalami setiap materi yang diberikan oleh para pemateri.

Transformasi Pola Pikir Melalui Diskusi Kelompok Terpumpun

Penerapan FGD diakui membawa angin segar dalam proses transformasi ilmu kepada para peserta. Dengan pendekatan ini, remaja tidak hanya diposisikan sebagai objek yang menerima informasi secara pasif, tetapi didorong menjadi subjek yang aktif dalam mengolah gagasan dan mencari solusi atas problematika yang mereka temui dalam kehidupan sehari-hari.

“FGD membuat peserta tidak hanya mendengarkan materi. Mereka juga berdiskusi, menyampaikan pendapat, dan belajar mencari solusi atas persoalan yang dekat dengan kehidupan mereka,” kata Aris.

Melalui diskusi yang terukur, para pemuda dilatih untuk mengasah kemampuan berpikir kritis serta kecakapan berkomunikasi yang efektif. Kemampuan untuk mendengar perspektif orang lain dan menghargai perbedaan pandangan menjadi poin penting yang ditekankan oleh panitia selama berlangsungnya kegiatan.

“Kami ingin mereka berani berbicara sekaligus belajar mendengar. Diskusi seperti ini penting karena generasi muda akan menghadapi persoalan yang semakin beragam. Mereka perlu mampu melihat masalah dari berbagai sisi sebelum mengambil keputusan,” tambah Aris Budi Prasetyo.

Implementasi Nilai Luhur dan Penguatan Daya Juang

Senada dengan hal tersebut, Pembina LDII Kecamatan Weru, Sugito, menegaskan bahwa esensi dari pembinaan ini adalah penanaman nilai-nilai yang konkret. Ia menyoroti tiga pilar utama dalam pembinaan generasi penerus, yakni penguatan daya juang, kemandirian, dan penanaman 29 karakter luhur yang menjadi ciri khas warga LDII dalam bermasyarakat.

“Karakter perlu ditanamkan melalui pemahaman dan praktik. Anak-anak muda perlu mendapatkan pembinaan yang bisa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari,” tutur Sugito.

Sugito menilai bahwa dengan menjadikan peserta sebagai pusat pembelajaran, rasa tanggung jawab dan jiwa kepemimpinan akan tumbuh secara alami. Harapannya, setelah mengikuti Camping CAI SUSELA, para peserta dapat mengaplikasikan pengalaman dan pengetahuan yang didapat untuk memberikan dampak positif di lingkungan keluarga, sekolah, maupun masyarakat luas.

“Kami ingin peserta menjadi subjek dalam pembelajaran. Mereka ikut mengidentifikasi persoalan, menyampaikan pendapat, lalu mencari solusi bersama. Cara seperti ini melatih tanggung jawab dan kepemimpinan,” pungkas Sugito.

📖 Glosarium Istilah

  • CAI (Cinta Alam Indonesia): Program pembinaan generasi muda LDII yang berfokus pada kemandirian, karakter luhur, dan kecintaan terhadap alam.
  • FGD (Focus Group Discussion): Teknik diskusi kelompok terarah yang digunakan untuk memecahkan masalah atau mendalami materi secara interaktif.
  • Generus: Singkatan dari Generasi Penerus, sebutan untuk anak-anak dan remaja yang sedang dalam masa pembinaan.
  • 29 Karakter Luhur: Kumpulan nilai-nilai etika dan moral yang menjadi kurikulum pembinaan karakter di lingkungan LDII.

Baca juga artikel menarik lainnya di situs kami.