Strategi LDII Purwakarta Bangun Keharmonisan Keluarga Lewat Komunikasi Dari Hati ke Hati

Strategi LDII Purwakarta Bangun Keharmonisan Keluarga Lewat Komunikasi Dari Hati ke Hati
foto: ilustrasi

Dewan Pimpinan Daerah (DPD) LDII Kabupaten Purwakarta mengambil langkah nyata dalam memperkuat ketahanan keluarga dengan menyelenggarakan Seminar Parenting bertajuk “Dari Hati ke Hati” pada Minggu (2/8/2026). Bertempat di Purwakarta, agenda ini secara khusus membedah seni membangun komunikasi yang hangat dan berkualitas antara ibu dan anak perempuan sebagai pilar keharmonisan rumah tangga.

Memahami Keunikan Karakter Anak

Menghadirkan konselor keluarga profesional, Mamaju Utami, seminar ini menekankan bahwa komunikasi bukan sekadar pertukaran informasi, melainkan fondasi emosional yang menentukan kualitas hubungan jangka panjang. Dalam paparannya, Mamaju menjelaskan bahwa setiap anak terlahir dengan karakteristik unik yang membutuhkan pendekatan berbeda dalam mengekspresikan maupun menerima kasih sayang.

“Perlakuan yang adil bukan berarti selalu sama. Setiap anak membutuhkan pendekatan yang sesuai dengan karakter dan porsinya masing-masing agar mereka merasa dihargai, dipahami, dan dicintai,” jelas Mamaju Utami saat memberikan materi di hadapan para peserta.

Kesadaran akan perbedaan kebutuhan individu ini menjadi kunci bagi orang tua agar tidak terjebak dalam pola asuh yang kaku. Dengan memahami bahasa cinta yang spesifik dari setiap anak, orang tua dapat meminimalisir gesekan emosional yang sering kali muncul akibat pesan yang tidak tersampaikan dengan tepat.

Dinamika Komunikasi Lintas Gender dalam Keluarga

Sesi seminar juga mengulas secara mendalam mengenai perbedaan pola komunikasi antara anak laki-laki dan perempuan. Mamaju menekankan bahwa perbedaan cara berpikir dan memproses emosi antar gender merupakan realitas yang harus dipahami oleh para ibu. Hal ini bertujuan agar pesan moral atau nasihat yang diberikan orang tua dapat diterima dengan baik tanpa memicu kesalahpahaman.

“Perbedaan karakter dan cara berpikir tersebut perlu dipahami orang tua agar pesan yang disampaikan dapat diterima dengan baik dan tidak menimbulkan kesalahpahaman,” lanjut Mamaju Utami.

Lebih dari itu, dinamika antara anggota keluarga laki-laki dan perempuan pun tak luput dari pembahasan. Sikap saling menghormati dan kebijaksanaan dalam bertutur kata menjadi elemen krusial. Tantangan komunikasi dalam keluarga seringkali bersumber dari perbedaan gaya bicara, yang jika tidak disikapi dengan empati, dapat merenggangkan kedekatan antar anggota keluarga.

“Komunikasi yang baik membutuhkan sikap saling memahami dan menghargai. Dengan komunikasi yang bijaksana, setiap anggota keluarga dapat menjalankan perannya dengan lebih harmonis,” tuturnya menambahkan.

Peran Strategis Ibu sebagai Pendidik Generasi

Seminar ini juga menyoroti urgensi peran perempuan, khususnya sosok ibu, dalam membentuk peradaban melalui pendidikan di lingkup terkecil, yakni keluarga. Mamaju mengutip sebuah ungkapan bijak yang menitikberatkan pada besarnya dampak pendidikan yang diberikan oleh seorang perempuan terhadap masa depan sebuah bangsa.

“Mendidik seorang perempuan berarti mendidik satu generasi, sedangkan mendidik seorang laki-laki berarti mendidik seorang pemimpin. Ungkapan tersebut menggambarkan besarnya pengaruh pendidikan seorang ibu terhadap tumbuh kembang anak. Karena itu, komunikasi yang hangat, terbuka, dan penuh empati menjadi bagian penting dalam proses pendidikan di lingkungan keluarga,” papar Mamaju Utami.

Melalui inisiatif ini, DPD LDII Purwakarta berkomitmen untuk terus mendorong para orang tua agar mampu menciptakan lingkungan rumah yang aman. Dengan pola komunikasi yang sehat, keluarga diharapkan bertransformasi menjadi ruang di mana anak-anak merasa bebas untuk bercerita, merasa didengarkan, dan tumbuh secara optimal dalam naungan kasih sayang yang utuh.

📖 Glosarium Istilah

  • Parenting: Ilmu atau metode dalam mengasuh, membimbing, dan mendidik anak agar tumbuh menjadi pribadi yang matang.
  • Konselor Keluarga: Tenaga profesional yang memberikan bantuan atau bimbingan dalam memecahkan masalah terkait dinamika hubungan keluarga.
  • Komunikasi Empatik: Cara berkomunikasi yang melibatkan pemahaman mendalam terhadap perasaan dan perspektif lawan bicara.
  • DPD LDII: Dewan Pimpinan Daerah Lembaga Dakwah Islam Indonesia, struktur organisasi LDII di tingkat Kabupaten/Kota.

Baca juga artikel menarik lainnya di situs kami.